
jatim.bengkalispos.com, SURABAYA - Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan terkesan saat mengambil keterangan seorang tersangka joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang mengakui telah enam kali berhasil mendaftarkan peserta ujian.
Peristiwa tersebut terekam dalam video yang diunggah melalui akun Instagram resmi luthfie.daily, pada hari Rabu (6/5). Dalam pemeriksaan terpisah dengan tersangka lain, seseorang yang tidak diketahui identitasnya mengakui bahwa ia tidak pernah menerima informasi apa pun.
"Tidak pernah ada bocoran. Sebenarnya cukup mudah, Pak. Saya memang ahli dalam matematika, semua soal bisa saya selesaikan," kata tersangka.
Ia juga menyebut mata pelajaran lain seperti Bahasa Inggris sudah biasa ia hadapi, sedangkan Tes Potensi Akademik menurutnya masih berkaitan dengan matematika. Dalam persiapan, ia mengakui belajar mandiri dari buku-buku khusus selama dua hingga tiga bulan.
"Saya mencari bahan pembelajaran di buku persiapan. Proses belajarnya sekitar dua hingga tiga bulan," ujarnya.
Luthfie terkejut dengan kemampuan itu, bahkan menganggap pelaku memiliki kecerdasan yang tidak digunakan secara benar.
"Kamu hebat juga. Jika belum terbiasa, satu soal bisa memakan waktu lama," katanya dalam video.
Pada pemeriksaan tersebut, tersangka mengakui menerima upah dari jasa joki UTBK dengan kisaran antara Rp20 juta hingga Rp75 juta, tergantung tingkat kesulitan dan reputasi universitas tujuan.
"Jika universitas berkualitas, biayanya lebih tinggi. Bisa mencapai Rp20 hingga Rp30 juta, yang terbaru bahkan sampai Rp75 juta," katanya.
Meskipun mengapresiasi kemampuan akademis yang dimiliki, Luthfie menyesali pemanfaatan kecerdasan tersebut untuk aktivitas ilegal di bidang pendidikan.(mcr23/jpnn)