Makin Panas! AS dan UEA Laporkan Serangan Iran di Selat Hormuz -->

Makin Panas! AS dan UEA Laporkan Serangan Iran di Selat Hormuz

5 Mei 2026, Selasa, Mei 05, 2026
   

bengkalispos.com—Amerika Serikat (AS) dan Uni Emirat Arab (UEA) mengungkapkan beberapa serangan yang mereka kaitkan dengan Iran di wilayah Teluk. Perkembangan ini terjadi bersamaan dengan operasi militer AS yang bertujuan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur terpenting dalam perdagangan energi global.

Angkatan bersenjata Amerika Serikat mengklaim telah menembak pasukan Iran dan menghancurkan enam kapal kecil yang diduga menyerang kapal warga sipil. Tindakan tersebut dilakukan saat upaya pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz sedang berlangsung pada hari Senin.

Mengutip France24, Selasa (5/5), militer Amerika Serikat juga mengonfirmasi bahwa dua kapal niaga yang bertanda bendera AS berhasil melewati Selat Hormuz pada hari yang sama sebagai bagian dari inisiatif pelayaran baru yang dijaga ketat oleh pasukan militer.

Di sisi lain, Uni Emirat Arab mengungkapkan bahwa, untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata yang berlaku pada awal April, wilayahnya kembali menjadi target serangan yang dikaitkan dengan Iran. Kementerian Pertahanan UEA menyebutkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menangkal 15 rudal dan empat pesawat tanpa awak yang ditembakkan ke wilayahnya.

Selanjutnya, Otoritas di Fujairah, Uni Emirat Arab, mengungkapkan bahwa satu pesawat tak berawak memicu kebakaran di fasilitas minyak penting yang menyebabkan tiga warga negara India cedera. Selain itu, militer Inggris melaporkan dua kapal pengangkut barang terbakar di perairan sekitar UEA, menambah daftar kejadian yang terjadi di kawasan tersebut.

Di sisi lain, pihak Iran tidak memberikan konfirmasi langsung mengenai serangan yang dituduhkan. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan melalui platform X bahwa Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab "perlu berhati-hati agar tidak terjebak kembali dalam situasi yang lebih rumit," tanpa menjelaskan secara rinci insiden yang dimaksud.

Selain itu, media pemerintah Iran juga merujuk pada seorang pejabat militer tak dikenal yang menyatakan bahwa Teheran tidak memiliki rencana untuk menyerang Uni Emirat Arab atau fasilitas minyaknya. Dalam penjelasannya, mereka justru mengklaim bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh "operasi militer Amerika Serikat" dalam upaya membuka jalur yang dianggap ilegal di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Selat Hormuz merupakan jalur penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Karena itu, wilayah ini menjadi jalur utama ekspor minyak dari negara-negara penghasil di Timur Tengah, sehingga gangguan di kawasan tersebut langsung memengaruhi harga energi global serta kestabilan pasar internasional.

Dalam sejalan dengan perkembangan tersebut, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) melalui Laksamana Brad Cooper mengumumkan bahwa pasukan AS berhasil menciptakan jalur yang aman dan bebas dari ranjau laut. Ia menegaskan bahwa semua ancaman terhadap kapal sipil telah ditangani, termasuk serangan rudal, drone, serta kapal kecil yang dilepaskan menuju kapal perdagangan.

Selanjutnya, Cooper menyatakan bahwa pasukan yang berada di lapangan memiliki wewenang penuh untuk menjaga keamanan kapal dagang sipil. Ia juga menegaskan bahwa semua ancaman yang teramati selama operasi tersebut berhasil dicegah oleh pasukan militer yang ditempatkan di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggambarkan operasi tersebut sebagai bagian dari inisiatif "Project Freedom" yang bertujuan untuk membuka kembali rute pelayaran dan memberikan bantuan kepada kapal-kapal yang terjebak di wilayah Teluk. Ia juga menegaskan bahwa setiap upaya yang mengganggu jalur tersebut akan dijawab dengan tindakan militer.

Di tingkat regional, Uni Emirat Arab mengecam dengan keras serangan yang mereka anggap sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara dan meminta penghentian segera semua tindakan yang sedang berlangsung. Akibatnya, peringatan keamanan udara juga dikeluarkan, sehingga beberapa penerbangan komersial diarahkan kembali atau kembali ke bandara asal.

Selain itu, di Oman, laporan media pemerintah menyebutkan terjadinya serangan dekat Selat Hormuz yang mengakibatkan dua pekerja asing cedera serta beberapa fasilitas mengalami kerusakan. Di sisi lain, Korea Selatan melaporkan adanya ledakan di sebuah kapal dagang yang sedang berlabuh di wilayah Uni Emirat Arab, meskipun hingga saat ini belum diketahui hubungannya dengan rangkaian kejadian di kawasan tersebut.

***

TerPopuler