:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/PKB-Bondowoso-calon-ketua-muscab.jpg)
Ringkasan Berita:
- Muskab PKB Bondowoso mengusulkan tiga kandidat ketua DPC kepada DPP PKB.
- Tiga orang yang bersaing adalah Ahmad Dhafir, Tohari, dan Ubaidillah.
- Peserta musyawarah cabang diberikan kesempatan untuk mengusulkan nama tambahan, tetapi tidak ada pengajuan baru.
- Kandidat akan mengikuti uji kelayakan dan kecocokan yang diselenggarakan DPP PKB.
- Pemilihan ketua DPC PKB Bondowoso untuk masa 2026–2031 masih menunggu keputusan dari DPP.
JATIMTIMUR.COM, Bondowoso– Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Ijen View, Kelurahan Tamansari, Bondowoso, pada Sabtu (4/4/2026).
Pada forum pleno muscab tersebut, muncul tiga nama kandidat ketua DPC PKB Bondowoso yang akan disampaikan kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.
Tiga nama tersebut ialah Haji Ahmad Dhafir yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Bondowoso, Haji Tohari yang menjadi Wakil Ketua DPRD Bondowoso, serta Ubaidillah yang merupakan anggota Fraksi PKB Jawa Timur.
Ketua Panitia Muscab PKB Bondowoso, Sutriyono, menyampaikan bahwa tiga nama tersebut telah diumumkan dalam forum pleno setelah melalui proses penilaian dan pemetaan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur.
"DPW melakukan penilaian kinerja dengan turun langsung ke lapangan, termasuk mengumpulkan masukan dari tokoh masyarakat dan kalangan kiai. Hasilnya dikumpulkan dan diajukan ke DPP, kemudian DPP menentukan tiga nama yang disampaikan dalam forum," kata Sutriyono.
Di forum musyawarah cabang, peserta sebenarnya diberi kesempatan untuk mengusulkan nama tambahan calon ketua. Namun hingga forum ditutup, belum ada usulan baru yang diajukan.
Oleh karena itu, hanya tiga nama tersebut yang ditetapkan sebagai kandidat sementara untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Sutriyono menekankan bahwa keputusan akhir mengenai siapa yang akan menjadi Ketua DPC PKB Bondowoso sepenuhnya berada di tangan DPP PKB.
Pengambilan keputusan ini diperkirakan akan segera dilakukan dan berpeluang diadakan secara bersamaan di berbagai wilayah.
Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur, Badrud Tamam, menjelaskan bahwa proses pengelolaan kepengurusan partai lebih menekankan pada masa jabatan kepengurusan, bukan pada tokoh tertentu.
Menurutnya, dalam periode 2026–2031, DPW PKB Jatim melakukan identifikasi kader yang dianggap memiliki kemampuan untuk menempati posisi penting, mulai dari ketua, sekretaris, hingga struktur pengurus lainnya.
"Periodesasi ini bukan berarti orang, melainkan periode dari tahun 2026 hingga 2031. DPW melakukan identifikasi kader yang memiliki potensi, kemudian DPC melalui forum muscab juga mengusulkan beberapa nama," kata Badrud.
Berdasarkan proses pemetaan tersebut, muncul tiga nama yang kemudian ditetapkan sebagai kandidat, yakni Ahmad Dhafir, Tohari, dan Ubaidillah. Ketiganya juga telah menyatakan keinginan untuk bergabung dalam kepengurusan partai.
Calon Akan Mengikuti Uji Kelayakan dan Kepercayaan
Langkah berikutnya yang harus dijalani oleh para kandidat adalah uji kecocokan dan kelayakan yang akan diselenggarakan oleh DPP PKB.
Pada tahap penilaian, para calon akan mengikuti beberapa ujian yang mencakup kemampuan kepemimpinan, kejujuran, serta konsistensi dalam berorganisasi. Setelah itu, mereka akan menghadiri sesi wawancara yang juga membahas kesiapan untuk menjabat sebagai ketua.
"Uji kelayakan dan kecakapan ini menyeluruh, mulai dari uji kemampuan hingga wawancara, termasuk kesiapan untuk menjadi ketua," kata Badrud.
Kewenangan DPP
Hasil seluruh proses tersebut kelak menjadi dasar bagi DPP PKB dalam mengeluarkan Keputusan (SK) tentang kepengurusan DPC PKB Bondowoso periode 2026–2031.
Badrud menekankan bahwa wewenang dalam menentukan pengurus sepenuhnya berada di tingkat pusat.
"Yang mengeluarkan SK adalah DPP, bukan DPW. DPW hanya melakukan identifikasi awal," katanya.