Ringkasan Berita:
- Rachel Vennya kecewa karena Okin, mantan suaminya, diam-diam berniat menjual rumah untuk Xabiru.
- Rachel Vennya mengungkap kelemahan Okin selama ini
- Rachel Vennya mengungkapkan janjinya kepada anak-anak
TRENDS.COM- Selebgram Rachel Vennya kembali menjadi topik pembicaraan di media sosial, kali ini terkait hubungannya dengan mantan suaminya, Niko Al Hakim atau dikenal sebagai Okin.
Hubungan mereka tampaknya baik-baik saja setelah secara resmi berpisah pada tahun 2021 lalu.
Rachel Vennya dan Okin berupaya bersama dalam merawat dua anak mereka, Xabiru dan Chava.
Hubungan mereka terlihat menyenangkan, bahkan banyak netizen yang masih terpengaruh emosional hingga menyarankan keduanya untuk kembali bersama.
Di balik kemesraan mantan pasangan suami istri tersebut, ternyata Rachel Vennya memiliki banyak perasaan tersembunyi.
Hubungan mereka ternyata tidak secantik yang dipersepsikan publik selama ini.
Akhirnya, Okin secara diam-diam berencana menjual rumah yang sebenarnya ditujukan untuk Xabiru.
Meskipun rumah tersebut sedang dihuni oleh saudara-saudara Rachel Vennya.
Perasaan Rachel akhirnya pecah. Ia mengungkapkan isi hatinya melalui tulisan di media sosial.
Mantan kekasih Salim Nauderer itu juga turut menegaskan janjikan untuk anak-anak. Seperti apa?
Respons Okin
Niko Al Hakim, yang dikenal dengan panggilan Okin, akhirnya angkat bicara mengenai tuduhan mantan istrinya, Rachel Vennya, terkait pengambilan rumah.
Di akun media sosialnya, Okin menjelaskan kekhawatirannya terkait pembunuhan tokoh.
Dikatakan oleh Okin, ia akan menjelaskan masalah yang terjadi.
Sebelumnya, kepribadian gue selalu dihancurkan di depan umum tanpa mereka mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Berikan aku ruang dan waktu untuk menjelaskan apa yang terjadi dari sudut pandangku, "Okin memposting di akun Instagramnya, mengutip dari style.com, Jumat (3/4/2026).
Curahan Hati Rachel Vennya
Sebelumnya, Rachel Vennya mengungkap sisi lain dari mantan suaminya, Niko Al Hakim yang dikenal sebagai Okin.
Di dalam pengakuannya, Rachel memberikan petunjuk mengenai tindakan yang selama ini tidak diketahui oleh masyarakat.
Ia memutuskan untuk bersuara bukan tanpa alasan, melainkan karena ada sesuatu yang dianggap telah melebihi batas kesabarannya.
Salah satu penyebab utamanya adalah berita bahwa rumah yang ditujukan untuk anak pertama mereka dalam bahaya dijual.
Keadaan ini menjadi titik balik yang membuat Rachel tidak lagi bisa bersikap diam.
Rasa kekecewaan dan kemarahan muncul dalam unggahannya di media sosial.
Ia menggambarkan seberapa berat beban yang selama ini ditanggung sendirian, terutama dalam mengurus dan memberi nafkah kepada kedua anaknya.
Di balik penampilan yang sering terlihat mewah, Rachel mengungkapkan kenyataan bahwa dirinya telah bekerja keras dan berjuang untuk memastikan anak-anaknya memiliki kehidupan yang layak.
Sementara mantan suaminya, Okin, tidak memberikan bantuan sama sekali.
Sudah berjuang untuk nama baik, untuk anak-anak, tapi terus-terusan diabaikan seperti ini. Lelah banget, bekerja dari pagi sampai malam untuk anak-anak, biaya sekolahnya, lesnya yang banyak, jalan-jalan hingga ulang tahun mereka, prestasi-prestasi yang aku bantu, tapi tetap saja diperlakukan demikian. Sangat keras hatinya, tapi ya sudah ditelan saja. Sedih sih, tapi apa daya. tulis Rachel Vennya.
Selanjutnya, Rachel juga menceritakan awal mula kemarahannya terhadap Okin.
Rachel marah karena Okin tiba-tiba ingin menjual rumah yang sebelumnya telah disiapkan untuk anak pertama mereka.
Rumah itu, menurut Rachel, saat ini dihuni oleh saudara-saudaranya.
Mengenai rumah tersebut, Rachel mengungkapkan rahasia yang tersembunyi di baliknya.
Yaitu Rachel setuju agar Okin tidak lagi memberikan nafkah kepada anak-anaknya, selama rumah mereka dan Okin dijadikan sebagai tempat tinggal sementara untuk anak pertama mereka.
Namun, betapa terkejutnya Rachel ketika mengetahui bahwa Okin berniat menjual rumah itu.
Pada awal perjanjian, aku memberikan rumah yang dia sebut #rumahuntukbiru, dia hanya memiliki kewajiban nafkah dan memberi uang mut’ah. Tapi ternyata tidak diberikan, solusi win win adalah dia yang memberikan rumah agar dia tidak lagi menafkahi anak-anaknya, ketika datang ke rumah, sudah rusak dan saat dia gunakan, akhirnya kita renovasi untuk adik-adik. Selanjutnya karena tidak ada bukti tertulis, dia ingin menjual rumah tersebut, padahal adik-adik masih tinggal di sana, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sudah ada orang yang ingin mengukur dan membeli rumahnya yang adik-adikku tidak tahu harus bagaimana. Baiklah ambil saja rumah itu. Orang yang kuanggap sebagai sahabatku berubah menjadi mimpi buruk. ungkap Rachel.
Sedih dan marah, Rachel mengungkapkan perasaannya dalam curhatan itu.
Rachel menyebutkan tentang Okin yang tidak bisa diandalkan dalam perkataannya.
Dari awal tidak perlu diberi rumah, sudah biasa belanja sendiri, tapi seperti ini justru merepotkan orang, mau lewat hukum pun hanya berdasarkan kepercayaan. Memang bodoh aku masih percaya kata-kata laki-laki, sekarang aku sendiri yang repot. Makan rumah itu untuk biru, aku yang akan bekerja keras demi anak-anakku. Benar-benar sial sekali. pungkas Rachel.
Dikatakan oleh Rachel, sebenarnya dia tidak ingin terlibat perkelahian dengan mantan suaminya.
Namun karena sudah kecewa, Rachel mengingatkan tentang usahanya sejak dulu agar selalu baik dengan Okin.
Mungkin dia lupa siapa yang membantunya saat karakternya dibunuh oleh orang-orang lain, siapa yang membantunya. Bukannya dulu kita saling membantu? Apa yang terjadi denganmu? Semua ingatan baik hilang, ungkap Rachel.
(Trends.com)(Sumsel.com)