Panggilan Raja Arab tentang Perang Iran-Israel, Jokowi: Kapan Perang Berakhir? -->

Panggilan Raja Arab tentang Perang Iran-Israel, Jokowi: Kapan Perang Berakhir?

5 Apr 2026, Minggu, April 05, 2026
Panggilan Raja Arab tentang Perang Iran-Israel, Jokowi: Kapan Perang Berakhir?

-MEDAN.com - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa dirinya pernah melakukan panggilan kepada Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pada hari Rabu (11/3/2026).

Sesi percakapan berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Peningkatan tingkat perang bersenjata dapat mengganggu keseimbangan politik dan ekonomi dunia.

Dalam pidatinya pada acara Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal Anniversary ke-1 YouTuber Nusantara, Jokowi menceritakan bahwa ia secara langsung bertanya kepada MBS mengenai kemungkinan berakhirnya konflik.

"Saya menelepon saat perang berlangsung tiga hari, saya menghubungi kakak saya di Uni Emirat Arab, Yang Mulia MBS, saya bertanya, 'Yang Mulia kapan perangnya berakhir?'," ujar Jokowi dalam pidatonya pada acara Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal Anniversary ke-1 YouTuber Nusantara yang dikutip dari akun YouTube YOUTUBER NUSANTARA, Sabtu (4/4/2026).

Ditanya mengenai kepastian tersebut, Jokowi menyampaikan bahwa MBS menjawab bahwa konflik perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir.

"Saya sudah bertanya sejak awal, 'kapan perangnya akan berakhir?' Jawabannya tidak jelas dan tidak pasti," kata Jokowi.

Jokowi melanjutkan, ia kembali menanyakan kepada MBS mengenai kenaikan harga minyak yang disebabkan oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

"Kemudian saya bertanya, 'Harga minyak ini akan mencapai berapa?' Jawabannya tidak jelas dan tidak pasti. Karena memang perhitungannya sangat rumit dan sangat sulit," ujarnya.

Setelah menghubungi MBS, Jokowi juga mengakui bahwa ia menelepon para menteri dan mendapatkan jawaban yang sama.

Saya mengulang kembali menelepon menterinya di sana, jawabannya tetap sama. Ini saja yang berada dalam lingkaran perang tidak dapat memprediksi, apalagi kita yang ada di sini," katanya.

"Sulit untuk memperkirakan dan memprediksi kapan perang akan berakhir serta kapan harga minyak akan kembali ke tingkat normal," tambah Jokowi.

Ia meminta masyarakat Indonesia untuk berdoa agar APBN Indonesia tetap tangguh menghadapi goncangan ekonomi akibat meningkatnya konflik ini.

"Maka kita berdoa bersama agar APBN kita, anggaran fiskal kita ini kuat menghadapi goncangan-goncangan yang tidak pasti seperti yang kita alami saat ini," kata Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

(ase/ -medan.com)

Baca berita MEDAN lainnya di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita terkini yang menyebar di Medan

TerPopuler