Wanita Masak Mie Instan di Kereta, Respons KAI Mengkhawatirkan? -->

Wanita Masak Mie Instan di Kereta, Respons KAI Mengkhawatirkan?

25 Apr 2026, Sabtu, April 25, 2026
Wanita Masak Mie Instan di Kereta, Respons KAI Mengkhawatirkan?

-MEDAN.com -Video seorang wanita memasak mi instan menggunakan kompor listrik di dalam kereta api menjadi perhatian.

Perempuan itu memakai alat penggoreng mi instan pada panci listrik.

Banyak pendapat muncul di platform media sosial.

Pihak PT Kereta Api Indonesia akhirnya mengeluarkan peringatan.

Terdapat larangan menghentikan alat listrik berdaya tinggi, seperti kompor listrik, rice cooker, dan pengering rambut di kereta api.

Sementara itu, perempuan tersebut mengakui tidak mengetahui adanya aturan yang melarang penggunaan kompor listrik di dalam kereta api.

Perempuan tersebut memasak mi dengan santai, bahkan menambahkan telur dan saus cabai.

Video tersebut diunggah melalui akun Threads @purbamurhani.

Di dalam video tersebut, ia terlihat sedang menuangkan saus ke dalam wajan listrik yang berisi mi yang baru selesai dimasak.

"Masak mi di dalam kereta api," kata Murhani.

Ia juga menunjukkan kabel dari panci listrik.

Wanita tersebut ternyata bernama Muhrani Purba.

Masih di Stasiun Tegal, perjalanan masih panjang, nikmati saja perjalanan dengan rebus soto Medan

sederhana namun lezat," tulis Murhani.

Video tersebut menjadi viral di media sosial hingga mendapatkan respons dari akun Threads @kai122_.

Postingan Murhani mendapat banyak komentar karena dianggap berisiko bagi penumpang lainnya.

"Selamat sore Kak Murhani.

Maaf ya. Saat naik kereta api antarkota, penumpang dilarang menggunakan colokan listrik di kereta untuk memasak.

Terima kasih atas kerja sama Anda dalam menjaga serta turut menjaga keselamatan dan keamanan bersama," tulis akun KAI.

Pemilik akun @labulabubulabu menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan Murhani berpotensi mengancam jalannya proses.

"IBUUUUUUK

ada colokan di sana bukan untuk memasak mi, ibu, bukan untuk panci listrik, ibu

Tapi untuk hp, laptop

Jika digunakan panci listrik hingga terjadi korsleting, ibu bisa tersengat aliran listrik, perjalanan orang-orang menjadi terganggu, ibu. Jangan bersikap egois, ibu," tulisnya.

Karena menjadi korban bullying dari netizen, Muhrani akhirnya meminta maaf.

Ia mengakui tidak mengetahui bahwa tindakannya tersebut ternyata dilarang.

"Halo semuanya,

Saya ingin menyampaikan permintaan maaf terkait video yang saat ini beredar.

Saya menyadari bahwa memasak mi di dalam kereta api merupakan tindakan yang tidak diperbolehkan.

Pada saat kejadian, saya memang belum mengetahui adanya peraturan tersebut, dan hal itu merupakan kesalahan dari saya.

Tidak ada maksud untuk melanggar peraturan atau mengabaikan kenyamanan dan keamanan penumpang lain.

Namun, saya sadar bahwa tindakan yang saya lakukan tetap salah," katanya.

Ia mengakui bahwa kejadian ini menjadi pelajaran yang sangat berharga baginya.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi saya agar lebih memahami dan mengikuti aturan yang berlaku di ruang umum pada masa mendatang.

Saya secara tulus memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa tidak nyaman, termasuk pihak yang terkait.

Terima kasih atas pemahamannya," katanya lagi.

kejadian tersebut diketahui terjadi pada rangkaian KA Murhani ketika berhenti di Stasiun Tegal, Rabu (22/4/2026).

Respons Humas Kereta Api

Menanggapi video yang viral, Manajer Humas Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa colokan listrik yang tersedia di setiap kursi ditujukan untuk perangkat elektronik pribadi dengan konsumsi daya rendah, seperti pengisian baterai ponsel, tablet, laptop, atau earphone.

"Kegunaan stop kontak untuk peralatan berdaya tinggi, seperti kompor listrik, rice cooker, hair dryer, atau alat elektronik rumah tangga lainnya sangat dilarang," ujar Luqman dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).

"Selain melanggar peraturan, tindakan ini juga berisiko mengancam keselamatan perjalanan, serta mengganggu kenyamanan penumpang lain," tambah Luqman.

Mengenai video yang beredar secara viral, Luqman menyesali tindakan penumpang yang menghidupkan kompor listrik di salah satu kereta.

Ia menyatakan, hal tersebut bertentangan dengan peraturan dan ketentuan KAI.

Ia mengatakan, tindakan tersebut membawa konsekuensi risiko keselamatan dan bisa mengganggu sistem kelistrikan kereta.

"Kami menyadari perhatian masyarakat terhadap isu ini. Oleh karena itu, KAI masih melakukan pencarian dan pemeriksaan mendalam, untuk memastikan keakuratan informasi yang beredar, sebagai bagian dari komitmen kami dalam menjaga keselamatan dan kualitas layanan," tambahnya.

Ia menegaskan bahwa penggunaan perangkat dengan daya tinggi secara bersamaan dapat menyebabkan beban listrik berlebih, yang berisiko mengganggu sistem kelistrikan kereta.

Terhadap hal tersebut, KAI mengajak penggunaan rem tangan dilakukan dengan bijaksana.

Perangkat yang diizinkan terbatas pada alat dengan konsumsi daya rendah, sedangkan perangkat elektronik berdaya tinggi dilarang.

Ia mengajak penumpang untuk memastikan alat yang digunakan dalam pengisian daya tidak mengalami panas berlebih. Ia juga menyarankan agar alat yang telah selesai diisi dayanya segera dilepaskan dari colokan listrik.

"Kami mengajak seluruh pelanggan tidak hanya mematuhi aturan saat berkendara, tetapi juga cerdas dalam menanggapi informasi yang beredar di media sosial. Pastikan informasi yang diterima sudah diverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat," tegas Luqman.

(*/-MEDAN.com)

Artikel ini diambil dari Kompas.com dan newsBogor.com.

Baca berita MEDAN lainnya di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita terkini lainnya di Medan

TerPopuler