Serangan Akurat, Rudal Iran Hancurkan Pabrik Drone Israel 48 Jam Setelah Dijual
NEWS.COM- Serangan rudal Iran pada Jumat (3/4/2026) dilaporkan menyerang sebuah pabrik di kota Petah Tikva, Israel tengah, yang khusus memproduksi drone keamanan.
Serangan yang merusak sebagian pabrik terjadi hanya dua hari setelah pabrik tersebut dijual, menurutAl Jazeera yang memperoleh informasi rinci tentang serangan pada hari Minggu (5/4/2026).
"Diketahui bahwa lokasi target yang tepat berdasarkan koordinat (32°06'25.2″N 34°53'03.9″E) terletak di kota Petah Tikva, yaitu kota industri terbesar kedua di Israel," demikian laporan tersebut.
Pemeriksaan rekaman yang dipublikasikan oleh akun media sosial milik Israel dengan izin sensor militer, serta foto-foto lain yang diambil oleh kantor berita, menunjukkan kerusakan besar pada pabrik tersebut setelah diserang rudal Iran.
Gambar-gambar tersebut menunjukkan lubang besar yang berjarak beberapa meter dari tempat kejadian.
Hanya satu pabrik saja yang mengalami kerusakan terparah dari sekian banyak pabrik di kompleks tersebut.
"Besarnya dampak serangan terhadap pabrik menunjukkan akurasi dalam menetapkan target," demikian laporan tersebut.
Baru Dilego
Perusahaan pemilik pabrik, Aerosol Aero Solutions, memberi tahu bursa saham Israel mengenai kerusakan besar yang terjadi setelah rudal Iran meledak di lokasi tersebut.
Ironisnya, serangan ini terjadi hanya dua hari setelah perusahaan ValoRex membeli pabrik tersebut, menurut surat kabar Israel, "Calcalist".
Laporan ekonomi tersebut memberikan data lengkap mengenai perusahaan yang menjadi sasaran serangan rudal Iran.
Laporan menyebutkan bahwa "Aerosol" merupakan perusahaan yang sudah mapan dan telah beroperasi selama lebih dari 13 tahun dalam pengembangan drone operasional untuk lembaga keamanan dan pemerintahan di Israel serta di berbagai belahan dunia.
Dalam rincian perjanjian tersebut, ValoRex, yang bergerak di bidang keamanan internal, membayar 26 juta shekel (sekitar $8,3 juta) untuk memperoleh 70 persen saham Aerosol, dengan komitmen untuk menambahkan dana tambahan sebesar 9 juta shekel (sekitar $2,8 juta) secara bertahap.
Pembelian ini merupakan langkah krusial bagi ValoRex dalam usahanya menciptakan entitas lintas disiplin di bidang keamanan.
Calcalist menjelaskan bahwa rencana investasi tersebut meliputi peningkatan efisiensi pabrik, perluasan jumlah karyawan, serta pemanfaatan bahan komposit dalam proses produksi khusus untuk perusahaan keamanan besar.
Rencana-rencana ini hampir pasti gagal akibat kerusakan besar yang terjadi di pabrik tersebut.
Pendapatan Aerosol diperkirakan berkisar antara 15 hingga 20 juta shekel (sekitar $4,8 hingga $6,4 juta) setiap tahun, dengan margin laba operasional maksimal 20%.
Klien-kliennya mencakup Kementerian Pertahanan Israel, Israel Aerospace Industries, Elbit Systems, serta Rafael.
Perdagangan Saham Dihentikan
Berdasarkan laporan Yediot Aharonot, pengumuman yang diberikan kepada Bursa Efek Israel menyebutkan bahwa setelah serangan rudal dan jatuhnya proyektil di dekat satu-satunya pabrik Aerosol, pabrik tersebut mengalami kerusakan yang cukup besar.
Perusahaan menyampaikan: "Saat ini, kami sedang mengevaluasi seberapa besar kerusakan yang terjadi pada bisnis Aerosol, dan penilaian kami didasarkan pada survei awal yang dilakukan di lokasi tersebut."
Selanjutnya, perusahaan mengumumkan keputusannya untuk tidak melakukan penawaran saham kepada publik.
CEO ValoRex, Roy Bargil, mengungkapkan pernyataannya setelah serangan terjadi di lokasi pabrik di Israel.
"Sangat mengecewakan bila serangan terjadi di dekat pabrik Aerosol, namun untungnya kejadian tersebut terjadi saat tidak ada karyawan di lokasi dan tidak ada korban luka fisik," katanya.
Ia menekankan bahwa upaya sedang dilakukan dalam beberapa hari ke depan untuk menyelesaikan penilaian kerusakan dan berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait, termasuk mengenai penggantian asuransi.
Di lapangan, tentara Israel menduga bahwa hulu ledak rudal Iran meledak di Petah Tikva, menyebabkan dua warga Israel terluka.
Iran terus mengarahkan serangan ke berbagai lokasi di Israel, termasuk pengumuman terbaru dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) bahwa mereka telah menyerang markas Kementerian Pertahanan di Tel Aviv serta Bandara Ben Gurion menggunakan rudal dan drone.
Hal ini sesuai dengan pengakuan dari Perusahaan Penyiaran Israel bahwa bom yang ditembakkan dari rudal mendarat di dekat kantor pusat kementerian tersebut.
Peningkatan ini terjadi di tengah kebijakan Israel yang sangat rahasia mengenai besarnya kerugian dan kerusakan yang disebabkan oleh rudal yang ditembakkan oleh Iran dan Hizbullah.
Di tengah situasi yang berkaitan, Pasukan Revolusi Iran mengumumkan bahwa mereka menyerang titik-titik di Bnei Brak, Petah Tikva, Tel Aviv, dan Kiryat Shmona menggunakan rudal "Qadr" yang dilengkapi dengan peluru ledak berjenis kluster.
Rudal jenis ini dikenal dengan kemampuannya untuk pecah di udara menjadi ratusan bom mini, yang menyebar ke area yang luas, mengakibatkan kerusakan yang besar dan merusak.