Milad IMM ke-62, Walikota Samarinda Soroti Peran Mahasiswa dalam Perubahan Sosial -->

Milad IMM ke-62, Walikota Samarinda Soroti Peran Mahasiswa dalam Perubahan Sosial

4 Apr 2026, Sabtu, April 04, 2026
Milad IMM ke-62, Walikota Samarinda Soroti Peran Mahasiswa dalam Perubahan Sosial
Ringkasan Berita:
  • Andi Harun hadir sebagai narasumber dalam perayaan Milad IMM yang ke-62 di Samarinda.
  • Ia menekankan tiga dasar utama: pendidikan, etika, serta dampak masyarakat.
  • IMM diharapkan menjadi penggerak perubahan sosial dalam masyarakat.

KALTIM.CO, SAMARINDA- Wali Kota Samarinda, Andi Harun, hadir dalam acara perayaan Milad ke-62 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang diselenggarakan bersamaan dengan halal bihalal di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, pada malam Jumat (3/4/2026).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua ESDM DPP IMM Muhammad Idil, Ketua PWM Kaltim K.H. Siswanto, perwakilan Foksi IMM Kaltim, serta Ketua Umum DPD IMM Kaltim Andri Rifandi.

Pada kesempatan tersebut, Andi Harun hadir sebagai narasumber dan menyampaikan beberapa pesan penting kepada anggota IMM sebagai bagian dari gerakan mahasiswa Islam.

"Saya diundang sebagai pembicara dalam perayaan Milad IMM yang ke-62. Saya menyampaikan pesan agar IMM terus memperkuat posisinya sebagai gerakan mahasiswa Islam," katanya.

Tiga Prinsip Pokok Gerakan IMM

Ia menekankan tiga pilar utama yang perlu menjadi dasar dari gerakan IMM, yaitu keunggulan akademik, integritas moral, dan dampak sosial.

"Yang pertama adalah keunggulan akademik, yang berarti kualitas pendidikan harus melebihi rata-rata. Kedua integritas moral, IMM harus menghargai nilai etika dan spiritual. Ketiga dampak sosial, keberadaan IMM harus benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.

Menurutnya, kehadiran organisasi mahasiswa tidak cukup hanya bersifat simbolis, melainkan harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam berbagai sektor, mulai dari sosial, ekonomi hingga budaya.

"Jangan hanya sekadar hadir, tetapi harus memberikan pengaruh. Kehadiran tersebut harus memberikan manfaat kepada masyarakat," tambahnya.

Pengetahuan hingga Aksi Nyata

Pada paparannya, Andi Harun juga menguraikan kaitan antara pengetahuan, kesadaran, serta tindakan sosial.

Ia menganggap bahwa setiap pengetahuan akan melahirkan kesadaran, yang selanjutnya memicu kepekaan dan berakhir pada tindakan nyata.

"Setiap dasar pengetahuan menyebabkan kesadaran. Kesadaran menghasilkan kepekaan, dan kepekaan akan memicu tindakan nyata. Dari sana perubahan sosial dapat muncul," katanya.

Ia juga merujuk pada pendapat ulama Hasan Al-Masri mengenai makna iman yang tidak hanya terbatas pada keyakinan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

"Keyakinan bukan hanya sekadar ucapan atau diam dalam jiwa, melainkan harus tersemat dalam hati dan dibuktikan melalui tindakan serta perubahan sosial di tengah masyarakat," katanya.

Peran Mahasiswa dalam Peradaban Lokal Peran Mahasiswa dalam Kebudayaan Setempat Fungsi Mahasiswa dalam Peradaban Wilayah Tanggung Jawab Mahasiswa terhadap Peradaban Daerah Kontribusi Mahasiswa terhadap Peradaban Regional Peran Mahasiswa dalam Pembentukan Peradaban Lokal Keterlibatan Mahasiswa dalam Peradaban Daerah Dampak Mahasiswa terhadap Peradaban Wilayah Peran Aktif Mahasiswa dalam Peradaban Setempat Kontribusi Mahasiswa terhadap Kebudayaan Daerah

Selanjutnya, Andi Harun menghubungkan peran mahasiswa dengan kemajuan peradaban di Kalimantan Timur.

Menurutnya, peradaban muncul sebagai hasil dari respons kreatif terhadap berbagai tantangan yang dihadapi secara bersamaan.

"Peradaban muncul sebagai jawaban terhadap tantangan yang dihadapi. Tidak bisa dicapai dengan cara instan, melainkan melalui perjuangan yang dilalui bersama. Oleh karena itu, tindakan kolektif sangat diperlukan untuk menciptakan perubahan sosial," tutupnya.

Melalui perayaan Milad IMM yang ke-62 ini, ia berharap para anggota mampu menjadi motor penggerak perubahan yang tidak hanya tangguh secara intelektual, tetapi juga memiliki rasa empati sosial yang tinggi dalam membangun wilayah.(*)

TerPopuler