Pemko Jakarta Tangkap 5 Pria Tangkap Ikan Sapu-Sapu untuk Dijual ke Siomay: Rp15 Ribu per Kg -->

Pemko Jakarta Tangkap 5 Pria Tangkap Ikan Sapu-Sapu untuk Dijual ke Siomay: Rp15 Ribu per Kg

25 Apr 2026, Sabtu, April 25, 2026
Pemko Jakarta Tangkap 5 Pria Tangkap Ikan Sapu-Sapu untuk Dijual ke Siomay: Rp15 Ribu per Kg

-MEDAN.com -Puluhan ikan sapu-sapu yang ditemukan di Kota Jakarta dimanfaatkan oleh beberapa orang sebagai bahan jualan kepada pedagang siomay.

Pihak pemerintah kota Jakarta menangkap lima individu yang menjual daging ikan sapu-sapu kepada pedagang siomay.

Ikan lele yang berasal dari Sungai Amazon telah diketahui mengandung logam dalam dagingnya.

Ikan ini dikategorikan sebagai ikan pengganggu yang menghancurkan telur-telur ikan asli.

Pemerintah Kota Jakarta saat ini sedang berupaya mengatasi peredaran ikan sapu-sapu di sungai.

Sekarang penindakan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat mengenai kegiatan yang mencurigakan di tepi Anak Kali Ciliwung, wilayah Pasar Baru, Sawah Besar, pada Jumat (24/4/2026).

Petugas menemukan lima orang pria sedang melakukan proses pengupasan ikan sapu-sapu di tempat tersebut.

Mereka ditahan guna dimintai keterangan.

"Kami menangkap lima orang pria yang bekerja dan pedagang ikan sapu-sapu," ujar Kepala Satpol PP Sawah Besar, Darwis Silitonga, Sabtu (25/4/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa daging ikan sapu-sapu dijual kepada pengepul di Cikarang, Kabupaten Bekasi, dengan harga Rp 15 ribu per kilogram.

"Dagingnya dijual ke Cikarang kepada pedagang untuk bahan pembuatan siomay menggunakan daging ikan sapu-sapu," katanya.

Setiap hari, para nelayan mampu memperoleh hingga satu kuintal daging ikan dari hasil tangkapan di Sungai Ciliwung.

"Setiap hari, seseorang menjual 5 kilogram daging ikan sapu-sapu, jika mereka lima orang, sekitar 100 kilogram daging ikan sapu-sapu," katanya.

Semua barang bukti berupa daging ikan sapu-sapu disita oleh petugas dan selanjutnya dihancurkan.

Setelah mendapatkan pembimbingan dan pemahaman mengenai bahaya mengonsumsi ikan sapu-sapu, kelima pria tersebut dikembalikan ke kampung halaman mereka di Cikarang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang memakai bahan berbahaya dalam proses produksi makanan.

Ia mengatakan pemeriksaan terhadap produsen siomay akan diperketat guna menghindari penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan dasar.

(*/-medan.com)

Artikel telah terbit di wartakota

TerPopuler