bengkalispos.com–Pihak Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, mengambil tindakan tegas terhadap seorang tenaga kesehatan yang melakukan perilaku tidak pantas. Perawat tersebut secara resmi diangkat dari tugasnya setelah videonya yang sedang menari di ruang operasi saat proses bedah berlangsung menjadi viral di media sosial.
Kepala Humas RSUD Datu Beru, Himawan, membenarkan bahwa tenaga kesehatan yang bersangkutan adalah pegawai di bagian bedah dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pihak rumah sakit sangat kecewa atas kejadian ini karena dianggap melanggar etika profesi dan peraturan internal rumah sakit.
"Perawat tersebut adalah anggota staf di ruang bedah. Pihak terkait telah diberhentikan dan tidak lagi bertugas di layanan bedah. Kami menyesali tindakan perawat tersebut saat dokter sedang melakukan operasi pasien," katanya.
Kronologi dan Sanksi Tegas
Peristiwa itu terjadi ketika dokter sedang merawat pasien di ruang operasi. Meskipun penyelidikan internal menemukan bahwa tindakan tersebut tidak mengganggu perhatian dokter maupun proses operasi, pihak manajemen tetap memberikan sanksi yang cukup berat karena alasan profesional.
"Yang bersangkutan telah dihentikan sementara dan ditarik dari layanan operasi. Saat ini, perawat tersebut telah kami kembalikan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Tengah guna pemeriksaan lebih lanjut," kata Himawan, Jumat (3/4/2026).
Pelanggaran Aturan Internal
Berdasarkan hasil penyelidikan, seorang perawat tersebut diketahui sering kali diberi peringatan untuk tidak membawa ponsel ke ruang operasi, terlebih lagi merekam dan membagikannya ke publik. Namun, peringatan tersebut diabaikan hingga akhirnya video tersebut menimbulkan berbagai reaksi di kalangan masyarakat.
Kepala RSUD Datu Beru, Gusnarwin, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir tindakan yang merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kesehatan.
"Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami berkomitmen untuk tetap menjaga profesionalisme guna menjamin keselamatan dan kenyamanan pasien," ujar Gusnarwin.
Kondisi Pasien Tetap Aman
Meskipun tarian tersebut dilakukan secara spontan di area belakang ruang operasi, Gusnarwin memastikan keselamatan pasien tetap menjadi hal utama. Proses operasi dilaporkan berjalan dengan lancar sesuai standar medis tanpa gangguan dari kejadian eksternal tersebut.
Petugas perawat yang bersangkutan juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan mengakui bahwa tindakan tersebut murni kesalahan tanpa niat tertentu. Saat ini, nasib status kepegawaianya berada di tangan BKPSDM Aceh Tengah sebagai instansi yang bertanggung jawab atas pengawasan ASN dan PPPK.