Kapal Tanker Tiongkok Diserang di Selat Hormuz, AS dan Iran Saling Menyalahkan Langgar Perjanjian Damai
Ringkasan Berita:
- Tiongkok mengonfirmasi bahwa sebuah kapal tanker yang dinaiki oleh awak berkebangsaan Tiongkok diserang di dekat Selat Hormuz.
- Amerika Serikat dan Iran saling menyalahkan terkait pelanggaran gencatan senjata dalam tengah operasi militer yang berlangsung di wilayah Teluk.
- Ketegangan di Selat Hormuz menyebabkan kenaikan harga minyak global akibat kekhawatiran terhadap gangguan jalur distribusi energi dunia.
NEWS.COM- Ketegangan di Selat Hormuz kembali memburuk setelah Tiongkok mengonfirmasi bahwa sebuah kapal tanker yang mengangkut minyak dan memiliki awak dari negara tersebut diserang di dekat jalur pelayaran penting.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin memanas, meskipun kedua belah pihak sebelumnya menyatakan bahwa gencatan senjata masih berlaku.
Tiongkok Mengonfirmasi Kapal Tanker Diserang
Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada hari Jumat (8 Mei 2026) mengungkapkan kekhawatiran yang mendalam terkait dampak perang di Timur Tengah terhadap keselamatan pelayaran global.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, menyatakan bahwa ada warga negara Tiongkok yang berada di atas kapal tanker yang diserang.
Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai anggota kru yang terluka.
"China sangat khawatir akan dampak buruk konflik di Timur Tengah terhadap kegiatan pelayaran," kata Lin Jian dalam konferensi pers harian.
Media China sebelumnya melaporkan kapal tanker produk minyak milik China itu diserang pada Senin lalu di dekat Selat Hormuz.
AS dan Iran Saling Menyalahkan Pelanggaran Gencatan Senjata
Pada saat yang sama, ketegangan antara Washington dan Teheran kembali memburuk.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington masih menunggu respons Iran terhadap proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang dan membuka jalan bagi negosiasi yang lebih serius.
Pernyataan itu muncul ketika laporan operasi militer baru kembali terjadi di kawasan Teluk.
Fox Newsmelaporkan bahwa militer Amerika Serikat melakukan serangan udara tambahan terhadap kapal tanker yang diduga berusaha melanggar blokade terhadap Iran.
Sementara media Iran melaporkan terjadinya ledakan di Kota Sirik yang berdekatan dengan Selat Hormuz.
Komando Pusat Amerika Serikat juga menyatakan telah menghalangi lebih dari 70 kapal tanker dalam masuk dan keluar pelabuhan Iran.
Kapal-kapal itu mampu membawa lebih dari 166 juta barel minyak dengan nilai sekitar US$13 miliar.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan menyebut bahwa tiga kapal perusak Amerika pernah diserang saat melewati Selat Hormuz.
"Kami di ganggu hari ini, dan kami hancurkan mereka," kata Trump.
Iran Mengklaim Balas Serangan Amerika Serikat
Sebaliknya, Iran mengklaim Amerika Serikat melanggar perjanjian damai dengan menyerang kapal tanker minyak, Pulau Qeshm, serta kawasan pesisir di sekitar Selat Hormuz.
Teheran mengklaim pasukannya telah melakukan balasan dengan menyerang kapal militer Amerika Serikat di sisi timur selat tersebut.
Meski terjadi pertempuran tembak-menembak, media Iran kemudian melaporkan kondisi di pulau-pulau dan kota-kota pesisir sekitar Selat Hormuz kembali stabil beberapa jam setelah kejadian tersebut.
Kekacauan Menyebar ke Uni Emirat Arab
Peningkatan ketegangan juga berdampak pada Uni Emirat Arab (UEA).
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menangkis dua rudal balistik dan tiga pesawat tanpa awak yang datang dari Iran.
Tiga individu dilaporkan mengalami cedera yang cukup parah akibat kejadian tersebut.
Harga Minyak Dunia Melonjak
Kekacauan di Selat Hormuz langsung memengaruhi pasar energi dunia.
Harga minyak mentah Brent dilaporkan meningkat tajam, melebihi level US$100 per barel karena kekhawatiran mengenai gangguan pasokan energi global melalui Selat Hormuz.
Lautan tersebut menjadi titik penting dalam perdagangan internasional karena melalui jalur ini sekitar seperlima distribusi minyak dan gas alam cair dunia berlangsung.
Di Amerika Serikat, harga bensin dilaporkan meningkat lebih dari 40 persen sejak akhir Februari, menurut data dari American Automobile Association.
Diplomasi Masih Berjalan
Meski ketegangan semakin memuncak, jalur diplomatik dikatakan masih tersedia.
Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran terus berlangsung dan yakin bahwa kesepakatan masih mungkin tercapai kapan saja.
Namun Iran menyatakan belum membuat keputusan mengenai usulan Amerika Serikat dan terus melanjutkan operasi terhadap individu-individu yang dituduh sebagai mata-mata dan pengkhianat.