
Ringkasan Berita:
- Tanah longsor menutupi dua hektar lahan pertanian warga di Dusun Sampele, Desa Salukonta, Kecamatan Mehalaan, Mamasa, setelah hujan lebat terjadi pada hari Minggu (5/4/2026).
- Material tanah longsor juga menutup sebagian jalan utama desa, sehingga kendaraan empat roda tidak bisa melewati jalur tersebut.
- Warga yang terkena dampak bekerja sama membersihkan jalan dan persawahan, sementara bantuan pemerintah dilaporkan belum sampai ke lokasi tersebut.
-SULBAR.COM, MAMASA– Sebuah lahan persawahan seluas sekitar dua hektar milik penduduk di Dusun Sampele, Desa Salukonta, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) mengalami kerusakan akibat tertimpa tanah longsor, pada hari Minggu (5/4/2026).
Tanah longsor terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan Kecamatan Mehalaan pada sore hari Minggu.
Tanah dari tebing mengendap di area persawahan warga hingga merusak tanaman padi yang baru mulai berkembang.
Selain merusak lahan pertanian, longsoran juga menutup sebagian jalur jalan utama di Desa Salukonta. Akibatnya, jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan bermotor empat roda.
Warga setempat, Ahsan, menyampaikan bahwa sekitar dua hektar lahan persawahan tertutup material tanah longsor, sehingga menimbulkan kerugian bagi para petani.
"Dua hektar lahan persawahan tertutup, dan jalan juga menyulitkan warga dalam keluar masuk desa," ujar Ahsan saat dihubungi -Sulbar.com, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, tanaman padi yang baru tumbuh di area persawahan kini tertutup oleh material tanah, sehingga berisiko mengalami kegagalan panen.
Ahsan juga menyebutkan warga yang terkena dampak saat ini saling bahu-membahu membersihkan jalan serta memperbaiki lahan persawahan secara mandiri.
"Pada saat ini jalan desa baru telah dibersihkan, namun masih berbahaya karena permukaannya licin," katanya.
Diketahui, jarak antara ibu kota Kabupaten Mamasa dengan Desa Salukonta sekitar 28,6 kilometer menurut data digital.(*)