Kronologi Paket MBG di Sekolah Tulang Bawang Lampung Dianggap Mubazir dan Tidak Layak Konsumsi -->

Kronologi Paket MBG di Sekolah Tulang Bawang Lampung Dianggap Mubazir dan Tidak Layak Konsumsi

19 Apr 2026, Minggu, April 19, 2026
Kronologi Paket MBG di Sekolah Tulang Bawang Lampung Dianggap Mubazir dan Tidak Layak Konsumsi

bengkalispos.com- Beredar video di media sosial yang menunjukkan puluhan makanan bergizi gratis (MBG) yang diduga tidak layak dikonsumsi oleh siswa sekolah di wilayah Tulang Bawang, Lampung.

Sebelumnya diketahui, temuan tersebut terungkap dalam kegiatan pengawasan atau pemantauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Rawajitu Selatan, Tulang Bawang, pada hari Rabu, (8/4/2026).

Tampak dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada hari Minggu, 12 April 2026, diduga sebagian besar tumpukan makanan MBG tersebut tidak tersentuh oleh para siswa karena dianggap sudah kadaluarsa.

"Banyak makanan yang tersisa, bahkan tidak sedikit yang tidak tersentuh oleh siswa," demikian tercantum dalam unggahan tersebut.

Lalu, bagaimana sebenarnya penemuan paket MBG di sekolah Lampung ini dimulai? Berikut adalah urutan kejadiannya.

Berdasarkan laporan yang diterima, rombongan pejabat setempat mengungkapkan perhatian terhadap tumpukan sampah MBG di lokasi kejadian.

Wakil Bupati Tulang Bawang, Hankam Hasan yang turut serta dalam kegiatan tersebut langsung memanggil petugas Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

"Silakan tunjukkan SPPI-nya, panggil, ini sia-sia," kata Hasan di lokasi kejadian.

Bagi yang belum mengetahui, SPPI adalah petugas dari Badan Gizi Nasional dan Kemhan, yang bertugas merekrut lulusan sarjana sebagai ASN/Komcad untuk memimpin SPPG di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kejadian ini, pejabat setempat menyampaikan penyesalan atas ditemukannya puluhan ompreng MBG yang tersisa, bahkan tidak sama sekali dimakan oleh para siswa.

Hasan selaku Wakil Bupati Tulang Bawang kemudian mengkritik kinerja SPPI setelah adanya menu seperti telur ceplok hingga salak yang dianggap sudah tidak layak konsumsi.

"Telur goreng jika terlalu lama tidak baik, mungkin bisa diganti dengan telur rebus," katanya.

"Lalu ini buah salak, saya sudah sering mengingatkan, bisa saja terlihat dari luar bagus namun di dalamnya rusak," tambah Hasan.

Mengenai isu tersebut, Wakil Bupati Hasan mengajak kepada SPPG setempat agar tidak hanya menjalankan tugasnya, tetapi juga memantau paket MBG hingga sampai ke sekolah dalam kondisi aman untuk dikonsumsi.

Hasan menegaskan, pihaknya akan terus memantau program MBG hingga program tersebut benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Tulang Bawang.

"Kalian tidak mampu memeriksa satu per satu, silakan kembali dan evaluasi, karena jika seperti ini sia-sia," tegasnya.

Sampai berita ini dirilis, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPPG mengenai kejadian ditemukannya puluhan ompreng MBG di kawasan Tulang Bawang yang dinilai sudah tidak relevan.***

TerPopuler