Mengintip Aktivitas Balai Ternak BAZNAS Kuningan, Tempat Berbagi Daging Saat Idul Adha -->

Mengintip Aktivitas Balai Ternak BAZNAS Kuningan, Tempat Berbagi Daging Saat Idul Adha

27 Mei 2026, Rabu, Mei 27, 2026
Mengintip Aktivitas Balai Ternak BAZNAS Kuningan, Tempat Berbagi Daging Saat Idul Adha
Ringkasan Berita:
  • Warga saling membantu memotong daging menjadi potongan kecil untuk diserahkan kepada penerima manfaat
  • Pengelolaan peternakan di Kuningan adalah binaan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang telah beroperasi sejak 6 Desember 2025.
  • Pusat Peternakan yang dikelola oleh BAZNAS menjadi harapan baru bagi masyarakat pedesaan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

NEWS.COM, KUNINGAN - Suara kapak dan golok terdengar dari dekat Balai Ternak Mukti Raharja, Desa Sayana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada hari Rabu (27/5/2026) siang.

Warga saling membantu memotong daging menjadi bagian kecil untuk diserahkan kepada mustahiq atau orang yang berhak menerima daging kurban di sekitar balai ternak pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Beberapa warga lainnya terlihat memasukkan daging kurban ke dalam kantong plastik putih dan dikumpulkan dalam beberapa karung.

Pusat peternakan yang menjadi tanggung jawab Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ini telah beroperasi sejak 6 Desember 2025.

Dari kandang ini, total 50 ekor kambing dipotong dan dagingnya diserahkan kepada pihak yang berhak.

"Di sini dipotong 50 ekor kambing," ujar Rusdianto (45), peternak dari Kelompok Balai Ternak Mukti Raharja saat diwawancarai, Rabu.

Selain itu, tempat ternak yang dikelola oleh BAZNAS ini juga menjadi harapan baru bagi masyarakat pedesaan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Rusdianto, yang sebenarnya adalah seorang petani, mengakui telah memperoleh penghasilan tambahan agar dapur rumah tetap terasa hangat sejak bergabung dengan Kelompok Balai Ternak Mukti Raharja ini.

"Saya seorang petani, namun sejak bergabung dengan kelompok tersebut ada peningkatan pendapatan yang bisa digunakan untuk memperluas rumah," jelasnya.

Seorang ayah yang memiliki dua anak mengatakan bahwa program ini sangat membantunya.

Selain meningkatkan penghasilan, ia mengakui memperoleh pengetahuan baru yaitu beternak tanpa bimbingan formal.

Rusdianto menyebutkan bahwa anggota kelompok yang terdiri dari 30 orang ini setiap hari saling membantu dalam mengelola pembiakan hingga peningkatan berat badan kambing, dimulai dari jumlah awal sebanyak 240 ekor.

Tampak terdapat dua bangunan yang cukup besar berdiri di atas tanah milik desa tersebut.

Satu gedung yang berisi anak kambing untuk dipelihara.

Sementara bangunan lainnya berfungsi sebagai tempat pemeliharaan kambing-kambing.

Tampak kambing di bangunan ini sudah cukup besar jika dibandingkan dengan bangunan sebelumnya.

Juga terlihat para peternak yang terus-menerus membawa kereta dorong yang berisi rumput sebagai makanan untuk kambing-kambing tersebut.

Selanjutnya, anggota Kelompok Balai Ternak ini akan memperoleh hasil melalui penjualan anak maupun induk kambing yang terus berkembang biak.

"Di sini kami menjual anaknya. Betina juga jika sudah berusia 2 hingga 3 bulan," katanya.

Selain itu, Rusdianto menyebutkan bahwa kelompok ini tidak hanya beternak kambing. Namun, kotorannya juga dimanfaatkan sebagai pupuk.

Tugas peternak hanyalah membersihkan kotoran, lalu mengangkutnya ke pertanian masing-masing, Pak. Kotoran tersebut merupakan pupuk kompos yang langsung dibawa ke lahan pertanian, Pak. Selain itu, air kencingnya juga dialirkan ke pertanian untuk difermentasi," katanya.

Selanjutnya, dia bersama peternak lain berharap program semacam ini tetap berlangsung agar dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

TerPopuler