-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Perayaan Paskah atau misa malam Paskah di Paroki Santo Stefanus Sempan berlangsung penuh sukacita, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 07:30 WIT.
Pembukaan Perayaan Paskah dimulai dengan menyalakan lilin Paskah yang kemudian diikuti oleh umat, setelah itu lilin Paskah dibawa ke altar.
Misa malam Paskah dipandu oleh Pastor Paroki St. Stefanus Sempan, Gabriel Ngga, OFM.
Dalam pidatonya, imam menyampaikan bahwa perayaan tahun ini diadakan dalam kegelapan abadi yang menggambarkan dosa dan kematian.
Meski demikian, secercah cahaya dari lilin Paskah telah memecahkan kegelapan itu.
"Api lilin tahun ini, kita diundang untuk menjadi cahaya bagi sesama. Paskah adalah peristiwa yang mengubah dunia menjadi terang," katanya.
Ia menyampaikan bahwa Tuhan menciptakan manusia sangat mulia.
Bagi umat, ini merupakan harapan bahwa Tanah Papua adalah tanah yang kaya, dan hal tersebut merupakan bukti kasih serta cinta Tuhan.
"Paskah mengajak kita kembali kepada Tuhan Bapa yang merawat dan menjaga kehidupan, bukan merusaknya," katanya.
Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Selanjutnya, alam diciptakan oleh Allah di mana segala sesuatu hidup dengan indah dan seimbang. 2. Berikutnya, alam dibuat oleh Allah di tempat semua makhluk hidup dalam keadaan harmonis dan damai. 3. Kemudian, alam diciptakan oleh Tuhan di mana seluruh isinya hidup dalam keseimbangan dan keindahan. 4. Selanjutnya, alam dihasilkan oleh Allah di mana segala sesuatu berjalan dengan baik dan harmonis. 5. Berikutnya, alam diciptakan oleh Allah di mana kehidupan berlangsung secara indah dan selaras.
Kebangkitan Yesus benar-benar bertujuan untuk mengembalikan surga yang hilang.
"Paskah bagi kami adalah bahwa kita harus benar-benar merawat kehidupan baik alam maupun manusia. Tuhan dengan tegas membimbing kita menuju tanah yang dijanjikan," katanya.
Menurutnya, pada perayaan malam Paskah ini umat akan mengingat kembali janji baptis mereka.
Pada hari Paskah ini kita dihidupkan kembali untuk kembali ke Galilea dan di sana para murid bertemu dengan Yesus.
"Semua kita dipanggil untuk bertemu dengan Yesus yang bangkit, bukan hanya melalui pergi ke gereja atau merayakan, tetapi juga melalui berbagai bentuk pelayanan," tutupnya. (*)