Misa Paskah 5 April 2026: Kebangkitan Yesus -->

Misa Paskah 5 April 2026: Kebangkitan Yesus

4 Apr 2026, Sabtu, April 04, 2026
Misa Paskah 5 April 2026: Kebangkitan Yesus
Ringkasan Berita:
  • Teks perayaan Paskah disusun untuk renungan harian Katolik yang lengkap.
  • Pemimpin Misa Minggu Paskah dibuat oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.
  • Ikuti perayaan misa Paskah dengan penuh keyakinan.

Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD

FLORES.COM, MAUMERE - Mari kita perhatikan teks misa pada hari Minggu tanggal 5 April 2026.

Teks perayaan misa disusun khusus untuk Minggu Paskah dengan berisi renungan harian Katolik.

Pemimpin Misa Hari Minggu Paskah adalah P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.

Ikuti perayaan misa Paskah dengan penuh keyakinan.

PERSIAPAN MISA

Petugas Liturgi berkumpul di ruang jubah. Untuk bacaan, siapkan Kitab Suci. Untuk lagu, bisa persiapkan buku lagu. Sebisa mungkin, untuk menjaga suasana yang khusuk, matikan alat komunikasi.

dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) mengatakan, "Bantuan kami adalah Tuhan", dan yang lain menjawab, "Yang menciptakan langit dan bumi".

Kemudian dilantunkan lagu pembuka untuk masa Paskah.

01. Tanda Salib dan Sapaan

P : Dengan nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

U  : Amin.  

P : Berkat kasih karunia Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan kebersamaan Roh Kudus menyertai kita.

Sekarang dan selamanya.

02. KATA PEMBUKA  

P : Selamat pagi dan selamat merayakan Paskah bagi kita semua. Perjalanan empat puluh hari berdoa, berpuasa, dan beramal menghasilkan makna dalam perayaan kebangkitan Tuhan hari ini. Kita semua bersuka cita karena telah diselamatkan oleh Tuhan. Namun, kebangkitan ini juga memberi tugas kepada kita untuk menjadi saksi-Nya. Hal ini akan kita dengar dalam bacaan pertama. Dalam bacaan kedua, melalui nasihat rasul Paulus kepada jemaat di Kolose, kita diajak untuk mencari hal-hal yang lebih mendalam. Jika kita dibangkitkan bersama Tuhan, maka kita juga dibangkitkan untuk hidup dalam hal-hal yang lebih rohani, yang menghubungkan kita dengan Tuhan dan sesama. Kita tinggalkan kebiasaan buruk yang menjauhkan kita dari Tuhan dan sesama serta meningkatkan kebiasaan baik yang memperkuat hubungan kita. Dalam bacaan Injil, kita akan mendengarkan kisah murid yang dikasihi Yesus. Ia melihat makam bersama Petrus, tetapi ia percaya bahwa Yesus telah bangkit. Kita bisa menjadi murid yang dicintai Tuhan jika kita mengingat Sabda-Nya dan menerapkannya dalam kehidupan kita. Mari kita persiapkan hati kita untuk perayaan keselamatan ini. (diam sejenak)

03. PENYESALAN DAN PEMINTAAN MAAF

[Bisa juga diganti dengan semburan air yang diiringi Lagu Vidi Aquam (PS 234, MB 104, Yubilate 681), atau Janji Baptis (PS 592, MB 427, Yubilate 492, 493)]

P  : Di hadapan Tuhan yang kini berada di tengah kita, marilah kita menyesali dan mengakui segala dosa, serta memohon pengampunan atas segala kekurangan kita agar layak bertemu dengan-Nya dan pantas.

merayakan Sabda penyelamatan-Nya.

Saya mengakui kepada Allah yang Maha Kuasa, serta kepada saudara-saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, baik dalam pikiran maupun perkataan, baik dalam tindakan maupun kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya benar-benar berdosa. Karena itu, saya memohon kepada Santa Perawan Maria, para malaikat dan orang kudus, serta kepada saudara-saudara sekalian, agar mendoakan saya di hadapan Allah, Tuhan kita.

P : Semoga Allah melihat dan menghiraukan kita.

Semoga Ia menunjukkan belas kasihan-Nya dan memberikan pengampunan atas dosa serta kedamaian

sejahtera kepada kita.  

U : Amin.  

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN  

[Disarankan menggunakan Madah Kemuliaan berikut ini.]

P : Keagungan kepada Tuhan di surga

dan perdamaian di bumi kepada mereka yang berkenan kepada-Nya.

P : Kami memuji Engkau,

Kami menghormati Engkau.

P : Kami menyembah Engkau,

Kami menghormati Engkau.

P : Kami mengucapkan terima kasih kepada-Mu, atas kebesaran-Mu yang mulia.

Ya Tuhan Yang Mahatinggi, Raja Surgawi, Allah Bapa yang Maha Kuasa.

P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Anak Tunggal-Mu.

Ya Tuhan Allah, Domba Allah, Putra Bapa.

P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.

Engkau yang menghapus kesalahan dunia, kabulkanlah permohonan kami.

P : Engkau yang berada di samping Bapa, kasihanilah kami.

Karena hanya Engkau yang suci.

P : Hanya Kau-lah Tuhan.

Hanya Kau yang tertinggi, ya Yesus Kristus.

P: bersama dengan Roh Suci,

Dalam kemuliaan Tuhan Allah. Amin.

05. DOA PEMBUKA  

P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak] Tuhan Yang Maha Esa di surga, sumber kehidupan yang sejati. Hari ini kami merayakan kebangkitan Yesus, Anak-Mu. Kebangkitan-Nya yang menang atas maut telah membuka jalan menuju kehidupan abadi bagi kami. Kami memohon, izinkanlah kami merayakan kebangkitan-Nya dengan penuh rasa terima kasih, dan semoga melalui hal itu kami diperbaharui oleh Roh-Mu, serta bangkit dan hidup dalam cahaya-Mu. Dengan perantaraan Yesus Kristus, Anak-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, bersama Engkau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, selamanya.

U  : Amin.  

06. Undangan untuk Mendengarkan Firman Tuhan

P : Mari kita membuka hati kita untuk mendengarkan Firman Tuhan dan menerimanya sehingga Firman Tuhan menjadi cahaya iman kita serta alat bantu dalam menjalani kehidupan.

[Bacaan dibacakan dari Alkitab] 

07. BACAAN PERTAMA (Kisah Para Rasul 10:34a,37-43)

L : Bacaan dari Kitab Kisah Para Rasul.

Kemudian mulailah Petrus berbicara, katanya:

“Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.

Dan kami menjadi saksi terhadap segala tindakan-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh-Nya serta menggantung-Nya di atas kayu salib.

Yesus telah bangkit dari kematian pada hari ketiga oleh Allah, dan Allah berkenan menampakkan diri-Nya, bukan kepada seluruh rakyat, melainkan kepada saksi-saksi yang sebelumnya dipilih oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama Dia setelah Ia bangkit dari kematian.

Dan Dia telah memerintahkan kami untuk menyampaikan kepada seluruh bangsa dan bersaksi bahwa Dialah yang ditetapkan Tuhan sebagai Hakim bagi orang-orang yang masih hidup dan yang sudah mati.

Mengenai Dia, semua nabi bersaksi bahwa siapa pun yang percaya kepada-Nya akan menerima pengampunan dosa melalui nama-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan. 

Terima kasih kepada Allah.

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN   

Refren (Mzm 118:24) 

Ini adalah hari yang telah disiapkan Tuhan, marilah kita bersuka cita dan bersorak-sorai!

Mzm 118:1-2,16ab-17,22-23 

Ucapkanlah syukur kepada Tuhan, karena Dia penuh kebaikan!

Bahwa kasih setia-Nya selamanya.

Biarlah Israel berkata:  

"Betapa kasih setia-Nya akan berlangsung selamanya!" (Refren)

Tangan kanan Tuhan penuh kekuasaan untuk mengangkat, tangan kanan Tuhan melaksanakan perbuatan perkasa!

Aku tidak akan meninggal, melainkan hidup, dan aku akan menyampaikan perbuatan-perbuatan Tuhan. (Refren)

Batu yang dibuang oleh para pekerja konstruksi telah menjadi batu dasar.

Hal itu terjadi atas kehendak Tuhan, sebuah tindakan ajaib di mata kami. (Refren)

09. BACAAN KEDUA (Kolose 3:1-4)

L : Ayat dari Surat Paulus kepada jemaat di Kolose.

Saudara-saudara, 1jika kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah hal-hal yang ada di langit, tempat Kristus berada, yaitu di sebelah kanan Allah. 2Fokuslah pada hal-hal yang di langit, bukan pada hal-hal yang ada di bumi. 3Karena kamu sudah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah. 4Saat Kristus, yang merupakan kehidupan kita, muncul kelak, kamu juga akan muncul bersama Dia dalam kemuliaan.

Demikianlah Sabda Tuhan. 

Terima kasih kepada Allah.

10. MADAH PASKAH 

[Bisa dilantunkan oleh dua petugas, secara bergantian]

Ayo kita nyanyikan lagu pujian akan kemenangan!

Yesus telah berjuang melawan kematian; meskipun ditelan namun berhasil.

Dosaku dihapuskan, kekuatan kematian lenyap, kami diperdamaikan dengan Bapa.

Katakanlah Maria, apakah engkau melihat sesuatu? Wajah Yesus yang hidup sungguh indah dan mempesona hingga aku terkesima. Aku mendengar malaikat menyampaikan pesan.

Yesus Kristus telah bangkit, sampaikanlah kepada para murid. Sungguh, Yesus Tuhan telah bangkit sebagai pemenang. Hiduplah Berjaya selamanya. Amin. Alleluia. [kemudian langsung diikuti oleh alleluia]

11. ALLELUIA (1Kor. 5:7b-8) 

P : Haleluya, Haleluya, Haleluya

Amin, Amin, Amin

P : Anak Domba Paskah kita, yaitu Kristus, telah dikurbankan, * karena itu marilah kita merayakan dalam

Tuhan.  

Amin, Amin, Amin

12. INJIL (Yoh. 20:1-9)  

P : Mari kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus berdasarkan Yohanes.

Pemimpin dan seluruh peserta menggambar salib menggunakan jari telunjuk di dahi, mulut, dan dada.

Kemudian Pemimpin membacakan Injil. Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi sekali ketika masih gelap, Maria Magdalena pergi ke kubur dan melihat bahwa batu telah dilepaskan dari pintu kubur. Ia segera berlari untuk menemui Simon Petrus dan murid yang dikasihi Yesus, lalu berkata kepada mereka: "Tuhan telah dibawa pergi dari kuburnya, dan kami tidak tahu di mana Dia diletakkan." Lalu Petrus dan murid lainnya berangkat menuju kubur. Keduanya berlari bersama, namun murid yang lain berlari lebih cepat daripada Petrus sehingga sampai lebih dulu di kubur. Ia melihat ke dalam dan melihat kain kafan terletak di tanah; tetapi ia belum masuk. Kemudian Simon Petrus datang menyusul dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain

Kapan kain peluh yang awalnya ada di kepala Yesus tidak berada dekat kain itu, melainkan agak di samping di tempat yang berbeda dan sudah terlipat. Maka masuklah juga

Siswa yang lain, yang lebih dulu tiba di kubur itu, lalu melihatnya dan percaya. Karena selama ini mereka belum memahami makna Kitab Suci yang menyatakan bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

Itulah Injil Tuhan.

U  : Terpujilah Kristus.  

13. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Saudara-saudari yang tercinta, dalam kisah kebangkitan Yesus yang tadi disampaikan, disebutkan tiga orang, yaitu Maria Magdalena, Petrus, dan murid yang dicintai Yesus, yang dikenal sebagai Yohanes. Maria Magdalena lebih dulu pergi ke makam Yesus, kemudian bertemu dengan Petrus dan Yohanes. Berikutnya adalah kisah mengenai Petrus dan Yohanes. Kita akan mempelajari dua aspek dari kedua tokoh ini untuk memperkuat iman kita.

Pertama, murid yang dicintai Yesus berlari lebih cepat dan tiba lebih dulu. Diceritakan dalam Injil bahwa kedua murid tersebut segera pergi ke makam setelah mendengar kabar dari Maria Magdalena. Keduanya berlari, namun murid yang dikasihi Yesus berlari lebih cepat. Hal ini wajar karena murid yang dicintai Yesus lebih muda dibanding Petrus, sehingga secara fisik ia lebih gesit.

Namun yang lebih penting adalah motivasinya. Murid yang dicintai oleh Tuhan didorong oleh rasa cinta terhadap Yesus. Cinta mendorongnya untuk berlari lebih cepat dan lebih memperhatikan situasi sekitarnya. Dari kisah ini, kita belajar bahwa jika kita saling mencintai, kita akan lebih cepat merespons satu sama lain. Ketika sesuatu terjadi pada seseorang yang kita cintai, kita akan segera memberikan dukungan. Di tengah dunia yang semakin individualistik, cinta memungkinkan kita untuk saling peduli. Solidaritas bisa tercipta karena adanya cinta. Tuhan senantiasa mencintai kita, dan Dia menginginkan kita saling mencintai. Cinta menghapus batasan dan perpecahan, serta menjadikan kita sebagai satu keluarga besar.

Kedua, murid yang dicintai itu melihat dan percaya. Akhirnya ia masuk ke dalam kuburan bersama Petrus. Berbeda dengan Petrus, murid ini melihat kemudian percaya bahwa Yesus telah bangkit. Ia mengingat perkataan Yesus bahwa Ia akan bangkit pada hari ketiga, dan menyadari bahwa kuburan yang kosong tersebut berarti Tuhan sudah bangkit.

Murid yang dicintai Yesus menunjukkan bahwa kasih membuat kita percaya meskipun berada dalam kegelapan. Kasih memungkinkan kita memahami tanda-tanda yang diberikan Tuhan. Cerita ini memberi semangat kepada kita untuk memperkuat kasih dalam keluarga. Kasih membuat kita saling percaya. Tanpa kasih, kita tidak mungkin sepenuhnya percaya pada setiap perkataan yang diucapkan. Murid yang dicintai Yesus mengajarkan kita untuk percaya kepada Tuhan, karena Tuhan selalu setia terhadap janji-Nya. Ketika orang lain melihat kegelapan, orang yang dicintai Tuhan melihat harapan akan kebangkitan.

Semoga kita mampu memperkuat kasih sayang di dalam keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga saling membangun kepercayaan dan bersatu dalam cinta Tuhan. Selamat menjadi murid yang dicintai Tuhan. Kasih itu memberi kebebasan. Selamat merayakan Paskah bagi seluruh kita.

14. SYAHADAT  

menanggapi Sabda Tuhan dan 

P : Mari kita menyatakan iman dan keyakinan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku beriman kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa…..

15. DOA UMAT  

P : Saudara-saudara yang tercinta, Yesus Kristus, sumber kehidupan, telah bangkit oleh Tuhan. Kristus juga akan menghidupkan kita dengan kuasa-Nya. Oleh karena itu, marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kepada Allah, Bapa kita.

P : Untuk Gereja, Umat Allah. Semoga kami dan seluruh orang yang telah dibaptis diberi kekuatan oleh Tuhan untuk melawan kejahatan serta tetap setia menjalankan tugas dan kewajiban dengan semangat berkorban. Marilah kita memohon…

P : Bagi masyarakat luas. Kita juga berdoa untuk warga masyarakat di sekitar kita, agar senantiasa berupaya memperkuat persatuan dan kerukunan, demi tercapainya perdamaian serta kesejahteraan bersama. Marilah kita mohon…

P : Bagi mereka yang sedang menderita. Kami memohonkan belas kasihan Tuhan kepada seluruh manusia.

yang mengalami akibat berbagai penyakit, bencana alam, dan konflik bersenjata. Semoga kebangkitan Yesus memberi kekuatan dan menumbuhkan harapan baru dalam diri mereka. Marilah kita berdoa…

P : Bagi kami yang hadir di sini. Kami berdoa, semoga Paskah Tuhan menghidupkan kembali kami juga dari

egoisme, ketidaktahuan, kemalasan, dan kesombongan hidup. Semoga kita semua bersedia membuka hati untuk bekerja sama, menciptakan masyarakat yang terbuka terhadap kemajuan bersama. Mari kita

mohon…. 

P : Kita berhenti sejenak untuk menyampaikan doa dan permohonan pribadi masing-masing.

[hening sejenak lalu lanjut]. 

P : Demikianlah, ya Tuhan, doa-doa yang kami sampaikan di hadapan-Mu. Semoga Engkau berkenan mengabulkan permohonan ini, karena segala sesuatu kami sampaikan kepada-Mu melalui perantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami.

16. KOLEKTE  

[Selanjutnya dilakukan pengumpulan dana sebagai wujud kasih terhadap Sang Sabda serta sesama yang membutuhkan, disertai dengan lagu yang sesuai. Dana dikumpulkan kemudian dibawa dan ditempatkan di depan mimbar, diiringi lagu persembahan yang bernada rasa syukur kepada Tuhan atau ajakan untuk berbagi.]

17. DOA PUJIAN  

P : Saudara-saudari yang tercinta! Allah benar-benar setia terhadap janji-Nya dengan membangkitkan Yesus, Ia telah memberikan kehidupan baru bagi kita, sehingga kita layak hidup sebagai manusia yang baru. Sebagai orang yang telah diselamatkan, marilah kita memuji Dia dengan berseru: Puji Allah, alleluia, alleluia.

Hormatilah Allah, alleluia, alleluia.

P : Ayah di surga, kami telah berdosa dan jauh dari-Mu. Namun Engkau bersedia mendekat kepada kami, bahkan memeluk kami dengan kasih sayang seorang ayah dan memperbaiki kelemahan serta kesalahan kami.

Maka kami berseru kepada-Mu: 

Hormatilah Allah, alleluia, alleluia.

P : Kami menjadi seperti domba yang hilang dan terpecah belah, karena ingin mengikuti keinginan pribadi.

Namun Engkau telah mengumpulkan kami kembali menjadi satu kawanan dan memiliki satu Gembala, yaitu Kristus Tuhan. Oleh karena itu, kami berseru kepada-Mu:

Serulah Allah, alleluia, alleluia.

P : Yesus Kristus, Anak-Mu, telah menyerahkan dirinya sepenuhnya sebagai persembahan penebusan untuk dosa

dan kesalahan kami, sehingga kami pantas menjadi anak-anak-Mu. Maka kami memohon kepada-Mu:

Hormatilah Allah, alleluia, alleluia.

P : Kebangkitan-Nya dari kematian telah memberi kami harapan yang kuat akan jaminan keabadian dalam kehidupan bersama dengan-Mu. Maka kami berteriak kepada-Mu:

Puji lah Tuhan, alleluia, alleluia.

P: Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam persatuan dengan Paus Leo XIV, Bapa

Uskup [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami menyampaikan lagu pujian kepada-Mu dengan bernyanyi: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur atau lagu Masa Paskah]

Setelah Perayaan Ekaristi, dalam Ibadah Sabda terdapat dua pilihan, yaitu (1) menerima komuni (lihat cara A), (2) tidak menerima komuni, namun umat diajak merenungkan komuni rohani atau kerinduan (lihat cara B).

18A. Cara A: DENGAN PERSEMBAHYANGAN

[Konsultasikan dengan Pastor Paroki] 

Setelah Doa Pujian, Pemimpin berjalan ke altar untuk menyiapkan komuni. Ia menghamparkan kain korporale di atas altar, kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan meletakkannya di atas kain tersebut. Setelah menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukan untuk Komuni Kudus, para pemandu dan pelayan bersama umat beriman berlutut sambil menyembah dengan diam sejenak. Setelah itu, Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, dalam perayaan ini kita memperoleh

kesempatan untuk menerima Komuni Kudus, maka dengan bersatu dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita mempersiapkan hati di hadapan Tuhan. [Hening sejenak]

19A. BAPA KAMI     

Berdiri 

P : Berdasarkan petunjuk Juruselamat kita dan sesuai dengan ajaran Ilahi, marilah kita berani berdoa.

U : Bapa kami yang berada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, terlaksanalah kehendak-Mu di bumi sebagaimana di surga. Berikanlah kami rezeki pada hari ini dan berilah kami pengampunan atas kesalahan kami, sebagaimana kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam ujian, tetapi lepaskanlah kami dari kejahatan. Setelah doa Bapa Kami, dapat juga dilakukan Salam Damai.

20A. Sambutan Damai dan Komuni

Jika terdapat Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya seperti berikut:

P : Mari kita saling memberikan salam damai. Umat mengucapkan salam damai kepada saudara-saudari yang berada di sebelahnya. Setelah Salam Damai, Pemimpin berlutut

menghormati Perjamuan Kudus, kemudian menunjukkan hosti kudus kepada jemaat, sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Tuhan yang mengangkat dosa dunia. Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:

Bahagialah kita yang diberi kesempatan untuk hadir dalam perjamuan-Nya.

Pemimpin serta umat berdoa secara bersamaan.

Ya Tuhan, saya tidak layak, Engkau datang kepadaku, tetapi katakanlah saja, maka saya akan

sembuh. Dengan penuh hormat, Pemimpin menerima Tubuh Tuhan terlebih dahulu. Setelah itu, ia memberikan komuni kepada umat, sambil setiap kali mengucapkan:

P : Tubuh Kristus. 

U : Amin. 

Penerimaan komuni diiringi dengan lagu komuni.

18B. Metode B. TANPA KOMUNI

P : Dalam perayaan ini kita tidak menerima Komuni kudus. Meskipun begitu, marilah kita merasakan kehadiran Tuhan yang kita rindukan dalam hati masing-masing.

19B. BAPA KAMI     

Berdiri 

P : Saudara-saudari yang tercinta, kita telah bersatu melalui iman yang sama. Oleh karena itu, sebagai Anak-Anak Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sesuai dengan ajaran Putra-Nya sendiri.

U  : Bapa kami yang berada di surga, hormatilah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, terlaksanalah kehendak-Mu di bumi sebagaimana di surga. Berikanlah kami rezeki pada hari ini dan berilah kami pengampunan atas kesalahan kami, sebagaimana kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; janganlah masukkan kami ke dalam ujian, tetapi bebaskanlah kami dari kejahatan.

Dapat dilaksanakan Salam Damai.  

P: Mari kita saling mengucapkan salam perdamaian.

Jemaat mengucapkan salam perdamaian kepada saudara-saudari Para pengikut memberikan salam damai kepada saudara-saudari Umat berdoa damai kepada saudara-saudari Jemaat menyampaikan salam tenang kepada saudara-saudari Pengikut mengirimkan salam damai kepada saudara-saudari Jemaat mengucapkan salam harmonis kepada saudara-saudari Umat menyampaikan pesan damai kepada saudara-saudari Jemaat memberikan salam damai kepada saudara-saudari Pengikut mengucapkan salam perdamaian kepada saudara-saudari Jemaat menyampaikan salam damai kepada saudara-saudari

yang paling dekat saja.

20B. DOA KOMUNI BATIN    

Berlutut/berdiri 

Kepemimpinan mengajak seluruh peserta yang hadir untuk melakukan \Komuni Batin dengan beberapa ajakan yang dirumuskan antara lain sebagai berikut:

P : Sekarang, marilah kita persiapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam jiwa kita.

P : Yesus berkata, "Kamu sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu."

Seperti cabang yang tidak bisa berbuah sendiri, jika ia tidak tetap pada batangnya

anggur, demikian pula kamu tidak menghasilkan buah, jika kamu tidak tinggal di dalam-Ku.” (Yoh. 15:3-4).   [diam sejenak]

P : Yesusku, aku percaya bahwa Engkau benar-benar hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu, dan aku rindu kehadiran-Mu di seluruh jiwa ku. Karena saat ini aku tidak mampu menyambut-Mu dalam Perjamuan Kudus, datanglah setidaknya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah hadir. Aku memeluk-Mu dan menyatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah dari-Mu. Amin. [diam sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menghubungkan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah kepada-Nya secara langsung dengan mengatakan:

P : Yesus, datanglah dan tinggallah di dalam hatiku. Jadikanlah hatiku sebagaimana hati-Mu.

Yesus, datanglah dan tinggallah di dalam hatiku. Jadikanlah hatiku sebagaimana hati-Mu.

▪ Pemimpin mengulangi seruan tersebut dan diikuti oleh para hadirin sebanyak tiga kali.

▪ Lalu diberikan kesempatan untuk diam sejenak.

▪ Setelah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Paskah atau lagu MARILAH YA

YESUSKU.  

MARILAH YA YESUSKU 

Madah Bakti no. 286 

1. Mari ya Yesusku, Penebus dan Gembala yang dikasihiku, kunjungilah hatiku

2. Gembala yang murah hati, dengarkanlah permohonanku. Nyalakanlah selalu kasihku kepada-Mu. 3. Yesus, janganlah menunda.

Meski aku tidak layak Datang dan berikanlah Kehidupanku yang sedih

21. MENDOAKAN MAZMUR 8  

Pengantar: 

Kami mengucapkan terima kasih atas karya besar Tuhan yang telah menyelamatkan kami. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama berdoa dengan Mazmur 8.

[lalu membaca Mazmur 8, sebaiknya bersama-sama. Yang memiliki Kitab Suci, bisa membuka Mazmur 8]

Ya Tuhan, Allah kami, betapa mulianya nama Engkau di seluruh bumi! Kemuliaan-Mu yang melampaui langit dipuji.

Dari mulut bayi dan anak-anak yang menyusu, Engkau telah menetapkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk menghentikan musuh dan orang yang bermusuhan. Jika aku melihat langit-Mu, hasil karya tangan-Mu,

bulan dan bintang-bintang yang Kauletakkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?

Apakah manusia anak, hingga Engkau memuliakannya?

Namun Engkau telah membuatnya hampir sama dengan Tuhan, dan memberinya kemuliaan serta kehormatan. Engkau memberikannya kekuasaan atas segala sesuatu yang dibuat tangan-Mu; semua hal telah Kautundukkan.

di bawah kakinya: kambing, domba, dan sapi, serta hewan-hewan di padang;

burung-burung yang terbang di langit dan ikan-ikan yang berenang di laut, serta apa yang melewati arus laut.

Ya Tuhan, Allah kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Kemuliaan bagi Bapa dan Anak serta Roh Kudus, seperti di awal, sekarang, selalu, dan untuk selama-lamanya. Amin.

22. AMANAT PENGUTUSAN  

P : Saudara-saudari, perayaan Paskah merupakan perayaan keselamatan kita. Perayaan ini terjadi setelah perjalanan salib Tuhan Yesus yang kemudian mati untuk kita. Perayaan ini

mengingatkan kita bahwa selalu terdapat jalan keselamatan bagi kita. Salib dan penderitaan senantiasa hadir dalam kehidupan kita. Hanya ketika kita menggabungkan diri kita dengan Yesus Tuhan, kita akan dibawa menuju keselamatan. Marilah kita terus melangkah maju dalam Tuhan.

23. DOA PENUTUP  

P : Mari kita berdoa, Tuhan Allah kami, kami mengucapkan terima kasih atas semua berkat yang Engkau berikan kepada kami. Pelayanan dan kasih sayang Yesus, Anak-Mu, telah Engkau terima, dan sekarang Ia berada di samping-Mu. Kami mohon, peliharalah umat-Mu agar hidup dalam perdamaian dan persatuan, serta tandailah kehidupan kami dengan Salib dan Kebangkitan Kristus, Anak-Mu.

Ia adalah Tuhan dan perantara kami.

U : Amin 

24. MOHON BERKAT TUHAN  

P : Sebelum menutup perayaan ini, marilah kita merendahkan kepala dan memohon berkat Tuhan.

[hening sejenak] 

P : Semoga Tuhan mengaruniakan berkat kepada kita, menjaga kita dari dosa, dan membawa kita menuju kehidupan abadi.

[sambil menggambar Tanda Salib di tubuhnya]

Dalam Nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

U : Amin.  

P : Perayaan Hari Minggu Paskah kita telah selesai, Alleluia, Alleluia.

Terima kasih kepada Allah, Alleluia, Alleluia.

25. PENGUTUSAN  

P: Mari pergi, kita diutus Tuhan sebagai saksi

kebangkitan-Nya.  

U  : Amin.  

26. LAGU PENUTUP. (sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg)

Berita Lainnya di FLORES.COM pada Google News

TerPopuler