bengkalispos.com- Pertandingan antara Arsenal melawan West Ham United pada hari Minggu lalu berakhir dengan momen dramatis setelah gol terlambat West Ham dibatalkan oleh VAR. Keputusan tersebut langsung memicu perdebatan sengit, terutama karena pertandingan ini memiliki pengaruh besar dalam persaingan gelar maupun zona degradasi.
West Ham memerlukan poin agar bisa terhindar dari ancaman degradasi, sementara Arsenal sedang berjuang keras untuk menjaga peluang menjadi juara Liga Premier. Tidak heran jika keputusan tersebut langsung mendapat perhatian yang besar.
Namun menariknya, banyak pakar dan mantan wasit setuju bahwa keputusan VAR sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kontroversi muncul ketika West Ham mendapatkan tendangan sudut di menit akhir pertandingan. Pada situasi itu, David Raya berusaha mengamankan bola, namun terganggu oleh dua pemain lawan.
Jean-Clair Todibo tampaknya menarik jersey Raya, sementara Pablo Felipe menghalangi gerakan kiper tersebut dengan lengan mereka. Akibatnya, Raya tidak mampu mengontrol bola dan Callum Wilson berhasil mencetak gol dari bola yang tidak terkendali.
Setelah pemeriksaan VAR yang cukup lama, gol akhirnya dibatalkan.
Mengutip Daily Cannon, mantan wasit Mark Halsey adalah salah satu individu yang mendukung keputusan tersebut.
"Jika Anda memperhatikan, Anda bisa dengan jelas melihat bahwa Pablo telah menghalangi Raya," ujar Halsey.
Anda bisa melihatnya dengan jelas. Selain itu, Anda juga bisa melihat bahwa Todibo sedang memegang baju Raya, sehingga dia menariknya ke bawah.
Sulit bagi Chris Kavanagh untuk melihatnya secara langsung. Tapi itulah manfaat dari VAR. Menurut saya, mereka membuat keputusan yang benar, ada dua pelanggaran di sana!
Rice Merangkul Mavropanos
Di sisi lain, sejumlah penggemar West Ham merasa Arsenal juga melanggar aturan karena Declan Rice tampak memeluk Konstantinos Mavropanos di area penalti.
Namun, mantan wasit Dermot Gallagher menyatakan bahwa pelanggaran terhadap Raya terjadi lebih dahulu, sehingga menjadi perhatian utama VAR.
"Kamu harus melihatnya secara berurutan," kata Gallagher.
Jika Anda memperhatikan, Pablo memeluk Raya, dia menggenggamnya, tidak ada keraguan terhadap hal itu.
Pelanggaran pertama, menurut saya, dilakukan oleh Pablo.
Komentar menarik juga datang dari Danny Murphy yang merasa perselisihan ini menjadi besar hanya karena melibatkan Arsenal.
"Karena ini Arsenal, kita tidak boleh mengubah fakta," ujar Murphy.
Itu adalah pelanggaran, dan seharusnya tidak menimbulkan perdebatan. Satu-satunya alasan munculnya perdebatan adalah karena ini Arsenal.
Selain keputusan yang diambil, durasi pemeriksaan VAR yang mencapai beberapa menit juga menjadi topik perdebatan. Namun, mantan asisten wasit Darren Cann menganggap bahwa waktu yang lama tersebut justru diperlukan untuk memastikan keputusan benar-benar tepat.
"Saya lebih suka membuat keputusan yang benar meskipun memerlukan waktu sedikit lebih lama dibandingkan mengambil keputusan yang salah dalam 30 detik," kata Cann.
Menurutnya, keputusan penting seperti pertandingan gelar atau penurunan kelas tidak boleh ditentukan oleh kesalahan wasit yang terburu-buru.
Akhirnya, meskipun perdebatan masih marak di media sosial, sebagian besar pakar sepak bola tampaknya setuju bahwa VAR telah menjalankan fungsinya dengan tepat dalam situasi tersebut.