
-MEDAN.com - Beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) masih tinggal di Iran.
Diketahui bahwa kondisi Iran dan kawasan Timur Tengah tetap memanas karena perselisihan dengan Israel serta Amerika Serikat (AS).
Pengembalian ratusan WNI masih terus dilakukan upaya
Kepala Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah menyampaikan bahwa berdasarkan data terkini dari KBRI Tehran, masih terdapat 236 WNI yang tinggal di Iran.
Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa yang sedang menempuh studi di kota Qom, pekerja migran, serta individu yang bekerja di luar negeri.
Berdasarkan data dari KBRI Teheran, saat ini masih tersisa 236 Warga Negara Indonesia di Iran. Mayoritas di antaranya adalah pelajar yang berada di kota Qom, sedangkan sisanya terdiri dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan ekspatriat," ujar Heni dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2025).
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri juga telah melakukan evakuasi tahap ketiga terhadap WNI di Iran, di mana sebanyak 45 orang kembali diberikan fasilitas untuk kembali ke tanah air.
Heni menjelaskan bahwa proses pulang ini melibatkan perjalanan antar negara.
Beberapa WNI melakukan perjalanan darat dari Tehran ke Baku, Azerbaijan, lalu melanjutkan perjalanan dengan pesawat komersial menuju Jakarta.
Mengenai evakuasi WNI dari Iran tahap ketiga, Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan KBRI Tehran dan KBRI Baku telah membantu pemulangan 45 warga negara Indonesia. Mereka bertolak dari Tehran pada 12 April menuju Baku melalui jalur darat, lalu dilanjutkan dengan penerbangan komersial ke Jakarta," kata Heni.
Pemulangan 45 WNI dilakukan dalam beberapa kelompok penerbangan (kloter). Kloter pertama tiba di Jakarta pada 14 April dengan jumlah 14 orang, kloter kedua datang pada 15 April yang diikuti 9 orang, dan kloter ketiga tiba pada 16 April dengan jumlah 9 orang.
Sementara 13 orang lainnya yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) masih berada di Baku, Azerbaijan menunggu jadwal penerbangan menuju Jakarta.
"Saat ini masih terdapat 13 orang ABK yang berada di Baku, menunggu jadwal penerbangan berikutnya untuk kembali ke tanah air," ujar dia.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus mengawasi perkembangan kondisi di Iran serta memastikan komunikasi yang intensif dengan Warga Negara Indonesia yang masih berada di sana melalui perwakilan RI di Tehran guna menjamin keselamatan dan keamanan mereka.
934 WNI di Lebanon
Heni Hamidah Heni dalam konferensi pers di Jakarta mengatakan bahwa hingga kini seluruh WNI yang tercatat di Lebanon dalam kondisi aman dan selamat.
"Pastinya KBRI terus melakukan komunikasi dan memantau keberadaan WNI yang berada di Lebanon. Sampai saat ini dapat dipastikan bahwa semua WNI yang berada di Lebanon dalam kondisi aman," ujar Heni dalam konferensi pers di Kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Berdasarkan informasi terkini dari Kementerian Luar Negeri RI, terdapat sebanyak 934 Warga Negara Indonesia yang saat ini berada di Lebanon.
Sebagian besar terdiri dari anggota militer, sedangkan sisanya adalah penduduk sipil.
Rincian tersebut mencakup 756 anggota TNI yang bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL, sedangkan 178 orang lainnya terdiri dari pelajar, pekerja migran Indonesia (PMI), serta WNI diaspora yang menikah dengan penduduk setempat.
"Jumlah warga negara Indonesia di Lebanon mencapai 934 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 756 orang merupakan anggota TNI yang bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL," kata Heni.
Tetap Siapkan Rencana Darurat
Heni menegaskan bahwa KBRI Beirut senantiasa menjaga hubungan komunikasi dengan warga negara Indonesia melalui jaringan masyarakat di Lebanon.
Tindakan ini dilakukan guna memastikan posisi dan kebutuhan warga negara Indonesia dapat segera dipenuhi apabila kondisi memburuk atau terjadi peningkatan konflik secara mendadak.
Pemerintah Indonesia telah mengambil tindakan pencegahan guna menghadapi peningkatan konflik yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa warga negara Indonesia.
"KBRI terus melakukan komunikasi dan memantau keberadaan WNI. Jika kondisi semakin memburuk, rencana cadangan tetap disiapkan," tambahnya.
Hal ini juga terus diingatkan oleh Kementerian Luar Negeri kepada Warga Negara Indonesia di Lebanon untuk tetap waspada, menghindari area yang sedang bertikai, serta segera menghubungi hotline KBRI Beirut apabila menghadapi keadaan darurat.
(*/-MEDAN.com)
Sumber news.com)
Baca berita MEDAN lainnya di Google News
Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA
Berita yang menyebar di Medan