Ringkasan Berita:
- Taubat harus segera dilakukan, ampunan tertutup ketika ajal tiba dan matahari terbit dari barat.
- Jangan menunda, kematian tidak menunggu usia.
- Jumat merupakan hari yang mulia, momen khutbah mengajak umat Muslim untuk bertaubat sebagai pengingat bagi mereka hari ini.
PRIANGAN.COM – Segera bertaubat sebelum terlambat merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam, karena pintu pengampunan Tuhan akan ditutup pada dua momen penting: saat kematian mendekat (jiwa berada di ujung tenggorokan) dan ketika matahari terbit dari barat (kiamat). Jangan mengundurkan taubat hingga tua, karena kematian tidak pernah menunggu usia.
Membicarakan mengenai Jumat hari ini, khususnya pada hari Jumat tanggal 24 April 2026, kita sebagai laki-laki yang beragama Islam akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.
Jumat, yang disebut sebagai Raja Hari atau Penghulunya Hari, dianggap oleh umat Islam sebagai hari yang penuh berkah.
Khusus untuk khutbah Jumat hari ini, berikut adalah teks khutbah Jumat tanggal 24 April 2026 yang telah diunggah oleh Priangan.com dari berbagai sumber mengenai tema "Bertaubatlah Sebelum Datangnya Dua Waktu".
Khutbah 1
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِك. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِك. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُه. خَيْرَ نَبِيٍّ أَرْسَلَه. أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرْاً وَنَذِيْراً. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَاماً دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن. أَمَّا بَعْدُ فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: ۚ وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
Jamaah shalat Jumat yang diberkati oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Pada awal khutbah Jumat, khatib mengajak seluruh jamaah untuk memuji Allah SWT dan mengirimkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta senantiasa menjaga dan meningkatkan rasa takwa kepada Allah dan Rasul-Nya. Semoga dengan ketakwaan ini, kita diberi jalan keluar dari berbagai tantangan yang sedang dihadapi, serta dilimpahkan rezeki yang tidak pernah terduga.
Allah menyampaikan dalam Al-Quran, surah At-Talaq ayat 2 dan 3:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ
Artinya, "Siapa pun yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS At-Talaq: 2-3).
Jamaah shalat Jumat yang diberkati oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang tidak pernah terlepas dari pada perbuatan dosa. Tiap hari atau bahkan tiap waktu, kita secara sadar maupun tidak, sering melakukan perbuatan yang sejatinya menimbulkan dosa, baik melalui tindakan maupun lisan.
Meskipun begitu, jemaah sekalian, kita dituntut untuk selalu bertobat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan meminta ampunan serta menyadari bahwa kita merupakan hamba yang lemah dalam menahan diri untuk tidak melakukan dosa dan bermaksiat.
Jamaah shalat Jumat yang diberkahi oleh Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW pernah berkata:
Semua keturunan Adam berdosa, dan yang terbaik dari para pelaku kesalahan adalah mereka yang bertobat.
Maknanya, "Setiap keturunan Adam pernah melakukan kesalahan, dan orang yang paling baik setelah berbuat salah adalah yang segera menyesali dan bertobat." (HR. Ibnu Majah).
Dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad SAW menyampaikan dengan jelas bahwa sifat alami bagi keturunan Adam adalah melakukan kesalahan, namun yang paling baik di antara mereka adalah ketika mereka segera menyadari kesalahan yang telah dilakukan dan memohon pengampunan kepada Allah.
Kita semua perlu percaya bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Pengampun terhadap segala kesalahan yang kita lakukan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa meskipun dosa kita banyak hingga mengisi langit, pasti Allah akan mengampuni kita selama kita bersungguh-sungguh bertaubat kepada-Nya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
Jika kalian berbuat kesalahan hingga dosa-dosa kalian mencapai langit, kemudian kalian bertaubat, niscaya Dia akan menerima taubat kalian.
Maknanya, "Jika kalian melakukan kesalahan hingga kesalahan kalian mencapai langit dan bumi, lalu kalian bertobat, maka tobat kalian akan diterima." (HR. Ibnu Majah).
Meskipun Allah sangat murah hati, jangan sampai kelapangan-Nya terhadap hamba-Nya digunakan sebagai alasan untuk membenarkan kelalaian kita. Sebagai seorang hamba, tentu kita perlu menjaga diri dari tindakan dosa.
Jemaah sholat Jumat yang diberkahi oleh Allah
Sebagai hamba yang lemah dan tidak mampu menghindari perbuatan terlarang serta dosa, maka kita perlu segera bertaubat mulai saat ini. Jangan sampai kita menunda taubat dan memohon pengampunan kepada Allah ketika sudah tua, dengan pikiran bahwa kita masih muda dan sehat.
Dalam Al-Quran, Allah sering menyebut diri-Nya sebagai zat yang menerima taubat hamba-Nya, yang mengampuni segala kesalahan hingga penuh kasih sayang dan murah hati. Namun, taubat dan permohonan pengampunan kepada Allah hanya diterima jika datang sebelum dua waktu: pertama ketika ajal tiba menjemput dan yang kedua ketika hari kiamat tiba.
Mengenai waktu pertama, yaitu taubat yang tidak diterima ketika ajal datang menjemput, Allah Ta'ala berfirman dalam surat An-Nisa' ayat 18:
Dan tidaklah taubat itu untuk orang-orang yang berbuat kejahatan hingga ketika salah seorang dari mereka mendekati maut, ia berkata, "Sesungguhnya aku bertaubat sekarang," dan bukan pula bagi orang-orang yang mati dalam keadaan kafir. Mereka itulah yang telah Kami siapkan azab yang pedih.
Maknanya, "Dan taubat tidak diterima oleh Allah dari orang-orang yang melakukan kejahatan hingga ketika ajal datang kepada seseorang di antara mereka, baru ia berkata, 'Sesungguhnya saya bertaubat sekarang'. Dan taubat juga tidak diterima dari orang-orang yang mati dalam kekafiran. Bagi mereka telah Kami siapkan azab yang menyakitkan." (QS An-Nisa': 18).
Syekh Wahbah az-Zuhaili menguraikan ayat ini dalam karyanya, al-Tafsir al-Munir, "Penerimaan tobat seorang hamba dan pengampunan Allah merupakan anugerah serta kebaikan bagi orang-orang yang berdosa dan terjebak dalam kesalahan tersebut selama mereka tidak terus-menerus melakukan perbuatan itu."
Hamba-hamba Allah melakukan perbuatan maksiat karena pengaruh hawa nafsu dan rayuan setan, sehingga mereka berusaha bertobat sebelum nyawa sampai di ambang kematian, bahkan tobat masih diterima ketika seseorang melihat malaikat yang sedang mengambil ruhnya.” (Syekh Wahbah al-Zuhaili, al-Tafsir al-Munir, [Beirut: Dar al-Fikr al-Mu’ashir, 1418], jilid IV, hal. 294).
Jamaah shalat Jumat yang diberkati oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Selanjutnya, waktu kedua di mana permintaan maaf seorang hamba tidak lagi diterima adalah ketika hari kiamat tiba. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta'ala dalam surat Al-An'am ayat 158:
Apakah mereka hanya menunggu datangnya malaikat atau datangnya Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu? Pada hari ketika sebagian tanda-tanda Tuhanmu datang, iman seseorang tidak akan bermanfaat bagi dirinya jika ia belum beriman sebelumnya, atau ia tidak melakukan kebaikan dalam imannya. Katakanlah: "Tunggulah, sesungguhnya kami juga sedang menunggu."
Maknanya, "Apa yang mereka tunggu-tunggu hanyalah kedatangan malaikat yang datang kepada mereka (untuk mengambil nyawa mereka) atau kedatangan azab Tuhanmu atau datangnya beberapa tanda dari Tuhanmu. Pada hari tiba tanda dari Tuhanmu, iman seseorang terhadap dirinya sendiri yang belum beriman sebelumnya tidak lagi berguna, atau dia belum berusaha melakukan kebaikan selama masa imannya. Katakanlah: "Tunggulah kalian, sesungguhnya Kami juga menunggu." (QS Al-An'am: 158).
Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam penjelasannya mengatakan bahwa ayat tersebut menunjukkan bahwa tobat dan iman seseorang yang baru dilakukannya pada hari kiamat tidak akan bermanfaat, sama seperti iman Fir’aun yang hanya muncul ketika ia menyadari kekuasaan Allah saat tenggelam di Laut Merah. (Syekh Wahbah al-Zuhaili, al-Tafsir al-Munir, [Beirut: Dar al-Fikr al-Mu’ashir, 1418], jilid IV, halaman 294).
Jamaah shalat Jumat yang diberkati oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan sebelumnya, sebaiknya kita mulai memperbaiki diri dan melakukan muhasabah untuk kembali merenungkan hal-hal yang telah kita lakukan selama ini. Mulailah dengan bersikap rendah hati dan meminta maaf kepada keluarga, kerabat, teman, serta orang-orang yang mungkin pernah kita luka hatinya.
Nabi Muhammad SAW pernah berkata:
Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya seratus kali dalam sehari.
Maknanya, "Wahai manusia semuanya, bertaubatlah kepada Allah, karena sesungguhnya aku juga bertaubat kepada-Nya sebanyak seratus kali dalam sehari." (HR. Muslim).
Semoga Allah memberkati saya dan kalian dalam Al-Qur'an yang Agung, dan semoga saya serta kalian mendapat manfaat dari apa yang ada di dalamnya, yaitu ayat-ayat dan peringatan dari Sang Hakim. Saya menyampaikan perkataan ini, lalu saya memohon ampunan kepada Allah Yang Agung, sesungguhnya Dia adalah Yang Pemaaf lagi Pengasih.
Khutbah 2
Alhamdulillah, banyak sekali seperti yang diperintahkan. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya, tidak ada sekutu baginya, dipaksa oleh siapa yang menyangkal dan berlaku kafir. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, pemimpin segala makhluk dan manusia. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Nabi kami Muhammad serta keluarganya dan sahabatnya, serta siapa saja yang mengikuti mereka dengan kebaikan sampai hari kiamat. Sesudah itu, wahai manusia, aku nasihati kalian dan diriku sendiri untuk takwa kepada Allah, karena sesungguhnya orang-orang bertakwa itulah yang berhasil. Allah Ta'ala berfirman: Ambillah zakat dari harta mereka untuk membersihkan dan menyucikan mereka dengannya, dan berdoalah atas mereka, sesungguhnya doa kamu menjadi ketenangan bagi mereka, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwa Allah adalah Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Dan Dia juga berfirman: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, shalatlah kamu kepadanya dan salamkanlah dengan salam yang sempurna. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi kami Muhammad dan kepada keluarga Nabi kami Muhammad. Ya Allah, ampunilah orang-orang beriman laki-laki dan perempuan, orang-orang muslim laki-laki dan perempuan, yang masih hidup dan yang sudah mati. Ya Allah, sebagaimana Engkau memuliakan kami dengan iman kepada-Mu, dan memuliakan kami dalam rukun Islam dengan berpuasa kepada-Mu, serta zakat untuk yang berhak, tolonglah kami dalam menjalankan perintah-Mu, dan jadikanlah kebersihan jiwa kami dalam menghadap-Mu serta jalan untuk dijawab dalam setiap permohonan yang telah diajarkan kepada kami untuk memohon kepada-Mu dalam firman-Mu dalam Kitab-Mu yang mulia. Ya Allah, jauhkanlah dari kami bencana, wabah, gempa bumi, musibah, fitnah buruk, dan segala bentuk musibah yang terlihat maupun tersembunyi, khususnya di negeri kami Indonesia dan seluruh negeri-negeri umat Islam secara umum. Ya Tuhan semesta alam. Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sebagai sesuatu yang benar dan berilah kami kekuatan untuk mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan sebagai sesuatu yang batil dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya. Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia ini dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah memerintahkan keadilan, kebaikan, memberi kepada kerabat dekat, dan melarang perbuatan keji, kemunkaran, dan aniaya. Ia memberi peringatan kepada kalian agar kalian ingat. Dan ingatlah kepada Allah yang agung, niscaya Allah akan mengingat kalian. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah yang terbesar.
Lihat berita terbaru Priangan.com lainnya di: Google News