
bengkalispos.comAktris Sha Ine Febriyanti berbagi pengalamannya dalam memahami peran sebagai seorang koki dalam serial terbaru Netflix yang berjudulLuka, Makan, Cinta. Dalam serial tersebut, ia memainkan karakter Sari yang merupakan seoranghead chefdengan tanggung jawab yang besar di dapur.
Untuk memperkuat perannya, Ine mengakui bahwa ia harus melewati tahap persiapan yang tidak mudah. Ia bersama rekan-rekannya sesama pemain mengikuti pelatihan khusus sebelum proses pengambilan gambar dimulai.
"Jadi memang sebelum proses syuting ini kami mengadakan workshop. Workshop-nya sangat mendetail," katanya saat berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (15/4/2026).
Menurut Ine, semua pemain terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran tersebut, tanpa ada yang diabaikan. Mereka tidak hanya memahami konsep teori, tetapi juga langsung mengaplikasikannya di lapangan.
"Maka untuk menjadi seorang chef, kita semua, mulai dari saya hingga karyawan bawahan saya, semuanya belajar bersama," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar adegan dalam serial ini terjadi di dapur. Oleh karena itu, keterampilan teknis menjadi sesuatu yang sangat penting bagi para pemain untuk dikuasai.
"Dan yang paling intens adalah di dapur, karena memang cerita ini hampir 50% berlangsung di kitchen. Jadi bagaimana cara menggenggam pisau, bagaimana memotong bawang, serta bagaimana juga penyajian dan hal-hal lainnya," katanya.
Bukan hanya tentang teknik memasak, wanita berusia 50 tahun ini juga belajar mengenai struktur kerja di dapur profesional. Ia perlu memahami tugas setiap posisi, termasuk tanggung jawab seorang chef utama.
"Fungsi sebagai Head Chef dan Sous Chef, kita perlu mempelajari hierarkinya juga. Jadi dari hulu ke hilir, kita belajar mengenai dapur," jelasnya.
Namun, proses pengambilan gambar di dapur tidak lepas dari tantangan. Ine menyampaikan bahwa suasana dapur yang ramai dan penuh tekanan menjadi pengalaman yang unik baginya.
Selama proses pemotretan berlangsung, kondisi di lokasi benar-benar diciptakan mirip dengan dapur asli. Hal ini memaksa para pemeran untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut.
"Ya, saat kami syuting memang benar-benar kondisinya sangat kacau seperti itu," katanya.
"Betul-betul panas, stove-nya menyala, benar-benar kita merasa tidak perlu menggunakan AC, selanjutnya.
Kepatuhan terhadap aspek keselamatan menjadi hal yang sangat diperhatikan selama proses pengambilan gambar. Setiap anggota pemain diwajibkan memahami standar keamanan yang berlaku di dapur.
Maka kita tahu memang harussafety-nya, dan memang benar-benar kostumnya sendiri sangat presisi sama dengan chef, semua seperti itu," katanya. (*)