Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Kebaikan yang Tak Pernah Putus -->

Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Kebaikan yang Tak Pernah Putus

9 Apr 2026, Kamis, April 09, 2026
Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Kebaikan yang Tak Pernah Putus
Ringkasan Berita:
  • Setiap manusia yang diberi kesempatan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk hidup, memiliki satu tempat di Neraka dan satu tempat di Surga di masa depan, serta amal baik merupakan bagian dari iman seorang muslim selama di dunia.
  • Bahkan seringkali, amal dianggap sebagai simpanan akhirat yang harus terisi penuh sebelum seseorang benar-benar meninggal dan kembali kepada Allah.
  • Topik ini pasti dapat menjadi pengingat paling penting dalam setiap perjalanan kehidupan seorang muslim.

PRIANGAN.COM- Berikut ini disajikan contoh Naskah Singkat Khutbah Jumat 10 April 2026: Kumpulkan Kebaikan Seperti Celengan yang Tak Pernah Habis.

Amal baik merupakan bagian dari iman seorang Muslim dalam kehidupan di dunia.

Di mana hal ini menjadi pendukung seseorang dalam melangkah menuju apa yang telah ia kumpulkan selama berada di dunia.

Karena pada hakikatnya, setiap manusia yang diberi izin oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk hidup, memiliki satu tempat di Neraka dan satu tempat di Surga kelak.

Dan kebaikan yang dilakukan menjadi penentu masing-masing dari amal yang dikumpulkan.

Meskipun amal yang dilakukan sangat kecil, tetap akan mendapatkan balasan dan dapat meningkatkan bobot kebaikan seseorang pada Hari Kiamat. Dalam berbagai hadits, Nabi ﷺ menyebutkan beberapa perbuatan khusus yang memiliki bobot luar biasa dalam timbangan amal seorang mukmin.

Penting diketahui bahwa setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh seorang hamba merupakan sesuatu yang Allah tetapkan sebagai penambah bobot kebaikannya pada Hari Kiamat. Allah Ta‘ala berfirman:

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya sebesar dzarrah pun, dan jika kamu berbuat baik, Dia akan melipatgandakannya dan memberimu pahala yang besar dari sisi-Nya.

"Sesungguhnya Allah tidak zalim terhadap seseorang meskipun hanya seberat butiran debu yang sangat kecil. Jika ada kebaikan sekecil itu, maka sesungguhnya Allah akan melipatgandakannya dan memberi pahala yang besar dari sisi-Nya." (QS. An-Nisā': 40)

Dan Allah juga berfirman:

Maka siapa yang melakukan seberat biji sawi kebaikan, akan melihatnya. Dan siapa yang melakukan seberat biji sawi keburukan, akan melihatnya.

"Maka siapa saja yang melakukan kebaikan seberat biji sawi, pasti akan mendapatkan balasannya. Dan siapa saja yang melakukan kejahatan seberat biji sawi, ia juga pasti akan melihat (balasannya).” (QS. Az-Zalzalah: 7–8).

Banyak kali, amal dianggap sebagai simpanan akhirat yang harus terisi penuh sebelum seseorang benar-benar meninggal dan kembali kepada Allah.

Topik ini pasti dapat menjadi pengingat yang paling penting dalam setiap perjalanan kehidupan seorang muslim.

Termasuk dalam penyampaian khutbah Jumat pada hari Jumat besok.

Menghimpun Keunggulan Seperti Celengan yang Tak Pernah Kosong Mengumpulkan Keistimewaan Seperti Celengan yang Tidak Pernah Habis Mengakumulasi Kelebihan Seperti Celengan yang Tak Pernah Kosong Mengumpulkan Kualitas Seperti Celengan yang Tidak Pernah Habis Menghimpun Keunggulan Seperti Celengan yang Tak Pernah Terkuras Mengumpulkan Keistimewaan yang Tak Pernah Berakhir Mengakumulasi Kelebihan yang Tak Pernah Putus Mengumpulkan Keunggulan yang Tak Pernah Habis Menghimpun Keistimewaan yang Tak Pernah Berhenti Mengumpulkan Kelebihan yang Tak Pernah Terkikis

Naskah I

Alhamdulillah yang telah menciptakan bumi dan menghiasnya dengan tumbuhan serta pohon-pohon, serta menjadikan manusia sebagai khalifah di dalamnya untuk menghiasi dengan keadilan dan kebaikan. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang satu tanpa sekutu, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, semoga shalawat dan salam tercurah atasnya, serta atas keluarganya dan para sahabatnya semua.

Wahai orang-orang yang beriman, takutilah Allah dengan ketakutan yang sebenarnya dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.

Jamaah Jumat yang dihormati oleh Allah

Alam merupakan amanat besar yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah tidak menciptakan bumi ini secara percuma. Gunung, sungai, lautan, hewan, dan tumbuhan semuanya memiliki fungsi dalam menjaga keseimbangan kehidupan. Sayangnya, manusia yang diberi akal sering kali menjadi penghancur, bukan pelindung. Penebangan hutan liar, pembakaran hutan, serta pencemaran lingkungan telah menyebabkan banjir, kekeringan, dan perubahan iklim yang merugikan seluruh makhluk hidup.

Meskipun Allah SwT. telah memberi peringatan dalam firman-Nya:

Korupsi muncul di darat dan laut karena tindakan tangan manusia, agar mereka merasakan sebagian dari apa yang telah mereka lakukan, semoga mereka kembali.

"Telah terlihat kerusakan di darat dan laut akibat tindakan manusia; agar Allah memberikan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, sehingga mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rum [30]: 41)

Ayat ini menyampaikan bahwa setiap kerusakan yang terjadi di lingkungan, seperti banjir, tanah longsor, pencemaran, atau berkurangnya kesuburan tanah, bukan hanya disebabkan oleh faktor alami, tetapi lebih karena tindakan manusia yang serakah dan tidak menjaga keseimbangan.

Alam memberikan peringatan, bukan melalui ucapan, tetapi dengan bencana yang membuat manusia menyadari bahwa mereka telah melanggar aturan Tuhan.

Jamaah yang berbahagia

Dalam ajaran agama Islam, menanam pohon bukan sekadar kegiatan sosial atau lingkungan, tetapi juga termasuk bentuk ibadah. Nabi Muhammad bersabda:

Tidak ada seorang muslim pun yang menanam tanaman atau menanam biji-bijian, lalu ada burung, manusia, atau hewan yang memakannya, kecuali itu menjadi sedekah baginya.

"Seorang Muslim tidak menanam pohon atau menanam tanaman, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, tetapi hal itu dianggap sebagai sedekah baginya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini sangat luar biasa. Nabi tidak membicarakan shalat, zakat, atau puasa—beliau mengatakan tentang menanam pohon sebagai bentuk sedekah jariyah. Artinya, setiap daun yang tumbuh, setiap buah yang dimakan, serta oksigen yang dihirup makhluk hidup dari pohon tersebut, semuanya menjadi pahala yang terus mengalir bagi orang yang menanamnya, meskipun ia sudah tiada.

Menanam pohon tidak hanya menghasilkan daun, tetapi juga menciptakan berkah. Pohon memberikan kehidupan: menahan air hujan agar tidak menyebabkan banjir, mengikat tanah agar tidak terjadi longsor, memberikan naungan dari panas matahari, menghasilkan oksigen untuk pernapasan, serta menjadi tempat tinggal bagi makhluk lain. Betapa besar manfaat yang terkandung dalam satu biji yang kita tanam.

Saudara-saudaraku seiman

Mari kita mengamati kondisi di sekitar kita. Hutan yang gundul, sungai yang kering, udara yang penuh dengan polusi. Kita sering mengeluh tentang bencana, tetapi jarang bersedia melakukan tindakan untuk menyelesaikan masalah. Padahal, satu langkah kecil dapat menjadi bentuk kebaikan yang besar. Menanam satu pohon hari ini bisa membantu generasi mendatang. Pohon yang tumbuh nanti akan menjadi bukti bahwa kita pernah berusaha untuk menjaga bumi yang kita tempati.

Jangan menunggu program besar atau bantuan dana, mulailah dari halaman rumah, halaman masjid, sekolah, atau tanah wakaf. Nabi Muhammad mengajarkan bahwa amal terbaik adalah amal yang dilakukan secara konsisten, meskipun kecil.

Menanam pohon berarti menumbuhkan harapan. Harapan akan udara yang segar, tanah yang subur, serta generasi yang baik. Menanam pohon juga melibatkan penghidupan nilai Islam: rahmatan lil ‘alamin, menjadi kebaikan bagi seluruh alam.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Menanam pohon merupakan bentuk nyata dari rasa terima kasih. Tuhan telah memberi kita bumi yang luas, tetapi jika tidak dijaga, bumi akan berteriak. Oleh karena itu, tugas kita sebagai khalifah adalah 'imaratul ardh', yaitu memakmurkan bumi, bukan merusaknya. Agama Islam mengajarkan keseimbangan, termasuk dalam cara menghadapi alam.

Rasulullah juga menyatakan, “Jika hari kiamat tiba sedangkan salah seorang dari kalian memiliki biji tanaman, maka tanamlah.” (Lihat HR. Ahmad).

Sangat bermakna, bahkan di ambang akhir dunia, menanam tetap dianggap sebagai perbuatan baik yang mulia. Ini bukan mengenai hasilnya, melainkan tentang niat untuk menjaga kehidupan.

Jemaah Jumat yang diberkati oleh Allah

Mari kita mulai dari diri sendiri, dari tempat di mana kita berada. Jadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas lingkungan. Jadikan sekolah, kampus, dan rumah sebagai tempat tumbuhnya pohon-pohon kehidupan. Mari wujudkan Islam sebagai agama yang menghargai alam, bukan yang mengabaikannya.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai bagian dari orang-orang yang menanam, bukan hanya untuk kehidupan dunia, tetapi juga untuk kehidupan akhirat. Karena setiap pohon yang kita tanam dengan niat tulus akan menjadi tempat berlindung pada hari ketika panas sangat menyiksa.

Semoga Allah memberkati saya dan kalian dalam Al-Qur'an yang agung, dan semoga saya serta kalian mendapatkan manfaat dari ayat-ayatnya dan perkataan bijak yang terkandung di dalamnya. Saya menyampaikan perkataan ini dan memohon ampunan kepada Allah untuk saya, kalian, dan seluruh umat Islam dari segala dosa. Maka mohonlah ampunan kepada-Nya, karena sesungguhnya Dia adalah Yang Pemaaf lagi Pengasih.

Khutbah II

Alhamdulillah dan alhamdulillah lagi, kemudian alhamdulillah. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang satu tanpa sekutu, dan aku bersaksi bahwa tuan kami Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya yang tidak ada nabi setelahnya. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman, shalatlah kalian atasnya dan berikan salam dengan keselamatan. Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad. Ya Allah, ampunilah orang-orang mukmin dan perempuan-perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan muslim, yang masih hidup dan yang sudah meninggal. Ya Allah, jauhkanlah dari kami bencana, wabah, perang, gempa bumi, kesulitan, keburukan fitnah, dan segala bentuk kesulitan yang terlihat maupun yang tersembunyi, khususnya di negeri kami Indonesia dan umumnya bagi seluruh negeri-negeri muslim. Ya Tuhan semesta alam, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sebagai sesuatu yang benar dan berikanlah kami rezeki untuk mengikutinya, serta tunjukkanlah kepada kami kebatilan sebagai sesuatu yang batil dan berikanlah kami kekuatan untuk menjauhinya. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia ini dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat baik serta memberi kepada kerabat dekat, dan melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan aniaya. Ia memberi peringatan kepada kalian, semoga kalian ingat.

Maka ingatlah Allah yang Maha Besar, niscaya Dia akan mengingatmu, dan bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambahkan kepadamu. Dan sesungguhnya, mengingat Allah adalah lebih besar (dari segala hal lain), dan Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.

(*)

Baca artikel lain dari Priangan.com di Google News

TerPopuler