Khutbah Jumat 24 April 2026: Kenali Godaan Setan dan Hindari Tipuannya -->

Khutbah Jumat 24 April 2026: Kenali Godaan Setan dan Hindari Tipuannya

24 Apr 2026, Jumat, April 24, 2026
Khutbah Jumat 24 April 2026: Kenali Godaan Setan dan Hindari Tipuannya
Ringkasan Berita:
  • Setiap individu memiliki tempat di surga maupun neraka, yang ditentukan oleh perbuatan baik atau buruk yang dilakukan selama hidup di dunia.
  • Konsistensi membawa perlindungan, sementara mengikuti rayuan iblis berujung pada kebinasaan.
  • Penting untuk melindungi diri, karena dosa kecil dapat berkembang menjadi besar jika tidak diatasi.
 

PRIANGAN.COM- Setiap individu diberikan satu posisi di surga dan satu posisi di neraka.

Hal ini telah dijelaskan dalam berbagai kitab suci, termasuk Al-Quran dan hadis.

Kedua tempat tersebut ditentukan berdasarkan kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim selama hidup di dunia.

Siapa pun yang tetap konsisten dan berharap pertemuan yang indah dengan Allah, maka ia akan mendapatkan keberuntungan, demikian pula sebaliknya.

Orang-orang yang mengikuti jalan iblis akan tetap bersama dengan kelompok yang dibentuk dari api itu hingga akhir masa dunia.

Oleh karena itu, dalam kehidupan penting untuk berusaha membatasi diri dari pengaruh buruk yang diakibatkan oleh godaan setan, dalam berbagai aspek.

Bahkan ketika menurutnya hal yang kecil, karena satu dosa bisa terus berkembang menjadi besar, hanya karena satu celah yang dibuka oleh setan.

Tentu, diperlukan pemahaman agar terus menghindari kemungkinan-kemungkinan tersebut.

Berikut ini adalah satu contoh khutbah Jumat yang dapat disampaikan dalam shalat Jumat besok, dengan tema "Mengenal dan Menghindari Cara Setan dalam Menggoda Manusia".

Khutbah I

Alhamdulillah yang mengampuni dosa dan menerima taubat, keras hukumannya, memiliki kebesaran, tidak ada tuhan selain Dia, kepada-Nya tempat kembali. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang tunggal, tidak ada sekutu bagi-Nya, kesaksian yang mengakui dosa dan kekurangan, memohon pengampunan dan kedekatan serta kebaikan balasan pada hari kiamat. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya, utusan-Nya, dan amanat-Nya atas wahyu-Nya, seorang pembawa kabar gembira yang terbaik, dan seorang pemberi peringatan yang penuh kasih. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada hamba-Mu dan utusan-Mu Muhammad, serta kepada keluarganya dan sahabat-sahabatnya, teman-teman yang membawa kabar gembira, teladan terbaik bagi siapa saja yang ingin meraih kemenangan dan keselamatan di hari yang sulit. Sesudah itu: hai orang-orang muslim, takutilah Allah dalam rahasia dan terang-terangan, hai orang-orang yang beriman, takutlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takut, dan janganlah kalian mati kecuali kalian dalam keadaan muslim.

Kaum Muslimin, rahimakumullah

Mari pada kesempatan ini, kita kembali berupaya meningkatkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah. Ketakwaan yang muncul dari pemahaman yang benar serta ketaatan yang tulus, sehingga setiap kewajiban yang kita lakukan dan setiap larangan yang kita hindari tidak dilakukan kecuali untuk semakin memperkuat dan meningkatkan iman serta ketakwaan kita kepada Allah. Ketakwaan yang mampu melahirkan nilai-nilai kemuliaan dalam kehidupan kita, karena tindakan dan amal kebajikan yang muncul dari ketakwaan akan memberikan manfaat besar dalam kehidupan.

Kaum Muslimin, rahimakumullah

Sesungguhnya setiap detik dalam kehidupan kita, setiap hembusan napas, setiap pikiran yang muncul, serta setiap tindakan yang kita lakukan, semuanya tidak pernah terlepas dari upaya setan untuk menggoda, menyesatkan, dan membawa kita menyimpang dari tujuan yang benar, serta mengarahkan kita kepada dosa dan kemaksiatan sehingga kita menjadi orang yang tersesat seperti mereka. Dalam surat Shad: 77-83:

Katakanlah, keluarlah dari sini, sesungguhnya engkau diusir. Dan sesungguhnya kutukanku atasmu sampai hari kiamat. Dia berkata, "Tuhan, beri aku penangguhan hingga hari mereka dibangkitkan." Dia berkata, "Maka sesungguhnya engkau termasuk yang ditangguhkan sampai hari yang telah diketahui. Dia berkata, "Dengan kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang murni dari mereka." (QS: 77-83)

Maknanya, "Allah berfirman: 'Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang di kutuk. Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu hingga hari pembalasan.' Iblis berkata: 'Ya Tuhanku, berilah tangguh kepadaku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah berfirman: 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh. Hingga tiba pada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat).' Iblis menjawab: 'Dengan kekuasaan-Mu aku akan menyesatkan mereka semua. Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.' (Shad: 77-83)

Menurut pendapat imam al-Shawkany, ayat ini menunjukkan bahwa Allah memberi peringatan kepada manusia bahwa Iblis bersumpah akan terus-menerus menggoda dan menyesatkan manusia dengan memicu keinginan mereka untuk melakukan tindakan buruk serta membawa mereka masuk ke dalam keraguan hingga akhirnya mereka merasa nyaman dan terbiasa melakukannya, sehingga pada akhirnya mereka menyesal.

Kaum Muslimin, rahimakumullah

Sejalan dengan pendapat imam al-Shawkany di atas, imam al-Ghazali menyebutkan bahwa terdapat tujuh pintu yang digunakan Iblis atau setan sebagai jalur untuk mengganggu dan menyesatkan manusia:

Pertama, al-Syubhat (masalah yang samar dan tidak jelas hukumnya halal atau haram).

Melalui pintu ini, iblis menggoda manusia untuk mengabaikan masalah syubhat hingga akhirnya ia meremehkannya dan terjebak dalam perkara-perkara yang bersifat syubhat.

Sesungguhnya yang halal jelas, dan sesungguhnya yang haram juga jelas, sedangkan di antara keduanya terdapat hal-hal yang meragukan yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka siapa yang menjauhi keraguan, ia telah menjaga agamanya dan kehormatannya. Dan siapa yang terjebak dalam keraguan, maka ia telah terjebak dalam yang haram. (Bukhari dan Muslim)

Maknanya, "Sesungguhnya perkara yang halal dan haram jelas, di antaranya terdapat perkara-perkara yang samar yang tidak banyak orang mengetahuinya. Siapa yang menjaga perkara-perkara yang samar maka ia telah menjaga agamanya dan kehormatannya, sedangkan siapa yang terjebak dalam perkara-perkara yang samar maka ia telah terjebak pada perkara yang haram (HR. Bukhari dan Muslim)"

Kedua, al-Syahwat (keinginan yang tidak baik). Syahwat merupakan dorongan dari hawa nafsu untuk melakukan sesuatu yang biasanya bersifat negatif. Dengan perantara syahwat ini, setan berhasil membawa Adam dan Hawa keluar dari surga. Dalam surat al-A’raf ayat 20-22, Allah menyebutkan:

Sesatkan keduanya, setan menggoda mereka untuk menunjukkan keburukan mereka dan berkata, "Apakah Tuhanmu melarang kalian berdua dari pohon ini kecuali kalian menjadi malaikat atau kalian menjadi orang-orang yang kekal?" Dan ia bersumpah kepada keduanya bahwa ia benar-benar termasuk dalam golongan yang memberi nasihat. Maka ia menyesatkan keduanya dengan tipuan.

Maka setan menggoda keduanya agar menampakkan apa yang tersembunyi dari mereka, yaitu aurat mereka, dan setan berkata, "Tuhan kalian tidak melarang kalian untuk mendekati pohon ini, kecuali agar kalian berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (di surga)." Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, "Sesungguhnya saya termasuk orang yang memberi nasihat kepada kalian berdua," sehingga setan memperdaya keduanya dengan tipu daya (al-A'raf: 20-22).

Kelima, menganggap rendah dan meremehkan dosa-dosa kecil. Melalui pintu ini iblis menyebarkan godaannya kepada manusia agar meremehkan suatu tindakan dosa sehingga orang tersebut terus-menerus melakukan dosa tersebut yang pada akhirnya akan merusak dirinya sendiri.

Dalam sebuah hadis Nabi, beliau memberi peringatan kepada umatnya agar tidak menganggap remeh dosa-dosa kecil. Nabi berkata:

Hati-hatilah terhadap perbuatan dosa yang diperparah, dan sesungguhnya perbuatan dosa yang diperparah akan menghancurkan siapa pun yang melakukannya. (Riwayat Ahmad)

Maknanya, "Hindarilah dosa-dosa serta hal-hal yang dianggap sebagai dosa kecil, karena dosa kecil jika dilakukan seseorang akan merusaknya." (HR. Ahmad).

Kaum Muslimin, rahimakumullah

Demikianlah pintu-pintu yang digunakan Iblis (setan) untuk menyesatkan manusia. Jika kita memperhatikan ayat-ayat Al-Qur'an, terdapat lima cara yang perlu kita lakukan agar terhindar dari tipu daya Iblis (setan). Yaitu:

Pertama, menjaga ketulusan dalam setiap perbuatan ibadah dan tindakan.

Dia berkata, "Ya Tuhanku, dengan apa Engkau menggoda aku, maka aku benar-benar akan menjadikan mereka terkesan di bumi dan akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang murni dari mereka."

Maknanya, "Iblis berkata, 'Ya Tuhanku, karena Engkau telah menyatakan bahwa aku sesat, maka aku akan membuat mereka menganggap baik (perbuatan dosa) di bumi, dan pasti aku akan menyesatkan seluruhnya, kecuali hamba-hamba-Mu yang tulus di antara mereka.' (al-Hijr: 39-40).

Kedua, menjaga keseimbangan kondisi iman.

Sesungguhnya ia tidak memiliki kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan hanya kepada Tuhan mereka mereka bertawakkal. Kekuasaannya hanya terbatas pada orang-orang yang mengikuti dia dan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Maknanya, "Sesungguhnya setan tidak memiliki kekuasaan terhadap orang-orang yang beriman dan bersandar kepada Tuhannya. Kekuasaannya hanya terbatas pada orang-orang yang menjadikannya sebagai pemimpin dan orang-orang yang menyekutukan-Nya dengan Allah." (al-Nahl: 99-100).

Ketiga, berlindung kepada Tuhan Yang Maha Tinggi.

Dan jika syaitan mengganggumu dengan gangguan, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Maknanya, "Dan jika kalian dihasut oleh setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat mendengar dan mengetahui". (al-A'raf:200).

Keempat, meningkatkan pembacaan Al-Qur'an serta memperkuat peringatan kepada Allah.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: Jangan kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya syaitan merasa jijik dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.

Maknanya, "Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan kabur dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya." (HR Muslim).

Kelima, bertentangan dengan iblis dalam setiap tindakan.

Sesungguhnya setan adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah dia sebagai musuh. Sesungguhnya dia hanya memanggil golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka.

Maknanya, "Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah dia sebagai musuhmu, karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak saudara-saudaranya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala". (Fathir: 5).

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Demikianlah khutbah singkat ini kami sampaikan, semoga kita mampu menjaga diri dalam menghadapi tipu daya iblis yang senantiasa mengalihkan langkah kita menuju kepuasan dan surga Allah SWT. Amin. 2. Inilah isi khutbah singkat ini yang kami sampaikan, semoga kita bisa melindungi diri dari godaan setan yang selalu memperdaya kita dalam perjalanan menuju keridhaan dan surga Allah swt. Amin. 3. Khutbah singkat ini kami akhiri dengan harapan agar kita semua mampu menghadapi tipu daya iblis yang terus-menerus menyesatkan langkah kita menuju surga dan kepuasan Allah SWT. Amin. 4. Kami menyampaikan khutbah singkat ini sebagai bentuk pengingat, semoga kita dapat membentengi diri dari serangan setan yang selalu mencoba mengalihkan kita dari jalan yang benar menuju keridhaan dan surga Allah. Amin. 5. Akhirnya, kami sampaikan khutbah singkat ini, semoga kita mampu menghadapi tipu daya setan yang terus-menerus menyesatkan langkah kita menuju surga dan kepuasan Allah SWT. Amin.

Semoga Allah memberkati saya dan kalian dalam Al-Qur'an yang Agung, dan semoga saya serta kalian mendapat manfaat dari ayat-ayatnya dan perkataan yang bijaksana. Terimalah (amal ibadah) dari saya dan kalian, sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Tinggi.

Khutbah II

Alhamdulillah yang telah mengharamkan puasa pada hari-hari hari raya sebagai penghormatan bagi hamba-hamba-Nya yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya yang menjadikan surga bagi orang-orang bertakwa. Dan aku bersaksi bahwa Nabi kita dan Tuhan kami Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya yang menyerukan kepada jalan yang lurus. Ya Allah, berikanlah rahmat, keselamatan, dan berkah kepada Nabi kita Muhammad serta kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan kebaikan sampai hari kiamat. Sesudah itu, wahai orang-orang yang beriman, aku nasihati kalian dan diriku sendiri untuk takwa kepada Allah, karena sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itulah yang beruntung. Takwilah Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim. Allah Ta'ala berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, takwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah ia persiapkan untuk esok hari, dan takwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

(*)

Lihat artikel lain dari Priangan.com di Google News

TerPopuler