Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Makna Waktu dan Usia yang Semakin Berlalu -->

Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Makna Waktu dan Usia yang Semakin Berlalu

8 Apr 2026, Rabu, April 08, 2026
Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Makna Waktu dan Usia yang Semakin Berlalu
Ringkasan Berita:
  • Menghargai waktu dan usia yang semakin berkurang adalah kesadaran bahwa kehidupan terdiri dari rentang waktu yang terbatas dan terus berjalan tanpa bisa dipulangkankan, di mana setiap detiknya semakin mendekatkan manusia pada akhir dari kehidupannya.
  • Membicarakan mengenai Jumat mendatang, tepatnya pada hari Jumat tanggal 10 April 2026, kami sebagai laki-laki yang beragama Islam akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.
  • Jumat, yang dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau Raja Hari, dipercaya oleh umat Islam sebagai hari yang penuh dengan berkah.
 

PRIANGAN.COM – Menyadari bahwa waktu dan usia semakin berkurang adalah kesadaran bahwa kehidupan terdiri dari rentang waktu yang terbatas dan terus berjalan tanpa bisa dipulangkan, di mana setiap detiknya mendekatkan manusia pada akhir dari kehidupannya.

Berikut adalah hal-hal utama yang perlu dipahami mengenai makna waktu dan usia berdasarkan nasihat para ulama serta pandangan umum:

- Waktu merupakan modal terbesar (seperti pedang)

- Usia Menurun, Bukan Meningkat

- Mengisi dengan Manfaat

- Pentingnya Manajemen Waktu

- Menghindari Kesia-siaan

Membicarakan mengenai Jumat mendatang, tepatnya pada hari Jumat tanggal 10 April 2026, kami sebagai laki-laki yang beragama Islam akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.

Jumat, yang disebut sebagai Raja Hari atau Penghulunya Hari, dianggap oleh umat Islam sebagai hari yang penuh dengan berkah.

Khusus untuk khutbah pada Jumat mendatang, berikut adalah naskah khutbah Jumat yang telah diunggah oleh Priangan.com dari berbagai sumber pada 10 April 2026 dengan tema "Makna Waktu dan Usia yang Semakin Menyusut".

Khutbah 1

Alhamdulillah. Alhamdulillah yang mengumpulkan kami di tempat perhimpunan. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, Raja yang perkasa, dan aku bersaksi bahwa kekasih kami dan utusan kami Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, pemimpin manusia dan makhluk. Ya Allah, berikanlah rahmat, keselamatan, dan berkah kepada pemimpin kami Muhammad serta kepada keluarganya dan sahabat-sahabatnya semuanya. Sesudah itu, wahai hadirin. Takutlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ketakutan dan janganlah kalian mati kecuali kalian dalam keadaan muslim. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an yang mulia. Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan masa waktu. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati dengan kebenaran dan saling menasihati dengan kesabaran.

 

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah

Segala puji hanya kepada Allah SWT, Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi. Syukur seharusnya selalu kita panjatkan, karena banyak karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita semua. Terutama nikmat iman, agama Islam, serta nikmat kesehatan dan kesempatan untuk beribadah kepada Allah serta berbuat baik kepada sesama.

Shalawat dan salam hendaknya selalu kita panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga juga berlimpah kepada keluarganya, para sahabatnya, para tabi'in, serta kepada kita semua. Pada hari kiamat nanti, kita pasti berharap menjadi umat yang mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Amin.

Jamaah Jumat rahimakumullah

Tidak lupa Alfaqir mengajak seluruh hadirin, termasuk dirinya sendiri, untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. Ajakan ini berarti kita harus terus berusaha sekuat tenaga untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dengan memperkuat semangat dalam beribadah. Ketaatan terhadap perintah-Nya serta ketaatan terhadap segala hal yang dilarang oleh Allah swt. Dengan demikian, makna takwa benar-benar bermakna bagi kita, memberikan dampak positif, dan membuat kita menjadi hamba yang lebih baik lagi.

 

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah

Kita harus menyadari bahwa waktu terus berjalan dan tidak akan pernah kembali. Pada saat yang sama, sebenarnya bagian usia kita semakin berkurang. Itulah mengapa sangat penting untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, terutama jangan pernah melewatkan kesempatan, kecuali dalam upaya memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah swt. Iman dan takwa adalah bekal terbaik bagi kita di dunia ini sebelum akhirnya kembali kepada Sang Pencipta.

Terdapat sebuah artikel yang membahas mengenai kepentingan tidak menyia-nyiakan waktu. Sekaligus menjadi pengingat yang penting bagi kita semua.

Tidak akan pernah kembali masa lalu yang telah berlalu

Maknanya, "Tidak akan pernah kembali masa-masa (waktu) yang telah lewat." [Maqalah]

Ini merupakan peringatan bagi kita semua, terutama dalam memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Waktu terus berjalan, usia semakin berkurang. Menghabiskannya secara percuma tidak akan bisa diulang kembali selamanya. Hari Jumat mungkin akan datang lagi pada minggu-minggu berikutnya, tetapi Jumat hari ini dan yang telah berlalu tidak akan pernah kembali lagi. Itulah sebabnya waktu diibaratkan seperti pedang; jika tidak pandai menggunakannya, maka ia justru akan melukai pemiliknya.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah

Mengenali bahwa waktu tidak pernah kembali, maka tidak ada pilihan selain mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat. Kehidupan ini sebenarnya hanya menantikan waktu, sementara kita tidak pernah tahu kapan waktu itu akan datang. Yang jelas, usia kita terus berkurang karena pergantian waktu. Oleh karena itu, di sisa usia yang diberikan oleh Allah, marilah kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya melalui amal kebajikan. Kematian tidak pernah memihak atau berkompromi terhadap usia. Anak-anak, tua, muda, jika waktunya tiba, kita tidak bisa melakukan apa-apa.

Rasulullah saw pernah ditanya oleh para sahabat tentang manusia yang paling baik dan buruk. Nabi menjelaskan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang diberi usia panjang oleh Allah, lalu dimanfaatkan untuk melakukan kebaikan. Sebaliknya, manusia yang paling buruk adalah mereka yang diberi usia panjang, tetapi digunakan untuk perbuatan buruk. Hadits ini seperti yang disebutkan oleh Ibnu Rajab dalam karyanya Lathaiful Ma’arif fima li Mawasimil ‘Am minal Wazhaif, nabi berkata:

Dan dalam Tirmizi dari beliau, shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau ditanya: Siapa orang yang terbaik? Beliau menjawab: Orang yang umurnya panjang dan amalnya baik. Dikatakan lagi: Siapa orang yang terburuk? Beliau menjawab: Orang yang umurnya panjang dan amalnya buruk.

Maksudnya, "Dalam riwayat Imam at-Tirmidzi, dari Nabi Muhammad saw, bahwa beliau pernah ditanya: siapa orang yang paling baik? Nabi menjawab: orang yang diberi umur panjang dan perbuatannya baik (benar). Ditanyakan lagi: dan siapa orang yang paling buruk? Nabi menjawab: orang yang memiliki umur panjang namun perbuatannya buruk."

Dari hadis ini dapat dipahami bahwa usia yang panjang bukan hanya merupakan anugerah dari Allah SWT, tetapi juga menjadi penentu baik atau buruknya seseorang. Mereka yang diberi umur panjang, lalu memanfaatkan usia tersebut untuk melakukan kebaikan, meningkatkan ibadah, dan tetap konsisten dalam ketaatan, maka termasuk dalam golongan manusia yang paling baik. Karena mereka telah dianugerahi usia panjang dan mampu memanfaatkannya dengan baik.

Demikian pula sebaliknya, seseorang yang diberi umur panjang oleh Allah tetapi tidak menunjukkan sedikit pun kebaikan dalam hidupnya, selalu melakukan perbuatan buruk, maksiat, melanggar perintah-perintah Allah, dan tidak pernah menjalankan kewajibannya, maka orang ini termasuk dalam golongan orang-orang yang jelek.

Oleh karena itu, mari kita manfaatkan setiap saat yang terus berlalu ini sebagai kesempatan untuk merenungkan makna usia yang telah diberikan oleh Allah swt. Apakah tambahan usia juga menjadi jalan untuk meningkatkan kebaikan, memperbanyak ibadah dan ketaatan? Atau justru sebaliknya, perbuatan maksiat semakin bertambah dan keburukan terus dilakukan.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam salah satu karyanya menyatakan bahwa bertambahnya usia dan kebaikan menjadi indikator keimanan seseorang. Karena orang-orang yang beriman akan terus meningkatkan kebaikannya seiring dengan bertambahnya usia. Dalam buku Lathaiful Ma'arif dijelaskan:

Maka orang percaya yang teguh dengan syarat-syarat iman tidak akan bertambah usia kecuali kebaikan. Siapa pun yang demikian, kehidupan lebih baik baginya daripada kematian.

Maknanya, "Maka orang-orang yang beriman dan menjalankan segala ketentuan iman, tidak akan bertambah usia mereka kecuali juga meningkatkan kebaikan. Dan siapa saja yang demikian, maka hidup di dunia lebih baik baginya daripada mati." (Ibnu Rajab, Lathaiful Ma'arif fima li Mawasimil 'Am minal Wazhaif, [Kairo, Darul Hadits: 2002], halaman 302).

Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw mengajarkan kepada kita semua untuk selalu berdoa kepada Allah, menjadikan kehidupan di dunia sebagai kesempatan untuk terus meningkatkan kebaikan. Berikut adalah lafal doanya:

Ya Allah, jadikanlah hidupku bertambah dalam kebaikan dan kematian menjadi ketenangan bagiku dari segala keburukan.

Maknanya, "Ya Allah, jadikanlah kehidupan ini sebagai manfaat bagiku dalam segala hal baik, dan jadikanlah kematian sebagai istirahat bagiku dari segala kejahatan." (HR Muslim, dalam kitab Lathaiful Ma'arif fima li Mawasimil 'Am minal Wazhaif, halaman 303).

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Demikianlah khutbah Jumat singkat ini. Semoga dapat menjadi jalan untuk mendorong diri meningkatkan kebaikan, ketaatan, serta menjauhi larangan-larangan Allah SWT. Marilah kita manfaatkan setiap waktu yang terus berjalan dengan hal-hal yang bermanfaat, sebagai bagian dari upaya kita mendekatkan diri kepada Tuhan. 2. Inilah khutbah Jumat yang singkat. Semoga bisa menjadi sarana untuk memotivasi diri dalam meningkatkan kebaikan dan ketaatan, serta menjauhi larangan-larangan Allah SWT. Mari kita isi setiap saat yang terus berlalu dengan hal-hal yang berguna, sebagai bagian dari ikhtiar kita mendekatkan diri kepada-Nya. 3. Demikian khutbah Jumat singkat ini. Semoga bisa menjadi pengingat untuk meningkatkan kebaikan, ketaatan, dan menghindari larangan-larangan dari Allah SWT. Marilah kita manfaatkan waktu yang terus berjalan dengan hal-hal yang bermanfaat, sebagai bentuk usaha kita untuk dekat dengan Tuhan. 4. Berikutnya adalah khutbah Jumat yang singkat. Semoga dapat menjadi pemicu untuk memperbaiki diri dalam hal kebaikan dan ketaatan, serta menjauhi larangan-larangan Allah SWT. Mari kita isi waktu yang terus berjalan dengan hal-hal yang bermanfaat, sebagai bagian dari ikhtiar kita mendekatkan diri kepada-Nya. 5. Khutbah Jumat singkat ini selesai. Semoga bisa menjadi alat untuk mendorong diri dalam meningkatkan kebaikan, ketaatan, dan menjauhkan diri dari larangan-larangan Allah SWT. Mari kita gunakan waktu yang terus berlalu dengan hal-hal yang berguna, sebagai bagian dari usaha kita mendekatkan diri kepada-Nya.

Semoga Allah memberkati saya dan kalian dalam Al-Qur'an yang agung, dan manfaatkan saya serta kalian dengan apa yang ada di dalamnya dari ayat-ayat dan dzikir yang bijaksana. Terimalah dari saya dan kalian bacaan Al-Qur'an tersebut, sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan saya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung bagi saya dan kalian serta seluruh kaum muslimin dan muslimat. Wahai keberhasilan orang-orang yang meminta ampunan, dan wahai keselamatan orang-orang yang bertobat.

Khutbah 2

Alhamdulillah yang telah mengharamkan puasa pada hari-hari orang-orang kafir sebagai penghormatan bagi hamba-hamba-Nya yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya yang menjadikan surga bagi orang-orang bertakwa. Dan aku bersaksi bahwa Nabi kita dan Tuan kami Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya yang menyerukan kepada jalan yang lurus. Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan, dan berkah kepada Nabi kita Muhammad serta keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan kebaikan sampai hari kiamat. Sesudah itu, wahai orang-orang yang beriman, aku nasihatkan kalian dan diriku sendiri untuk takwa kepada Allah. Sungguh, orang-orang yang bertakwa akan berhasil. Takwilah Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim. Allah Ta'ala berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang ia usahakan untuk esok hari, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

 

Lihat berita terbaru Priangan.com lainnya di: Google News

TerPopuler