
Ringkasan Berita:
- Uji coba kehidupan merupakan ketetapan Allah untuk menilai perbuatan, meningkatkan ketaqwaan, dan menghapus kesalahan.
- Tempat ujian, baik yang sempit maupun luas, sesuai dengan tingkat iman manusia.
- Jumat menjadi kesempatan untuk khutbah mengingatkan makna ujian dalam kehidupan manusia.
PRIANGAN.COM – Sifat ujian atau cobaan di dunia merupakan ketetapan Allah yang pasti, bertujuan untuk memilih manusia dengan amal terbaik, meningkatkan ketaqwaan, serta menghilangkan dosa.
Dunia bukanlah tempat untuk beristirahat, melainkan medan ujian yang berupa kesulitan maupun kelapangan, yang diuji sesuai dengan tingkat iman seseorang.
Membicarakan mengenai Jumat hari ini, khususnya pada hari Jumat tanggal 24 April 2026, kita sebagai laki-laki yang beragama Islam akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.
Jumat, yang disebut sebagai Raja Hari atau Penghulunya Hari, dianggap oleh umat Islam sebagai hari yang penuh berkah.
Khusus untuk khutbah Jumat hari ini, berikut adalah naskah khutbah Jumat tanggal 24 April 2026 yang telah diunggah oleh Priangan.com dari berbagai sumber mengenai "Hakikat Ujian atau Cobaan di Dunia".
Khutbah 1
Alhamdulillah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan agar menguji manusia, siapa yang paling baik perbuatannya. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang satu tanpa sekutu. Dan aku bersaksi bahwa tuhan kita Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Kami bertekad kepada-Nya dengan tekad yang kuat. Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan, dan berkah kepada tuhan kita Muhammad serta kepada keluarganya dan sahabat-sahabatnya yang telah bersabar dengan kesabaran yang indah.
Setelah itu: wahai manusia, saya menasihati kalian dan diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim. Ketahuilah bahwa Allah Swt. menguji kalian dengan berbagai hal baik dan buruk sebagai cobaan. Sesungguhnya dalam hal itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang memikirkan. Mereka berada di atas petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Pada waktu yang tepat dan hari yang baik, serta dalam keadaan yang baik. Di mana pun kita berada dan dalam kondisi apa pun, marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt, dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, karena dengan ketaqwaan seseorang dapat meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana janji Allah swt dalam surat Yunus ayat 63-64:
Orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa akan mendapatkan kabar gembira dalam kehidupan dunia dan di akhirat.
Masalah-masalah dalam kehidupan yang terus berulang dan tak pernah berakhir, Allah SWT akan memberikan kemudahan, meskipun masalah finansial, Allah SWT akan menjamin dan memberikan secara tak terduga, sebagaimana janji Allah SWT tercantum dalam surat At-Thalaq ayat 2-3:
Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Kehidupan ini tidak bisa terlepas dari ujian dan tantangan, bahkan ujian serta cobaan adalah bagian dari hukum alam yang pasti dalam kehidupan, siapa pun tidak bisa menghindarinya. Bahkan, itulah yang membuat kehidupan menjadi berwarna-warni. Kesabaran dalam menghadapi ujian dan cobaan menunjukkan keyakinan seseorang kepada Allah swt.
Sesungguhnya ujian dan cobaan yang datang secara beruntun menghampiri kehidupan manusia adalah ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah swt dengan penuh rahmat dan sifat keadilan-Nya. Tidak ada di antara kita yang mampu menghindari ketentuan-Nya. Iman, keyakinan, tawakkal, dan kesabaran yang kuat sangat dibutuhkan dalam menghadapi badai cobaan yang melanda. Oleh karena itu, dalam segala kondisi, kita sebagai hamba yang beriman kepada Allah swt harus selalu memiliki kepercayaan yang baik terhadap Allah. Dan harus yakin bahwa Allah tidak menurunkan berbagai musibah kecuali sebagai ujian terhadap iman yang kita miliki. Sebagaimana yang tercantum dalam firman-Nya:
Apakah kalian mengira kalian akan masuk surga sebelum datang kepada kalian contoh orang-orang yang telah berlalu sebelum kalian, yang telah ditimpa kesengsaraan dan kesulitan?
Maknanya: "Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (uji coba) seperti yang dialami orang-orang sebelum kalian" (QS. Al Baqarah : 214)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Ujian dan cobaan adalah ketetapan Allah yang diberlakukan kepada setiap hamba-Nya. Terdapat beberapa gambaran mengenai hal ini dalam Al-Qur'an dan hadits:
Pertamauji dan cobaan adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Seperti hadits Nabi:
Sesungguhnya besar balasan bersama dengan cobaan, dan sesungguhnya Allah Ta'ala jika mengasihi suatu kaum maka Dia menguji mereka. Barangsiapa ridha maka baginya keridhaan, dan barangsiapa marah maka baginya kemarahan.
Maknanya: "Besarnya pahala bergantung pada besarnya cobaan yang diberikan oleh Allah. Sesungguhnya, ketika Allah menyukai suatu kaum, Ia menguji mereka. Jika mereka ridha terhadap ujian itu, maka Allah akan memberikan keridhaan-Nya. Namun, siapa yang tidak ridha dan marah, maka Allah pun akan marah kepada orang tersebut."
Keduamemahami sepenuhnya bahwa dunia ini bersifat sementara, segala sesuatu yang ada di dunia ini akan hilang dan lenyap, tidak ada yang tetap dan kekal. Apa pun yang terjadi di dunia ini bersifat sementara dan terbatas, ada waktu-waktu di mana manusia merasakan kebahagiaan dan ada saat-saat lain yang sebaliknya. Seperti roda yang selalu berputar, kadang ada yang berada di puncak dan ada pula yang berada di bawah, dan tidak selamanya seseorang berada di puncak maupun di bawah, demikian juga sebaliknya.
Ketigamelihat setiap ujian dan cobaan sebagai cara untuk meningkatkan ketakwaan seseorang kepada Allah SWT agar mencapai peningkatan kualitas diri yang baik dalam konteksnya sebagai manusia sempurna. Dengan pandangan bahwa menganggap adanya ujian dan tantangan dalam kehidupannya sebagai kesempatan untuk memperbaiki kualitas dirinya. Seperti dalam hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Sa’d bin Abi Waqash: suatu hari dia bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat cobaannya?" Nabi menjawab, "Para nabi, kemudian orang-orang yang mirip dengan para nabi, lalu orang-orang yang seperti mereka. Ketahuilah bahwa seorang hamba diuji oleh Allah sesuai dengan imannya. Jika imannya kuat, maka cobaannya akan semakin berat. Namun jika imannya lemah, maka ia akan diuji sesuai tingkat keimanannya. Dan cobaan tidak akan pernah meninggalkan seorang hamba sampai akhirnya ia pergi dari dunia ini seolah-olah ia tidak memiliki dosa sedikit pun.
Keempatuji dan cobaan adalah bagian dari kehidupan manusia di dunia. Seperti yang telah dijelaskan dalam surat Al-Mulk ayat 1-2:
Diberkati Dia yang memiliki kerajaan di tangan-Nya, dan Dia mampu atas segala sesuatu. Dia yang menciptakan kematian dan kehidupan, agar Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang paling baik perbuatannya.
Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa segala sesuatu yang kita alami dalam kehidupan ini sebenarnya merupakan ujian dari Allah SWT. Jika kita berada dalam kondisi hidup yang nyaman dan cukup, hal itu pada dasarnya juga merupakan ujian dari-Nya. Artinya, apakah kita mampu bersyukur atas nikmat-Nya dan memanfaatkannya sesuai dengan kehendak-Nya demi meraih keridhaan-Nya. Sebaliknya, jika kita sedang menghadapi masa-masa sulit dan kekurangan, hal tersebut juga menjadi ujian. Sampai sejauh mana ketahanan dan kesabaran kita serta bagaimana usaha kita dalam mencapai kondisi hidup yang lebih baik yang diridhai-Nya.
Kelima: Setiap ujian yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya selalu mengandung makna baik yang bermanfaat bagi dirinya. Seperti perkataan Nabi Muhammad saw:
Sesungguhnya bagi Allah Ta'ala di tengah setiap kesulitan terdapat hadiah.
Maknanya: "Sesungguhnya di dalam setiap ujian yang diturunkan-Nya oleh Allah terdapat rahmat dari Allah."
Dengan demikian, manusia menyadari bahwa ujian yang dihadapinya tidak terlepas dari hikmah yang justru bertujuan untuk kebaikan dirinya sendiri, tentu saja ia diharuskan mampu menangkap dan memetik hikmah yang tersembunyi di dalamnya.
Oleh karena itu, dalam segala keadaan, baik suka maupun duka, tidak menutup kemungkinan bahwa melalui ujian dan cobaan kita bisa memperoleh hikmah serta pelajaran dari setiap peristiwa. Hal ini tentu menjadi bekal untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan berusaha meningkatkan amal ibadah, bersabar menerima ketentuan-Nya, serta menyerahkan segala urusan dunia dan akhirat kepada-Nya.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah
Semoga kita senantiasa memperoleh berkah dan bantuan dari Allah SWT, agar mampu menjadi hamba yang selalu sabar menghadapi segala ujian dan cobaan, serta semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang selalu memiliki keyakinan baik terhadap segala ketentuan-Nya, sehingga termasuk dalam golongan orang-orang yang beriman kepada Allah SWT:
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk: Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan sesuatu dari rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan, serta berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.
Semoga Allah memberkati saya dan kalian dalam Al-Qur'an yang Agung, dan manfaatkan saya serta kalian dengan apa yang ada di dalamnya dari ayat-ayat dan peringatan yang bijaksana, serta terimalah dari saya dan kalian bacaan Al-Qur'an ini. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Khutbah 2
Alhamdulillah, banyak puji seperti yang diperintahkan, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dengan paksaan terhadap siapa yang menyangkal dan berlaku kafir. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, pemimpin segala makhluk dan manusia. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad serta keluarganya dan sahabat-sahabatnya, serta siapa saja yang mengikuti mereka dengan kebaikan sampai hari kiamat. Sesudah itu, wahai manusia, aku nasihati kalian dan diriku sendiri untuk takwa kepada Allah, karena sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itulah yang berhasil. Allah Ta'ala berfirman: Ambillah zakat dari harta mereka untuk membersihkan dan menyucikan mereka dengannya, serta berdoalah untuk mereka, sesungguhnya doa kamu menjadi ketenangan bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya, menerima zakat, dan bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Penerima taubat lagi Maha Pengasih. Dan Dia juga berfirman: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepada-Nya dan ucapkanlah salam sebanyak-banyaknya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Muhammad. Ya Allah, ampunilah orang-orang mukmin dan mukminah, orang-orang muslim dan muslimah, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Ya Allah, sebagaimana Engkau memuliakan kami dengan iman kepada-Mu, dan memuliakan kami dalam rukun Islam dengan berpuasa kepada-Mu, serta zakat untuk yang berhak menerimanya, tolonglah kami dalam menjalankan perintah-Mu, dan jadikanlah kesucian jiwa kami dalam menghadap-Mu sebagai jalan untuk dikabulkan segala permohonan yang telah diajarkan kepada kami untuk memohon kepada-Mu dalam firman-Mu dalam kitab suci-Mu. Ya Allah, jauhkanlah dari kami bencana, wabah, gempa bumi, fitnah, dan kesulitan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, khususnya di negeri kami Indonesia dan seluruh negeri-negeri umat Islam secara umum. Ya Tuhan semesta alam. Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sebagai sesuatu yang benar dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya, serta tunjukkanlah kepada kami kebatilan sebagai sesuatu yang batil dan berilah kami kemampuan untuk menjauhinya. Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat baik, memberi kepada kerabat dekat, dan melarang perbuatan keji, mungkar, dan aniaya. Ia memberi peringatan kepada kalian agar kalian ingat. Dan ingatlah kepada Allah Yang Agung, niscaya Dia akan mengingat kalian. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah yang terbesar.
Lihat berita terbaru Priangan.com lainnya di: Google News