Kronologi wanita Indramayu minta bantuan Dedi Mulyadi usai jadi pengantin pesanan di Tiongkok -->

Kronologi wanita Indramayu minta bantuan Dedi Mulyadi usai jadi pengantin pesanan di Tiongkok

8 Apr 2026, Rabu, April 08, 2026

bengkalispos.com. Seorang perempuan asal Indramayu meminta bantuan untuk diselamatkan setelah menjadi pengantin pesanan di Tiongkok sempat membuat heboh masyarakat. Perempuan tersebut bahkan sampai memohon bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Ternyata, identitas korban diketahui bernama Kusnia (21) yang berasal dari Kabupaten Indramayu, Jawa Barat,

Kronik Perempuan dari Indramayu Meminta Dibantu Peristiwa Perempuan Asal Indramayu Mencari Bantuan Kisah Perempuan yang Datang dari Indramayu Minta Pertolongan Latar Belakang Perempuan Berasal dari Indramayu Minta Bantuan Sejarah Perempuan Asal Daerah Indramayu Minta Diselamatkan

Awalnya, Kusnia mengakui bahwa dia dikirim ke Tiongkok untuk menikahi Warga Negara Asing (WNA). Korban juga mengaku dapat berangkat setelah diantar oleh dua orang Warga Negara Indonesia (WNI).

Namun setelah tiba di sana, Kusnia merasa tidak nyaman dengan orang asing tersebut dan meminta untuk dikembalikan. Malangnya, penolakannya justru menyebabkan dirinya diancam oleh dua orang warga negara Indonesia yang mengirimkannya kembali.

" Tolong saya, saya ingin pulang pak, saya ingin kembali ke keluarga pak, saya ingin pulang, saya menderita di sini," kata Kusnia dalam video berdurasi 1 menit 14 detik yang ia unggah ke media sosial.

Kusnia bahkan mengirim pesan kepada Dedi Mulyadi agar dapat membantunya sambil menceritakan kejadian yang ia alami.

Kepada Yang Terhormat Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi. Saya ingin memperkenalkan diri, nama saya Kusnia, saya berasal dari Indramayu, Jawa Barat, saat ini saya berada di negeri Tiongkok.

Saya adalah salah satu korban pernikahan yang diatur oleh pihak ketiga, tolong saya," ujar Kusnia dilansir dari bengkalispos.comdari Kompas.com, Rabu (8/4/2026).

Tidak berhenti sampai di situ, Kusnia juga mengakui mengalami pelecehan seksual jika tidak memenuhi keinginan pelaku.

"Saya menderita di sini, saya sering mengalami pelecehan seksual jika saya tidak mengikuti keinginannya," tambahnya.

 

Kusnia mengakui bahwa ia tidak mampu melarikan diri untuk menyelamatkan dirinya sendiri karena dokumen-dokumen seperti paspornya telah disita. Ia juga dibatasi atau dilarang untuk bepergian ke mana pun.

Tiba-tiba, setelah mengetahui kronologi seorang perempuan asal Indramayu meminta bantuan setelah menjadi pengantin pesanan di Tiongkok, Bupati Indramayu, Lucky Hakim langsung berusaha mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya terjadi.

Lucky juga mengakui belum menerima laporan mengenai kejadian yang menimpa Kusnia.

"Saya belum, belum menerima laporan," ujar Lucky dikutip dari Jabar.id.

Meskipun demikian, Lucky akan terlebih dahulu memastikan jenis visa yang digunakan, apakah visa wisata atau visa kerja. Selain itu, status perjalanannya, apakah berangkat secara pribadi atau ada pihak tertentu yang mengirimkannya dengan modus bekerja.

"Pengantin pesanan ini menurut saya sangat rentan terhadap perdagangan manusia dan tidak terkendali. Saya juga ingin tahu, apakah ini benar atau tidak, kita akan coba selidiki," tegas Lucky Hakim. (*)

TerPopuler