bengkalispos.com- Belakangan ini, isu tentang perselisihan antara Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letjen TNI Djon Afriandi dengan pihak protokoler Istana menjadi perbincangan di media sosial. Namun, informasi tersebut telah dikonfirmasi sebagai hoaks atau tidak benar.
Melalui akun media sosial resmi mereka, Kopassus telah mengunggah dua postingan yang menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar. Kedua unggahan tersebut menampilkan screenshot dari konten akun medsos retailman69 yang menceritakan perselisihan tersebut.
"Waspadalah, sedang beredar informasi palsu yang menyebut nama pejabat TNI dan lingkungan Istana. Narasi tersebut menyatakan adanya perselisihan antara Pangkopassus dengan pihak protokoler. Ini hanyalah buatan tanpa dasar yang jelas," demikian isi unggahan akun media sosial resmi Kopassus pada Selasa (21/4).
Pada unggahan yang sama, akun media sosial resmi Kopassus mengajak masyarakat untuk tidak langsung percaya berita yang menyebar tanpa adanya sumber yang sah dan dapat dipercaya. Mereka menganggap informasi tersebut disebarkan secara sengaja guna menciptakan keributan dan merusak persatuan antar lembaga.
Saat diwawancarai oleh awak media, Kepala Penerangan (Kapen) Kopassus Letkol Infanteri Yanuar mengatakan bahwa informasi yang beredar luas di media sosial adalah palsu atau berita bohong. Berita yang disebarkan oleh akun retailman69 sama sekali tidak benar.