Khutbah Jumat 24 April 2026: Keistimewaan Ibadah Haji bagi Pemeluknya -->

Khutbah Jumat 24 April 2026: Keistimewaan Ibadah Haji bagi Pemeluknya

24 Apr 2026, Jumat, April 24, 2026
Khutbah Jumat 24 April 2026: Keistimewaan Ibadah Haji bagi Pemeluknya
Ringkasan Berita:
  • Ibadah haji yang diidamkan oleh umat Islam, menghapus kesalahan, memenuhkan keinginan, serta mencapai kemuliaan dari Allah.
  • Haji bukan hanya salah satu rukun Islam, tetapi juga sebuah keistimewaan yang memberikan berkah dalam kehidupan.
  • Musim haji tahun 2026 bagi jamaah Indonesia telah dimulai.
 

PRIANGAN.COM- Melaksanakan ibadah haji adalah keinginan setiap umat muslim. - Ibadah haji merupakan salah satu tujuan yang diidamkan oleh setiap orang yang beragama Islam. - Bagi seorang muslim, menjalani ibadah haji adalah impian yang paling diharapkan.

Selain menjadi pengampunan atas kesalahan dan pengabulan keinginan, ibadah ini juga merupakan cara bagi jamaah untuk mencapai kemuliaan di sisi Tuhan.

Tidak hanya sekadar memenuhi rukun Islam, haji juga memiliki keistimewaan yang luar biasa yang memberikan banyak berkah dalam kehidupan.

Sebagai informasi tambahan, 22 April kemarin menjadi awal dari kegiatan keberangkatan jamaah yang berasal dari Indonesia.

Dua rombongan pertama jamaah haji dari Indonesia telah dilaporkan tiba hari ini, Rabu, (22/4/2026) di tanah suci.

Dua rombongan tersebut merupakan kloter pertama yang berasal dari Yogyakarta dan Jakarta dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, menandai dimulainya tahap kedatangan jemaah dari gelombang pertama.

Kloter pertama terdiri dari 360 jemaah yang berasal dari embarkasi Yogyakarta (YIA). Rombongan tersebut diberangkatkan dengan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 6501.

Sementara itu, Jabar baru saja memulai kloter pertama penerbangan hari ini, yang berasal dari Indramayu dengan jumlah 445-441 orang, pada hari yang sama.

Oleh karena itu, seiring dengan datangnya musim haji saat ini, sangat penting untuk terus mengingatkan dan menyebarkan pengetahuan mengenai perjalanan haji bagi setiap umat Muslim.

Karena bukan hanya sekadar perjalanan, tetapi juga terdapat keutamaan yang pasti menjadi inti dari ibadah tersebut.

Berikut ini adalah satu topik penting yang dapat dibahas dalam penyampaian khutbah Jumat besok mengenaiKeunggulan Ibadah Haji bagi Pelakunya

Khutbah I

Alhamdulillah, alhamdulillah yang telah menurunkan Al-Furqan bagi umat manusia sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang satu, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya yang diutus kepada kami dengan berbagai macam nikmat yang terus-menerus. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada junjungan kami Muhammad serta keluarganya dan sahabat-sahabatnya yang senantiasa membersihkan Allah dengan pembersihan yang sempurna. Sesudah itu, aku nasihatkan kalian dan diriku sendiri untuk takwa kepada Allah Yang Maha Tinggi, Maha Perkasa, yang berfirman dalam kitab-Nya yang teguh: "Dan tinggalkanlah dosa yang tampak maupun yang tersembunyi, sesungguhnya orang-orang yang mengumpulkan dosa akan dibalas dengan apa yang mereka lakukan."

Pada hari Jumat yang mulia ini, di bulan Dzulqa'dah ketika jamaah haji dari berbagai penjuru dunia mulai berangkat menuju tanah suci, khatib menyampaikan pesan kepada dirinya sendiri maupun kepada seluruh jamaah. Marilah kita bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala dengan meniru perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jalankan segala perintah Allah sejauh kemampuan kita. Dan hindari segala larangan-Nya tanpa terkecuali. Tidak lupa pula mengirimkan shalawat dan salam semoga tercurah kepada teladan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Siapa yang tidak menginginkan doanya dikabulkan?

Siapa yang tidak menginginkan balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT?

Tentu semua dari kita menginginkan setiap doa yang dipanjatkan dikabulkan dan pahala yang diperoleh menjadi berlipat ganda.

Oleh karena itu, sebagai bentuk rasa terima kasih kita, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT yang telah mewajibkan kita untuk melaksanakan Ibadah Haji bagi yang sudah memenuhi syarat wajib haji.

Pada bulan Dzulqo’dah ini, banyak saudara-saudara kita yang akan segera melaksanakan ibadah haji. Betapa mulianya bagi seorang hamba untuk dapat memenuhi panggilan Tuhan menuju Baitulloh.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Banyak keistimewaan yang akan kita peroleh ketika melakukan Ibadah haji. Di antaranya:

Pertama, dengan haji yang mabrur, maka ibadaha haji adalah salah satu di antara ibadah yang paling utama.

Dalam riwayatnya, Abu Hurairoh, berkata:

سُئِلَ رَسُوْلُ الله : “أيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟” قَالَ: إِيْمَانٌ بِالله وَ رَسُولِهِ. قِيلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ الله, قِيلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ : قَالَ : حَجٌّ مَبْرُورٌ

Maknanya: Nabi Muhammad S.A.W. ditanya, "Apa amal ibadah yang paling utama?"

Beliau berkata: "Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya." Lalu dikatakan kepadanya: "Setelah itu apa?" Beliau menjawab: "Berjuang di jalan Allah." Dikatakan lagi: "Lalu apa setelah itu?" Beliau menjawab: "Haji yang diterima." (H.R. Bukhari dan Muslim)

Kedua, Surga adalah ganjaran bagi haji yang diterima. Rasulullah bersabda:

Umrah ke Umrah adalah penebus dosa antara keduanya, dan Haji yang mabrur tidak memiliki balasan selain surga.

Maknanya: "Umroh yang pertama hingga umroh berikutnya berfungsi sebagai penebus dosa yang dilakukan di antara keduanya, sedangkan haji yang sempurna tidak akan mendapat balasan selain surga." (H.R. Bukhori, Muslim)

KetigaIbadah haji dapat menghapus dosa, bahkan seluruh dosa bisa dihapus melalui ibadah haji. Nabi bersabda:

Siapa yang melakukan haji, lalu tidak berbuat maksiat dan tidak berlaku buruk, maka ia kembali seperti hari kelahirannya. Ditetapkan secara mutlak.

Maknanya: "Siapa saja yang melakukan haji dan tidak melakukan hubungan intim serta tidak pula melakukan perbuatan maksiat, maka ia kembali seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya." (H.R. Bukhori, Muslim)

Keempat, Orang yang melakukan haji dan umrah doanya akan dikabulkan. Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah bersabda:

Pemimpin di jalan Allah, orang yang melakukan haji dan umrah, utusan Allah, memanggil mereka, lalu mereka menjawabnya, dan mereka memohon, lalu Dia memberi kepada mereka.

Maknanya: "Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang melaksanakan haji dan yang melaksanakan umrah adalah tamu Allah. Allah memanggil mereka, lalu mereka merespons panggilan-Nya. Mereka memohon kepada-Nya, dan Allah memberikan"

permohonan mereka.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ibadah haji adalah salah satu rukun yang memperbaiki keyakinan umat Islam. Bagi Anda yang telah memenuhi syarat wajib haji, sebaiknya tidak mengabaikan kesempatan yang tersedia. Rosululloh S.A.W. pernah berkata:

Segeralah pergi ke haji, karena salah seorang dari kalian tidak tahu apa yang akan terjadi kepada dirinya.

Maknanya: "Segeralah kalian melaksanakan ibadah haji, karena sesungguhnya salah satu dari kalian tidak tahu akan adanya rintangan yang menghalangi." (H.R. Ahmad)

Semoga Allah memberi kita kesempatan untuk berkunjung ke Baitullah.

Ya Allah, jadikanlah kami dan Engkau termasuk orang-orang yang berbahagia. Berilah kami keberhasilan dalam segala hal yang Engkau cintai dan ridhai di setiap waktu.

Dan ampunilah kami dengan kebaikanmu, ya Tuhan yang memiliki kebaikan yang luas. Dengan rahmatmu, ya Tuhan yang paling pengasih lagi penyayang.

Dan jika kalian membaca Al-Qur'an, dengarkanlah dan diamlah, agar kalian mendapat rahmat.

Katakanlah, Tuhan, berikanlah ampunan dan kasih sayang, dan Engkau adalah yang paling baik dari sekian banyak yang penuh kasih.

Khutbah II

Alhamdulillah wa kafya, wa usalliy wa asallimu 'ala sayyidina Muhammad al-Mustafa, wa 'ala aalihi wa ashhabihi ahli al-wafa. Aasyhadu an la ilaha illa Allah wahdahu la syarika lah, wa aasyhadu anna sayyidina Muhammad abduhu wa rasuluhu. Amma ba'du, ya ayyuha al-muslimuna, uwwasiykum wa nafsii bi taqwa Allah al-aliyy al-azhim wa 'alimuu anna Allah amara kum bi amrin azhim, amara kum bil-shalat was-salam 'ala nabiyyihi al-karim fa qala: innallaha wa malakutuhu yusalluuna 'ala al-nabiyyi, ya ayyuha alladzina amanu shaluu 'alaih wa sallimu tasliman. Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala aali sayyidina Muhammad kama shollaita 'ala sayyidina Ibrahim wa 'ala aali sayyidina Ibrahim wa barik 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala aali sayyidina Muhammad kama barakta 'ala sayyidina Ibrahim wa 'ala aali sayyidina Ibrahim, fi al-'alamina inna ka hamidun majidun. Allahumma ghfir lil-muslimina wal muslimat wal mu'minin wal mu'minat al-ahyaa minhum wa al-ammwat. Allahumma dfa' 'annaa al-bala' wa al-ghalaa' wa al-wabaa' wa al-fahsya' wa al-munkar wa al-baghy wa al-suuf al-mukhtalifah wa asyadda wa al-mihana, ma zhahara minhu wa ma bathana, min badlina hadza khassatan wa min buldan al-muslimina 'amman, inna ka 'ala kulli syai'in qadir. Rabbana la tu'akhidz na in nasiyina au akhtha'na rabbana wa la tachmil 'alayna isran kama hamaltahu 'ala al-ladziyna min qablina rabbana wa la tachmilnna ma la taqata lana bihi wa 'afu 'annaa wa ghfir lana wa arhamnna anta maulana fansurna 'ala al-qawmi al-kafirin. Rabbana atina fi ad-dunya hasanah wa fi al-akhirati hasanah wa qinna 'adzaba an-nar. Wa al-hamdu lillahi rabbil 'alamin. 'Ibadallah, inna Allah ya'muru bil-'adli wal ihsani wa i'ta' dzil qurbaya wa yanhahu fil-fahsyaa' wa al-munkari wa al-baghy, ya'izzukum la'alla taktabaruun. Faidzkurullah al-azhim yadzkurkum wa ladzikru Allahi akbaru.

(*)

Lihat artikel lain dari Priangan.com di Google News

TerPopuler