
bengkalispos.com, JAKARTA — PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mengalami peningkatan produksi emas sebesar 321% pada kuartal I/2026 karena meningkatnya kadar bijih dan mulai berjalannya aktivitas pertambangan secara optimal di Fase 8 Batu Hijau. Hingga akhir tahun ini, perusahaan menargetkan produksi emas mencapai 579.000 ons.
Berdasarkan laporan kinerja triwulan I/2026, pengadaanemaskonsentrat AMMN mencapai 136.115 ons, meningkat sebesar 321% secara tahunan dibandingkan pencapaian kuartal I/2025 yang berjumlah 32.340 ons.
Peningkatan produksi ini didorong oleh kenaikan jumlah bijih segar yang diekstraksi serta meningkatnya kadar emas. Selama kuartal I/2026, kadar emas yang diproses meningkat menjadi 0,54 gram per ton, naik dari sebelumnya 0,17 gram per ton pada periode yang sama tahun lalu.
Selain emas, produksi tembaga dalam bentuk konsentrat meningkat sebesar 173% secara tahunan menjadi 101 juta pon, naik dari sebelumnya 37 juta pon. Di sisi lain, produksi konsentrat mencapai 167.792 metrik ton kering atau meningkat 110% dibanding tahun sebelumnya.
Direktur Utama Amman Mineral InternasionalArief Sidarto menyatakan bahwa perusahaan memulai tahun 2026 dengan kinerja operasional yang kuat di seluruh bidang bisnis, mulai dari pertambangan hingga fasilitas pemurnian.
"Dari segi pertambangan, produksi konsentrat mencapai 167.792 ton metrik kering, didukung oleh peningkatan volume bijih segar yang diekstrak serta peningkatan kualitas kadar bijih," katanya dalam pernyataan resmi, dilaporkan pada Kamis (7/5/2026).
Arief menjelaskan, pada kuartal pertama tahun 2026, kegiatan penambangan difokuskan pada pengaksesan tubuh bijih dengan kadar rendah hingga sedang di Fase 8 Batu Hijau. Fase ini sebelumnya memasuki tahap pengupasan lapisan batuan penutup pada awal tahun 2025, sehingga volume bijih segar yang dikeluarkan masih terbatas.
Perusahaan tetap mempertahankan panduan produksi tahun 2026 dengan target produksi emas dalam bentuk konsentrat sebesar 579.000 ounce dan produksi tembaga sebesar 485 juta pound atau setara 220.000 ton. Produksi konsentrat diharapkan mencapai 900.000 metrik ton kering.
Dari segi keuangan, AMMN mencatatkan pendapatan bersih sebesar US$808 juta pada kuartal pertama tahun 2026, meningkat signifikan dibandingkan dengan US$2 juta pada periode yang sama di tahun sebelumnya. EBITDA tercatat sebesar US$508 juta dengan margin EBITDA 63%, berbeda jauh dari EBITDA negatif sebesar US$42 juta pada kuartal pertama tahun 2025.
Sementara itu, laba bersih perusahaan mencapai 163 juta dolar AS pada kuartal pertama tahun 2026, berbeda dengan kerugian bersih sebesar 138 juta dolar AS pada kuartal pertama tahun 2025. Kondisi ini didorong oleh kembalinya ekspor konsentrat, kenaikan harga logam, serta peningkatan aktivitas smelter.