Kuota Haji Cirebon Naik, 2.576 Jemaah Siap Berangkat Tahun Ini -->

Kuota Haji Cirebon Naik, 2.576 Jemaah Siap Berangkat Tahun Ini

8 Apr 2026, Rabu, April 08, 2026

bengkalispos.com, CIREBON - Sebanyak 2.576 calon jamaah haji dari KabupatenCirebon, Jawa Barat, dipastikan siap dikirimkan pada musim haji 2026. Pemberangkatan akan dimulai pada 24 April 2026 melalui kloter 5, dengan seluruh persiapan hampir selesai.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cirebon, Mualim Tamim, menyatakan bahwa persiapan pelaksanaan haji di wilayahnya telah mencapai 99%. Saat ini, pihaknya hanya menantikan jadwal keberangkatan jemaah menuju Tanah Suci.

"Alhamdulillah, persiapan telah mencapai hampir 100%. Tinggal menunggu keberangkatan. Tahun ini terdapat 2.576 jemaah dari Kabupaten Cirebon," kata Mualim Tamin, Rabu (8/4/2026).

Mualim mengatakan, jemaah haji Kabupaten Cirebon tahun ini dibagi menjadi 7 kloter. Dari jumlah tersebut, 5 kloter diisi penuh dengan masing-masing beranggotakan 445 orang, sedangkan 2 kloter lainnya merupakan kloter gabungan yang bersamaan dengan daerah lain seperti Kota Bandung dan Indramayu.

Menurutnya, jumlah total jemaah yang berangkat tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah jemaah haji dari Kabupaten Cirebon tercatat sekitar 2.200 orang, sedangkan tahun ini naik menjadi lebih dari 2.500 jemaah.

"Kuota Kabupaten Cirebon justru naik, meskipun secara umum kuota Jawa Barat mengalami penyesuaian. Hal ini dikarenakan jumlah pendaftar di Cirebon cukup besar," katanya.

Ia menuturkan, sistem penentuan kuota haji saat ini tidak lagi sepenuhnya didasarkan pada jumlah penduduk muslim, tetapi lebih memperhatikan jumlah pendaftar atau daftar antrian di setiap wilayah. Semakin panjang daftar tunggu, maka kemungkinan mendapatkan kuota cenderung lebih besar.

Dari segi administrasi, seluruh jemaah yang dikirimkan telah memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) serta kelulusan pemeriksaan kesehatan. Proses istitha’ah kesehatan menjadi persyaratan utama sebelum jemaah dapat melakukan pelunasan biaya dan dianggap siap untuk berangkat.

"Seluruh jamaah yang berangkat telah lunas dan memenuhi persyaratan kesehatan. Jika belum sehat, tidak dapat melunasi," ujar Mualim.

Dari jumlah jemaah tersebut, sekitar 40% di antaranya adalah lansia. Keadaan ini menjadi fokus khusus dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Pemerintah mengusung tema pelayanan "haji yang ramah lansia, disabilitas, dan perempuan" guna memastikan kenyamanan serta keamanan seluruh jemaah.

"Kami memberikan perhatian khusus terhadap lansia dan kelompok rentan lainnya. Jangan sampai ada yang diabaikan dalam pelaksanaan ibadah haji," katanya.

Selain para lansia, perhatian juga diberikan kepada jemaah perempuan serta individu yang memiliki disabilitas. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan dan pelayanan, termasuk pendampingan selama perjalanan ibadah.

Setiap kloter diawasi oleh sejumlah petugas. Satu kloter terdiri dari sekitar 445 orang, yang didampingi oleh petugas kloter, pemimpin ibadah, tenaga medis, dokter, perawat, serta petugas haji setempat.

Kehadiran petugas diharapkan mampu menjamin kelancaran serta keamanan jemaah selama perjalanan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Mualim juga menyampaikan kekhawatiran mengenai situasi geopolitik global, termasuk perselisihan di kawasan Timur Tengah. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya terus mengawasi perubahan kondisi dan bekerja sama dengan pihak yang relevan.

"Kami terus memantau perkembangan situasi global, termasuk aspek keamanan. Namun sampai saat ini persiapan tetap berlangsung sesuai rencana," ujarnya.

TerPopuler