
-MEDAN.com,MEDAN- Keributan menyeruak di Masjid Al-Qomar, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, ketika lima jenazah korban longsor diarak, Rabu (8/4/2026).
Lima korban meninggal dunia akibat tanah longsor yang terjadi di tepi Sungai Sembahe, khususnya di sekitar jembatan Sembahe.
Tidak ada tempat khusus untuk menyimpan jenazah. Keluarga dan warga berkabung di masjid yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.
Rumah para korban hancur total setelah tertimpa longsor.
Selanjutnya, lima korban yaitu Gobal Sembiring (39), Riski (14), serta pasangan suami istri Boyke Simorangkir (51) dan Jamila Ginting (48). Satu korban lainnya adalah Rosmawati (49).
Semua korban diketahui masih memiliki hubungan keluarga dan tinggal di satu wilayah.
Saat jenazah tiba di masjid, air mata keluarga dan warga langsung meleleh.
Mereka berteriak keras saat setiap jenazah dikeluarkan dari mobil ambulans dan dibawa masuk ke dalam masjid.
Seorang wanita berpakaian hitam terlihat memeluk kerabatnya. Ia menangis dengan air mata yang tak bisa dihentikan, merasakan kesedihan mendalam akibat kehilangan anggota keluarganya.
"Kakakku. Sudah meninggalkanku," kata perempuan berhijab hitam, sambil menangis, Rabu (8/4/2026).
Setelah jenazah diturunkan secara berurutan, sejumlah kerabat dan anggota keluarga memasuki masjid.
Kemudian mereka melaksanakan salat jenazah atas korban dengan penuh khusyuk.
Kemudian, mereka duduk bersila di tengah jenazah yang telah dibungkus kain kafan sambil berdoa dan membaca Al-Qur'an.
Sementara warga lainnya berkumpul di luar masjid.
Setelah disholatkan, jenazah lima korban segera dibawa ke tempat pemakaman umum (TPU) yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Pengangkatan jenazah dengan tandu terasa berat karena melalui jalur sempit di perkebunan.
Terlihat, petugas kepolisian dan TNI turut serta mengangkat jenazah.
Mereka dikuburkan bersamaan dengan lubang kubur yang berjejer.
Diketahui, hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Sembahe Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang menyebabkan bencana longsor tanah, Selasa (7/4/2026) malam kemarin.
Delapan rumah penduduk yang terletak dekat lereng bukit, tidak jauh dari sungai Sembahe mengalami kerusakan akibat tanah longsor.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Medan (Basarnas Medan) Herry Marantika menyampaikan, akibat kejadian tersebut terdapat 5 orang yang meninggal dunia.
Selain itu, 1 penduduk mengalami cedera dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit.
"Kemarin malam dilanda hujan lebat yang menyebabkan tanah longsor dan menimpa 8 rumah. Dari 8 rumah tersebut, terdapat 6 korban jiwa dan 1 orang selamat," ujar Kepala SAR Medan Herry Marantika, di lokasi, Rabu (8/4/2026).
Herry menyampaikan, seluruh korban jiwa dan luka telah dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, serta Sat Brimob Polda Sumut.
Mereka telah berjuang sejak malam kemarin hingga pagi hari ini untuk mencari korban.
Saat ini, lanjut Herry, mereka masih melakukan pemantauan terhadap lokasi kejadian.
"Sampai saat ini, korban telah kita cari dan dinyatakan tidak ada lagi yang belum ditemukan, artinya sudah tidak ada korban yang tersisa. Kami dari tim SAR gabungan tetap melakukan pengawasan," ujarnya.
(Cr25/-medan.com)
Baca berita MEDAN lainnya di Google News
Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA
Berita terkini lainnya di Medan