
bengkalispos.com, JAKARTA—Perusahaan properti PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) mencatatkanmarketing salesRp1,95 triliun pada kuartal pertama tahun 2026, yang setara dengan 32% dari target tahunan penuh sebesar Rp6 triliun.
CEO LPKR John Riady menyatakan bahwa momentum pertumbuhan penjualan properti tetap berlangsung di kuartal I/2026. Pemesanan sebelumnya atau marketing salesLPKR mencapai angka sebesar 1,95 triliun rupiah, yaitu setara dengan 32% dari target tahunan.
Permintaan tetap fokus pada rumah tapak, khususnya produk di segmen yang terjangkau dan menengah, yang menjadi prioritas utama strategi kami. Kami akan tetap berfokus pada pelaksanaan di seluruh proyek.townshipkami, sambil tetap mempertahankan pendekatan yang hati-hati dalam pengelolaan modal dan operasional,” katanya dalam pernyataan resmi, Senin (4/5/2026).
John Riady menjelaskan kinerja kuartal I/2026 yang terutama didorong oleh permintaan yang stabil terhadap rumah tapak, baik di segmen harga terjangkau maupun mewah di berbagai daerah. Produk rumah tapak memberikan kontribusi sebesar 84% dari total penjualan sebelumnya, menunjukkan tingginya minat dari pembeli pertama kali.first-time homebuyers) dan end-user.
Pencapaian ini juga didukung oleh peluncuran Park Serpong Phase 7 di kawasan Park Serpong, serta Neo 5ense Collection di Cikarang. Proyek pengembangan terbaru ini berhasil memenuhi permintaan dari kalangan pasar umum maupun menengah, sekaligus memperkuat posisi LPKR di pasar perumahan.
Pada tingkat Lippo Karawaci (Holdco), penjualan properti residensial memberikan kontribusi sebesar Rp1,22 triliun, didukung oleh penjualan unit komersial senilai Rp156 miliar, kavling tanah sebesar Rp30 miliar, serta penjualan lahan pemakaman di San Diego Hills sejumlah Rp33 miliar.
"Kenaikan penjualan juga didukung oleh peluncuran produk baru di Park Serpong Phase 7 pada kuartal I/2026, yaitu Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops, yang dijual dengan harga murah dan didorong oleh permintaan tinggi di segmen perumahan terjangkau," katanya.
Di tengah situasi ekonomi global yang sulit dan penuh ketidakpastian, LPKR mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,80 triliun pada kuartal I/2026, EBITDA sebesar Rp337 miliar, serta laba bersih sejumlah Rp107 miliar.
Selain itu, arus kas dari kegiatan operasional meningkat sebesar 20% YoY menjadi Rp499 miliar, didorong oleh kenaikan pendapatan dari pelanggan. LPKR menyelesaikan kuartal I/2026 dengan posisi kas yang stabil sebesar Rp1,62 triliun. Selain itu, aliran kas dari aktivitas operasional mengalami peningkatan sebesar 20% YoY menjadi Rp499 miliar, didukung oleh peningkatan penerimaan dari pelanggan. LPKR menutup kuartal I/2026 dengan kondisi kas yang baik sebesar Rp1,62 triliun. Selain itu, arus kas operasional meningkat 20% YoY menjadi Rp499 miliar, karena adanya kenaikan pendapatan dari pelanggan. LPKR menutup kuartal I/2026 dengan posisi kas yang kuat sebesar Rp1,62 triliun.
Di sisi lain, segmen lifestyle LPKR menunjukkan kinerja yang stabil pada kuartal I/2026, dengan pendapatan sebesar Rp310 miliar, EBITDA sebesar Rp103 miliar, serta laba bersih mencapai Rp55 miliar.
Kinerja tersebut menunjukkan ketahanan sektor meskipun permintaan mengalami penurunan, yang tetap didukung oleh berbagai inisiatif efisiensi operasional. Secara operasional, rata-rata harga kamar hotel tetap stabil pada Rp639.000.
Jumlah pengunjung pusat perbelanjaan meningkat 6% secara tahunan menjadi 11,5 juta orang per bulan, menunjukkan adanya kebangkitan yang berkelanjutan di sektor ritel.