Lawan Berat Veda Dikagumi dengan Strategi Cemerlang Seperti Juara Dunia -->

Lawan Berat Veda Dikagumi dengan Strategi Cemerlang Seperti Juara Dunia

4 Apr 2026, Sabtu, April 04, 2026

bengkalispos.comTaktik Maximo Quiles dalam Moto3 Amerika 2026 mendapatkan apresiasi karena dianggap memiliki pikiran seperti seorang juara dunia yang handal dalam strategi balapan.

Kesuksesan Quiles dalam balapan Moto3 Amerika meninggalkan kesan yang mendalam.

Meskipun hanya mampu meraih posisi kedua, kemampuan Quiles khususnya dalam pertarungan sengit di sektor terakhir Circuit of The Americas membuatnya dianggap memiliki bakat yang luar biasa.

Ketabahannya menunggu saat lawan lengah serta cara ia menghadapi kondisi motor yang hampir tidak stabil mendatangkan pujian bagi pembalap yang pernah dilatih oleh Marc Marquez.

"Pada tiga lap terakhir, saya merasa kendaraan sedikit kurang stabil," ujar Maximo Quiles dalam penjelasannya yang dikutip bengkalispos.com dari Speedweek.

"Maka saya waspada dan mempelajari jalur pembalap lain," tambah pembalap berusia 18 tahun ini.

Quiles sebenarnya sudah memiliki strategi yang matang saat memasuki tahap akhir lomba.

Ia telah merencanakan untuk melakukan serangan di area terakhir.

Namun serangan Guido Pini menyebabkan misinya gagal.

Tindakan tajam Alvaro Carpe terhadap Valentin Perrone setidaknya memberinya kesempatan yang bisa ia gunakan.

Pada lap terakhir, saya ingin benar-benar melakukan serangan. Saya melewati Pini saat menginjak rem.

Lalu saya ingin melewati Perrone dan Carpe di rangkaian tikungan, agar bisa mempertahankan posisi saya di tikungan terakhir.

"Tetapi Pini menjawab, dan rencanaku gagal," kata pemimpin klasemen Moto3 2026 ini.

Yang membuat pemikiran Quiles mendapat pujian adalah kemampuannya memperkirakan tahap balapan yang akan menjadi sibuk.

Bermula dari situ, ia kemudian mampu merancang strategi yang matang untuk usia pembalap yang hanya satu tahun lebih tua dari Veda Ega Pratama ini. Hal inilah yang membuat media Jerman, Speedweek, terkesan dengan sosok Quiles.

"Saya mengira akan terjadi banyak kekacauan di tikungan terakhir," katanya yang telah memprediksi.

Saya mengatur belokan dengan sangat baik dan mempercepat keluar dari belokan secara efisien.

"Mungkin saya bisa menang jika lebih baik lagi mempersiapkan tikungan. Tapi ini adalah balapan yang bagus," ujar Quiles.

Meskipun tidak berhasil meraih kemenangan, posisi runner-up di seri Amerika kemarin membantu Quiles mengumpulkan poin berharga yang menjadi bekal dalam klasemen Moto3 2026.

Ia masih berada di puncak dengan total 65 poin. Meskipun mengetahui sedang memimpin dan dijagokan menjadi juara dunia, Quiles tetap ingin fokus karena persaingan yang ketat di kelas ini.

"Saya bermain dengan bijak karena saya menginginkan hasil yang bagus, bukan untuk gelar juara. Itu masih jauh. Saya ingin terus-menerus meraih poin dan selalu finish di podium," kata Quiles.

TerPopuler