
Kalangan Jambi- Kue keju krim akhir-akhir ini menjadi hidangan penutup yang banyak dibicarakan di media sosial hingga pusat perbelanjaan. Di salah satu mal di Kabupaten Tangerang, camilan ini sangat diminati hingga pengunjung rela antri untuk membelinya.
Selain karena sedang tren, banyak orang menganggap kue ubi keju lebih baik dibanding jenis dessert manis lainnya. Hal ini dikarenakan bahan utamanya menggunakan ubi yang dianggap sebagai "makanan asli" dan lebih bernutrisi dibanding olahan yang berbahan dasar tepung.
Meski demikian, ahli gizi klinik dr. Raissa E. Djuanda, SpGK mengingatkan bahwa tambahan topping seperti keju krim tetap dapat meningkatkan jumlah kalori, gula, dan lemak dalam makanan tersebut.
Menurutnya, ubi termasuk makanan bergizi karena mengandung karbohidrat kompleks dan serat. Namun, olahan ubi yang ditambahkan topping terkini tidak secara otomatis menjadi camilan yang sehat.
"Karena bahan utamanya singkong, banyak orang menganggap ini sebagai hidangan penutup yang sehat. Padahal, tambahan topping seperti keju krim dapat meningkatkan jumlah kalori dan lemaknya," ujar dr. Raissa.
Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak mengonsumsi hidangan penutup ini secara berlebihan hanya karena dianggap lebih sehat. Karena, kadar kalori dan gula yang terkandung bisa sama dengan jenis dessert manis lainnya jika dikonsumsi tanpa pengawasan.