Harga kakao kering Aceh Tenggara turun hari ini, ahli usulkan bangun pabrik -->

Harga kakao kering Aceh Tenggara turun hari ini, ahli usulkan bangun pabrik

15 Mei 2026, Jumat, Mei 15, 2026
Harga kakao kering Aceh Tenggara turun hari ini, ahli usulkan bangun pabrik
Ringkasan Berita:
  • Harga biji kakao kering yang sebelumnya mencapai Rp62.000 per kilogram (Kg) kini berkurang menjadi Rp60.000 per kg, atau mengalami penurunan sebesar Rp2.000 per kg.
  • Situasi ini dipengaruhi oleh berkurangnya persediaan kakao kering di pasar serta menurunnya harga di pasar Medan.
  • Harga cokelat di pasar masih belum stabil menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dan musim liburan.

Liputan Jurnalis Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

Gayo.com, KUTACANE- Harga biji kakao di tingkat petani di Kabupaten Aceh Tenggara kembali turun, Jumat (15/5/2026).

Harga biji kakao yang sebelumnya mencapai Rp62.000 per kilogram (Kg) kini mengalami penurunan menjadi Rp60.000 per kg, atau turun sebesar Rp2.000 per kg.

Data tersebut disampaikan oleh seorang pedagang kakao di Aceh Tenggara, Sabri kepadaGayo.com, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, penurunan harga telah terjadi selama dua hari terakhir.

Harga komoditas kakao mengalami penurunan kecil dalam dua hari terakhir di pasar. Sebelumnya, harga kakao berada pada kisaran Rp66.000 per kilogram.

Namun, kini secara perlahan menurun hingga mencapai tingkat Rp60.000 per kilogram," katanya.

Ia menjelaskan bahwa harga kakao saat ini masih belum stabil.

Terkadang harga mengalami kenaikan, tetapi tidak lama setelah itu kembali menurun.

Situasi ini dipengaruhi oleh berkurangnya persediaan kakao kering di pasar serta menurunnya harga di pasar Medan.

Di sisi lain, sejumlah petani di Kecamatan Lawe Sigala-gala mengatakan hasil produksi kakao saat ini mulai menurun karena masa panen musiman telah berakhir.

"Saat ini harga kakao kembali mengalami penurunan menjadi Rp60.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat mencapai Rp66.000 per kilogram," kata seorang petani kakao di Desa Lawe Loning Aman Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kiki.

Pernyataan serupa juga diungkapkan M Asbi, petani kakao di Kecamatan Bukit Tusam.

Menurutnya, harga cokelat di pasar masih belum stabil menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dan musim liburan.

"Perdagangan di Sumatera Utara masih belum cukup stabil dalam menampung hasil pertanian petani seperti kakao," katanya.

Pabrik Pengolahan Kakao Dianggap Perlu Didirikan

Ahli kebijakan publik Aceh, Dr Nasrul Zaman menganggap bahwa harga kakao di Aceh Tenggara selama ini tidak pernah benar-benar stabil dan sering mengalami penurunan yang signifikan karena tindakan manipulasi harga di pasar.

Menurutnya, harga kakao yang diterima petani di Aceh Tenggara selama ini sangat tergantung pada tingkat harga di pasar Medan.

Oleh karena itu, Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara diharapkan mampu melanjutkan program almarhum mantan Bupati Aceh Tenggara, Ir H Hasanudin B MM, dalam membangun dan melengkapi pabrik pengolahan kakao di wilayah tersebut.

Bahkan, pabrik Kakao telah berdiri dan pernah memiliki mesin pengolahan biji kakao. Namun, pada masa itu belum sempat dioperasikan.

Pembangunan pabrik pengolahan kakao ini penting untuk meningkatkan harga kakao yang mahal di pasaran, sehingga dapat memperkuat perekonomian masyarakat di Aceh Tenggara," ujar Nasrul Zaman, yang juga merupakan Tokoh Masyarakat Aceh Tenggara.

Rincian Harga Kakao

Berikut daftar harga kakao kering di Kabupaten Aceh Tenggara pada hari ini, Jumat (15/5/2026):

  • Harga biji kakao kering sebelumnya: Rp65.000 per kg
  • Harga biji kakao kering pada hari ini: Rp60.000 per kilogram.(*)

TerPopuler