Serangan Israel ke Beirut 2026 Musnahkan Infrastruktur Hizbullah Pasca-Runtuhnya Jembatan Litani -->

Serangan Israel ke Beirut 2026 Musnahkan Infrastruktur Hizbullah Pasca-Runtuhnya Jembatan Litani

4 Apr 2026, Sabtu, April 04, 2026
Serangan Israel ke Beirut 2026 Musnahkan Infrastruktur Hizbullah Pasca-Runtuhnya Jembatan Litani

Layar Berita— Pasukan militer Israel melakukan serangan udara terhadap beberapa lokasi di ibu kota Beirut pada Sabtu, 4 April 2026, pagi hari. Serangan tersebut dilaporkan ditujukan pada infrastruktur milik kelompok Hizbullah sebagai bagian dari peningkatan ketegangan konflik yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

Tindakan tersebut diambil setelah Israel merobohkan jembatan di wilayah timur Lebanon, khususnya di atas Sungai Litani, untuk menghambat pergerakan pasukan bantuan dan distribusi logistik Hizbullah.

Seorang jurnalis dari AFP melaporkan terdengar dua ledakan besar dalam jangka waktu sekitar 30 menit di Beirut. Asap tebal terlihat muncul dari salah satu tempat yang terkena dampak, sementara media setempat menyebutkan bahwa serangan terjadi di wilayah pinggiran selatan kota yang selama ini menjadi basis Hizbullah.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Nasional Lebanon, serangan udara Israel juga menyerang jembatan yang menghubungkan kawasan Sohmor dan Mashghara, sehingga menyebabkan kerusakan besar. Serangan tambahan masih terjadi hingga pagi Sabtu, termasuk di pusat kota Sohmor.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan setidaknya dua orang meninggal dan 15 lainnya terluka akibat serangan yang terjadi ketika warga baru saja keluar dari masjid setelah shalat Jumat.

Ketegangan di Lebanon memburuk sejak awal Maret 2026, setelah Hizbullah melepaskan roket ke wilayah Israel. Sejak peristiwa tersebut, kedua belah pihak terus saling menyerang, memperbesar ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pasukan perdamaian PBB UNIFIL juga mengalami dampaknya. Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengungkapkan bahwa ledakan di salah satu pos di bagian selatan Lebanon melukai tiga anggota pasukan. Sumber ledakan masih dalam penyelidikan, meskipun Israel menyalahkan serangan berasal dari roket Hizbullah.

Dalam sebulan terakhir, pihak berwenang Lebanon mencatat lebih dari 1.300 korban jiwa akibat perang ini. Israel menyatakan telah menyerang lebih dari 3.500 sasaran di Lebanon, sedangkan Hizbullah mengklaim telah melakukan lebih dari 1.300 operasi terhadap sasaran Israel.

Di tengah kondisi yang semakin memburuk, kegiatan masyarakat tetap berjalan. Penduduk di Beirut masih melaksanakan aktivitas keagamaan, termasuk perayaan Jumat Agung, meskipun dalam ancaman serangan udara.

PBB mencatat bahwa puluhan anggota pasukan perdamaian telah menjadi korban sejak misi UNIFIL dibentuk pada tahun 1978. Kondisi terkini menimbulkan kekhawatiran global mengenai perluasan konflik dan dampaknya terhadap stabilitas wilayah.***

TerPopuler