Perang 38 Hari, Minyak Naik, Bursa AS Turun -->

Perang 38 Hari, Minyak Naik, Bursa AS Turun

7 Apr 2026, Selasa, April 07, 2026

bengkalispos.com,JAKARTA — Selama 38 hari perang antaraAmerika Serikat dan Iran, AS telah mengirimkan puluhan senjata untuk menyerang belasan ribu sasaran. Hal ini memengaruhi pasar bahan bakar dan harga saham Amerika Serikat.

Amerika Serikat melakukan serangan terhadap lebih dari 13.000 sasaran sejak perang dimulai pada 28 Februari. Selain itu, sekitar 155 kapal dilaporkan mengalami kerusakan atau tenggelam akibat operasi militer tersebut.

Dalam menjalankan tugasnya, militer Amerika Serikat memanfaatkan gabungan kekuatan udara, darat, dan laut. Terdapat 26 jenis pesawat yang ditempatkan, ditambah berbagai sistem rudal dari darat dan laut.

Beberapa teknologi militer canggih digunakan secara perdana dalam konflik ini, misalnya pesawat pengintai ketinggian tinggi dan pesawat perang elektronik yang berfungsi mengganggu komunikasi lawan. Selain itu, Amerika Serikat memanfaatkan sistem pertahanan dan serangan seperti rudal Patriot, THAAD, HIMARS, serta berbagai sistem anti drone.

Dilaporkan oleh Stars and Stripes pada Selasa (7/4/2026), Amerika Serikat juga memanfaatkan drone murah yang dikembangkan dari drone Iran yang sebelumnya berhasil diraih.

Selain serangan udara, armada laut juga memiliki peran yang sangat penting. Pesawat tempur, kapal perang, kapal amfibi, hingga kapal selam bertenaga nuklir turut serta dalam operasi ini. Semua kekuatan tersebut didukung oleh kapal-kapal logistik yang memastikan pasokan tetap lancar selama berlangsungnya pertempuran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebutkan bahwa sasaran serangan ditujukan pada fasilitas kritis milik Iran, seperti pusat pengendalian militer, lokasi intelijen, markas Garda Revolusi, tempat peluncuran rudal dan pesawat tak berawak, sistem pertahanan udara dan laut, serta gudang senjata dan bunker.

Bahkan, infrastruktur kritis seperti jembatan utama di dekat ibu kota Teheran juga menjadi sasaran serangan.

Konflik ini menimbulkan korban dari berbagai pihak, termasuk Amerika Serikat yang kehilangan 13 anggota militer. Israel melaporkan 24 orang tewas, sedangkan negara-negara Teluk mencatat 27 korban. Di sisi lain, jumlah korban di Iran diperkirakan mendekati 2.000 jiwa.

Harga Bahan Bakar Minyak Meningkat, Pasar Saham Mengalami Ketidakstabilan

Selain dampak militer, konflik ini juga berdampak pada perekonomian, khususnya di Amerika Serikat.

Harga bahan bakar mengalami kenaikan yang cukup besar. Rata-rata harga bensin meningkat dari sekitar US$2,92 atau Rp49.300 menjadi US$4,12 atau Rp69.600 per galon dalam waktu singkat.

Di beberapa daerah seperti Hawaii, harga mencapai US$5,60 atau sekitar Rp94.600 per galon, sedangkan provinsi lain juga telah melewati angka di atas US$5 atau sekitar Rp84.500.

Di sisi lain, pasar saham juga ikut terkena dampaknya. Meskipun indeks Dow Jones sempat meningkat pada satu hari perdagangan, secara keseluruhan mengalami penurunan lebih dari 2.300 poin sejak sebelum perang dimulai. (Nur Amalina)

TerPopuler