bengkalispos.com.CO.ID, BEIRUT — Pasukan pendudukan Zionis Israel menghancurkan seluruh perangkat pengawas atau CCTV yang mengarah ke Jalan Minghy di wilayah kantor pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Naqoura, Lebanon bagian selatan.
Kepala Perwakilan UNIFIL Kandice Ardiel meminta pertanggungjawaban hukum dari Zionis Israel terkait tindakan merusak kamera pengawas keamanan yang digunakan oleh pasukan perdamaian internasional.
“Kami telah menyampaikan kekhawatiran serius kami mengenai hal ini kepada IDF (tentara penjajahan Zionis Israel) dan secara resmi mengangkat protes terhadap tindakan mereka,” kata Ardiel dalam pernyataan resmi UNIFIL yang dilansir, Minggu (5/4/2026). Ardiel menyebutkan bahwa penghancuran CCTV di area kantor pusat UNIFIL tersebut dimulai sejak Jumat (3/4/2026).
"Sejak kemarin, pasukan Israel telah merusak seluruh kamera yang mengarah ke Jalan Minghy di markas UNIFIL Naqoura," ujar Ardiel.
Pasukan Israel bertindak di Wilayah Gaza, 21 Desember 2023. - (IDF melalui Reuters)
Kantor pusat UNIFIL Naqoura merupakan salah satu titik pengawasan utama pasukan perdamaian PBB di wilayah selatan Lebanon. Kantor tersebut pada hari sebelumnya kembali menjadi sasaran serangan dari pasukan Zionis Israel.
Tiga anggota TNI yang tergabung dalam UNIFIL mengalami cedera akibat serangan tersebut.Ardiel menyatakan, perusakan kamera pengawas yang menghadap ke markas UNIFIL tersebut memiliki tujuan yang layak untuk dicurigai.
Barisan kamera tersebut dipasang dalam posisi yang bertujuan untuk menjamin keselamatan dan keamanan anggota pasukan perdamaian serta petugas sipil yang ditugaskan oleh PBB sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian di wilayah selatan Lebanon.
Berdasarkan pendapat Ardiel, penghancuran CCTV di wilayah markas UNIFIL oleh pasukan Zionis Israel menunjukkan niat sengaja untuk mengabaikan kewajiban mereka dalam mematuhi hukum internasional.
“Kami mengingatkan mereka (tentara Zionis Israel) akan tanggung jawab mereka untuk menjamin keselamatan dan rasa hormat terhadap pasukan keamanan PBB, serta penghormatan terhadap perlindungan dari serangan di kantor perwakilan PBB,” katanya.
Serangan terhadap kantor-kantor pasukan perdamaian PBB di Lebanon bukanlah yang pertama dalam beberapa hari terakhir. Tiga anggota TNI yang bertugas di UNIFIL gugur akibat tindakan militer Zionis Israel yang menyerang markas UNIFIL di Adhcit al-Qusayr beberapa waktu lalu.
Lima anggota TNI yang mengibarkan bendera UNIFIL masih mendapatkan perawatan medis karena cedera parah akibat serangan dari pihak Zionis Israel.