BGN Nabire dan Yonif TP 804 Tingkatkan Kedaulatan Pangan dan Nutrisi -->

BGN Nabire dan Yonif TP 804 Tingkatkan Kedaulatan Pangan dan Nutrisi

15 Mei 2026, Jumat, Mei 15, 2026
BGN Nabire dan Yonif TP 804 Tingkatkan Kedaulatan Pangan dan Nutrisi

Liputan Jurnalis PapuaTengah.com. Calvin Louis Erari

PAPUATENGAH.COM, NABIRE - Tindakan nyata untuk memperkuat kedaulatan pangan dan memenuhi kebutuhan gizi di wilayah timur Indonesia mulai diperkuat.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marcell Asyerem melakukan kunjungan kerja penting ke Unit Yonif TP 804 dalam rangka mempercepat pelaksanaan program Swasembada Pangan serta pengembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pertemuan ini menjadi kesempatan penting bagi Provinsi Papua Tengah untuk memperkuat kerja sama antar sektor.

Tujuan utama dari agenda ini adalah memastikan bahwa program strategis nasional tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata kepada masyarakat di tingkat bawah.

Marcell menyampaikan, kunjungan ini adalah tindak lanjut dari petunjuk Presiden mengenai kepentingan hilirisasi dalam sektor pangan.

Menurutnya, Yonif TP 804 memainkan peran penting sebagai pusat produksi hulu yang mengintegrasikan hasil pertanian langsung ke unit hilir.

"Yonif TP 804 menjadi sumber utama bagi dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Tindakan ini memastikan distribusi nutrisi kepada masyarakat Nabire didukung oleh rantai pasok yang pendek, segar, dan berkelanjutan," ujar Marcell kepada PapuaTengah.com, Jumat (15/5/2026).

Diketahui, selama kunjungan tersebut, Marcell melakukan peninjauan menyeluruh terhadap berbagai fasilitas produksi yang dioperasikan oleh Yonif TP 804, seperti pengolahan lahan untuk komoditas pangan pokok guna memastikan kelancaran stok lokal.

Tidak sampai di situ, ia juga menitikberatkan pada pengembangan unit peternakan dan perikanan agar memenuhi standar gizi makro, serta memperhatikan penerapan manajemen teritorial yang efektif untuk membuktikan bahwa kemandirian pangan lokal sangat mungkin tercapai di wilayah Papua.

Lanjut Marcell, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada aspek ketahanan fisik, tetapi juga menargetkan penguatan ekonomi.

Dengan menjadikan unit produksi lokal sebagai sumber utama, program ini secara alami membentuk sistem ekonomi mikro yang kuat di Kabupaten Nabire.

Ia berharap, integrasi ini mampu memacu kemandirian ekonomi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja setempat serta pertukaran ilmu tentang pengelolaan pangan modern.

Selanjutnya, kerja sama antara BGN dan Yonif TP 804 bisa menjadi indikator penting terkait keberhasilan program pemerintah pusat di wilayah tersebut.

"Saya berharap, sinergi ini mampu membentuk ketahanan nasional yang dimulai dari piring makan masyarakat agar kedaulatan pangan lokal bukan hanya sekadar wacana, tetapi menjadi misi yang sedang diwujudkan di tengah Papua Tengah," tutupnya. (*)

TerPopuler