
bengkalispos.comBanyak orang menganggap bahwa semua buah dan sayuran akan lebih tahan lama jika disimpan di dalam kulkas.
Faktanya, beberapa jenis makanan justru lebih tahan lama dan tetap segar jika disimpan pada suhu kamar.
Penyimpanan yang tidak sesuai dapat menyebabkan perubahan tekstur, penurunan rasa, bahkan mempercepat proses pembusukan.
Tomat merupakan contoh yang paling sering ditemukan. Suhu dingin dalam kulkas dapat merusak struktur tomat, membuatnya menjadi lunak dan kehilangan rasanya yang alami.
Timun lebih baik disimpan pada suhu ruangan karena udara yang terlalu dingin dapat menyebabkan bercak air dan mempercepat kerontokan.
Terong merupakan jenis sayuran yang rentan terhadap suhu rendah. Menyimpannya di dalam kulkas dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan bagian dalamnya cepat berwarna cokelat dan teksturnya berubah.
Labu kuning lebih tahan disimpan di tempat yang kering dengan sirkulasi udara lancar dibandingkan jika dimasukkan ke dalam kulkas.
Bawang merah, bawang putih, kentang, dan ubi lebih baik tidak disimpan dalam kulkas.
Suhu yang rendah dapat mempercepat proses perubahan pati menjadi gula pada kentang dan ubi, sehingga memengaruhi rasa serta tekstur mereka.
Bawang lebih rentan lembap dan cepat rusak jika disimpan dalam kulkas.
Tempat penyimpanan yang paling cocok untuk bahan-bahan ini adalah ruangan yang kering, dingin, dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung.
Beberapa jenis buah masih bisa bertahan dalam suhu ruangan, antara lain apel, jeruk, pisang, delima, dan mangga.
Pisang bisa lebih cepat berubah warna menjadi hitam jika dimasukkan ke dalam kulkas sebelum matang sempurna.
Pisang dan apel akan tetap matang secara alami jika ditempatkan di meja dapur atau keranjang buah.
Kondisi yang berbeda terjadi setelah buah dipotong atau dikupas.
Buah yang sudah terbuka sebaiknya segera dimakan atau disimpan dalam wadah yang tertutup di dalam kulkas agar terhindar dari kontaminasi bakteri dan tetap segar lebih lama.
Ahli keamanan pangan juga menyarankan agar area penyimpanan tetap bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik agar bahan makanan tidak mudah rusak.
Penyimpanan yang sesuai dengan sifat bahan pangan dapat membantu mempertahankan rasa, tekstur, dan kandungan gizinya secara lebih maksimal.
Informasi mengenai penyimpanan bahan pangan pada suhu ruang juga sering dibahas oleh organisasi pangan dan kesehatan internasional seperti USDA Food Safety and Inspection Service serta Healthline, yang menyatakan bahwa tidak semua buah dan sayuran cocok disimpan di tempat dingin.