
Ringkasan Berita:
- OMK Long Melaham memperoleh gelar Tablo Jumat Agung dengan penuh kehormatan.
- Pertunjukan menggambarkan kisah penderitaan Yesus Kristus.
- Tradisi ini diharapkan tetap dipertahankan sebagai bagian dari keyakinan umat.
KALTIM.CO, UJOH BILANG - Perayaan Jumat Agung di Desa Long Melaham, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, pada Jumat (3/4/2026) berlangsung dengan penuh kesan melalui pertunjukan drama teatrikal mengenai penderitaan Yesus Kristus atau Tablo.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh komunitas Orang Muda Katolik (OMK) sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari suci yang mengenang penganiayaan dan kematian Yesus Kristus.
Pertunjukan diadakan di pagi hari dengan rute melewati desa dan berakhir di dekat Gereja 12 Rasul Long Melaham.
Pertunjukan tersebut menggambarkan perjalanan Yesus dalam memikul salib hingga penganiayaan sebagai lambang penebusan dosa umat manusia.
Rangkaian Ibadah Jumat Agung
Selain Tablo, rangkaian perayaan Jumat Agung dilanjutkan dengan ibadah di dalam gereja, termasuk upacara mencium kaki Yesus oleh jemaat sebagai wujud penghormatan dan refleksi iman.
Acara ini menjadi kesempatan yang penting bagi umat untuk memikirkan makna pengorbanan dan kasih dalam ajaran Kristen.
Antusiasme dan Penghayatan Umat
Semangat masyarakat terlihat luar biasa, di mana peserta yang sebagian besar terdiri dari kalangan pemuda hingga orang dewasa mengikuti prosesi pawai dengan penuh rasa keterlibatan.
Banyak umat yang terkesan mendalam hingga mengalirkan air mata saat menyaksikan setiap adegan yang dimainkan dengan penuh dedikasi oleh para pemain.
"Pertama-tama apresiasi kepada para pemuda yang telah mempersiapkan Tablo ini dengan luar biasa penuh dedikasi, sehingga saya merasakan perasaan haru hingga sedikit meneteskan air mata saat melihat betapa beratnya kisah penebusan dosa melalui jalan salib ini," kata Marta Unyang, Jumat (3/4/2026).
Persiapan pertunjukan ini diketahui telah dilakukan sekitar satu bulan melalui latihan berkala oleh para pemuda gereja.
Komitmen tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dan tekad kalangan muda dalam melestarikan tradisi keagamaan.
Meski bukan menjadi agenda wajib setiap tahun, umat Long Melaham berharap tradisi Tablo ini tetap dijaga sebagai bagian dari perayaan iman serta warisan budaya keagamaan di Mahakam Ulu.(*)