
bengkalispos.com.CO.ID, JAKARTA -- Komisi XI DPR RI menanyakan kepada pimpinan Bank Indonesia (BI) terkait penurunan nilai tukar rupiah yang signifikan. Melemahnya mata uang Garuda hingga mencapai Rp 17.600 per dolar AS, yang merupakan yang terendah dalam sejarah, dianggap sangat mengkhawatirkan.
Bahkan, anggota Partai Amanat Nasional (PAN) Primus Yustisio memulai kritiknya dengan menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mengalami peningkatan signifikan, yaitu sebesar 5,61 persen (year on year/yoy). Namun, ia meragukan nilai tukar rupiah yang malah anjlok hingga mencapai tingkat terendah baru terhadap dolar AS.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi rupiah tidak hanya melemah terhadap dolar AS, tetapi juga mengalami penurunan terhadap beberapa mata uang negara lainnya. "Faktanya dan ironisnya, pelemahan rupiah terjadi terhadap seluruh mata uang. Kita mengalami penurunan terhadap dolar Singapura, dolar Australia, ringgit Malaysia, riyal Arab Saudi, dolar Hong Kong, serta euro Uni Eropa. Inikankita harus melihat dengan realitas, kita tidak bisa berpangku tangan. Apa yang terjadi saat ini menurut saya pribadi, Bank Indonesia telah menghilangkantrust"Bank Indonesia telah mengabaikan kredibilitasnya," kata Primus dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Gubernur BI di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Primus juga menyebutkan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun sekitar 20 persen sejak awal 2026. Di sisi lain, sejak perang Iran melawan AS-Israel meletus pada 28 Februari 2026, indeks di berbagai negara lain saat ini sudahrebound, bahkan mencatat penguatan.
Pada kesempatan itu, Primus meminta para pemimpin BI menghadapi situasi saat ini secaragentleman. Ia mencontohkan sikap gentlemanyang dimaksud, antara lain adalah pengunduran diri. "Pak Perry yang saya hargai, terkadang Pak, jika kita mengambil keputusangentlemanItu bukan bentuk penghinaan. Saya memberikan contoh, mungkin saatnya sekarang Bapak mundur. Jika selanjutnya terserah Bapak, tentu saja, tapi ini bukan sikap yang merendahkan," kata Primus.
Ia mengatakan, jika Perry Warjiyo mengundurkan diri dari posisinya sebagai Gubernur BI, tindakan tersebut justru akan lebih dihormati, mirip dengan situasi pengunduran diri pejabat di Korea atau Jepang. “Jika Anda tidak mampu menjalankan tugas dengan baik, tidak masalah (untuk mundur),” tegasnya.
Primus kemudian merujuk pada sebuah hadis untuk menyentuh posisi Perry Warjiyo saat ini sebagai pemimpin tertinggi bank sentral di Indonesia. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari. “Karena Anda ini adalahtemplate-nya orang yang saleh, hadits ini sangat dikenal, yang artinya 'jika suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya', tutup Primus.
Perry Warjiyo Menegaskan BI Berusaha Maksimal Melindungi Rupiah
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo belum memberikan tanggapan terkait kritik tajam yang disampaikan oleh Komisi XI DPR terhadap dirinya sebagai kepala BI. Namun, pada awal bulan Mei lalu, Perry menegaskan komitmen berat bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah menghadapi berbagai tantangan ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global.
Ia menegaskan, tujuh langkah strategis yang diperkenalkan berdasarkan perintah Presiden RI Prabowo Subianto merupakan usaha yangall out alias habis-habisan. “Ini bukan business as usualTujuh langkah tersebut merupakan tahapan yangall out"!" kata Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II Tahun 2026 di Kompleks BI, Jakarta.
Misalnya, ia menyebutkan tindakan intervensi, baik transaksiNon-Deliverable Forward(NDF) di pasar internasional maupun transaksispot dan Domestic Non-Deliverable Forward(DNDF) di pasar dalam negeri dilakukan secara massal. Akibatnya, upaya besar-besaran ini mengurangi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada Maret 2026.
Cadangan devisa mengalami penurunan pada bulan lalu (Maret 2026) menjadi sebesar 148,2 miliar dolar AS, namun jumlah tersebut masih cukup memadai. Kami mengevaluasi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk intervensi. Ingat! Cadangan devisa ini terkumpul saat musim panen.inflowbesar, oleh karena itu kita gunakan saat paceklik, pada saatoutflow jumlahnya besar,” terangnya.
Tindakannya, lanjut dia, tidak hanya dilakukan di dalam negeri dan tidak hanya berupa uang tunai. Perry menyebut tindakan intervensi tersebut dilakukanaround the world dan around the clock. Di pasar internasional atauoffshoreOperasi NDF diadakan di Hong Kong, Singapura, London, dan New York.
“Itu namanya bukan business as usual. Itu all out,” tegasnya.
Kemudian terkait kebijakan penggunaan instrumen SRBI untuk menarik dana asing masuk (capital inflow), Perry menjelaskan tindakan tersebut sebagai strategi untuk menyeimbangkan situasicapital outflowyang terjadi pada SBN dan saham.
Menurut catatannya, inflow SRBI secara year to date (ytd) mencapai Rp 78,1 miliar. Sementara itu, saham menunjukkanoutflowsebesar Rp 38,6 triliun dan SBN—meskipun dalam beberapa minggu terakhir telah mengalamiinflow—secara ytd masih tercatat outflow sebesar Rp 11,7 triliun.
“Kan investor asing tempo hari outflow untuk saham, terus SBN outflow, tapi akhir-akhir ini inflow, sehingga jika saham sama SBNoutflow, masa SRBI juga harusoutflow? Harus diberi kompensasi untukinflow,” ungkap Perry.
Perry menekankan bahwa langkah-langkah tersebut sebenarnya tidak biasa. Bersamaan dengan itu, ia juga menyatakan bahwa rupiah saat iniundervalue, atau berada di bawah dasarnya. Artinya, masih terdapat kesempatan bagi rupiah untuk tetap stabil dan meningkat.
Rupiah dinilai undervaluekarena didukung oleh data ekonomi yang kuat. Seperti pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang positif sebesar 5,61 persen (yoy), inflasi rendah pada tingkat 2,42 persen (yoy), serta defisit perdagangan yang terus berada dalam kondisi surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Selain itu, cadangan devisa masih berada pada tingkat yang tinggi.
Faktor-faktor global mencakup kenaikan harga minyak mentah, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, serta suku bunga AS yang tinggi sebesar 4,41 persen. Selain itu, penguatan indeks dolar AS menyebabkan para investor asing meninggalkan berbagai negara.emerging market, termasuk Indonesia.
Tidak hanya faktor global, faktor musiman juga dianggap sebagai penyebab melemahnya nilai tukar rupiah. Perry menyebutkan bahwa pada bulan April hingga Mei permintaan mata uang asing meningkat karena berbagai keperluan, seperti kebutuhan jamaah haji dan Umroh, kebutuhan perusahaan untuk mengembalikan dividen, serta pembayaran utang luar negeri, baik bunga maupun pokok.
Memang keadaannya seperti itu. Bank Indonesiaall outjaga nilai rupiah, bekerja sama erat dengan pemerintah, serta terus-menerus memperoleh dukungan penuh dari Bapak Presiden,” tegasnya.
Rupiah Terus Melemah
Kurs rupiah pada pagi ini, Senin, berada pada angka Rp 17.658 per dolar AS. Angka tersebut mengalami pelemahan sekitar 61 poin atau 0,35 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di Rp 17.597.
Analis keuangan Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa rupiah mengalami pelemahan seiring hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang tidak memberikan solusi signifikan terkait konflik AS-Iran.
Rupiah berpeluang kembali melemah mengikuti perasaan pasarrisk offglobal pada Jumat (15 Mei 2026). Dolar Amerika Serikat mengalami penguatan yang cukup signifikan di tengahsell offseluruh aset, termasuk surat utang, saham,crypto, serta mata uang akibat ketidakpuasan investor terhadap hasil pertemuan Xi dan Trump yang tidak banyak menyentuh atau memberikan solusi terkait konflik AS-Iran,” katanya di Jakarta, Senin.
Pada pertemuan antara Xi dan Trump, Tiongkok mengusulkan agar Selat Hormuz segera dibuka kembali sambil menjaga gencatan senjata.
Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya mempercepat perdamaian dan membantu negosiasi, serta akan tetap menjalankan perannya dalam mendorong penghentian segera konflik dan kembali pulihnya perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Namun demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa upaya perantara yang dipimpin Pakistan bersama Amerika Serikat belum gagal, tetapi menghadapi "jalur yang sangat berat" karena ketidakpercayaan terhadap Washington dan pesan-pesan Amerika yang bertentangan.
Araghchi menyatakan, Iran tetap berkomitmen pada diplomasi meskipun menghadapi gencatan senjata yang "lemah" setelah konflik terbaru antara AS dan Israel melawan Iran.
Mengutip Anadolu,Trump sendiri menyatakan keraguan apakah kesepakatan akan segera tercapai antara Amerika Serikat dan Iran karena negosiasi mengenai program nuklir dan konflik yang sedang berlangsung masih belum menemui penyelesaian.
Berdasarkan beberapa laporan media, Trump kemungkinan akan mengambil keputusan dalam beberapa jam mendatang apakah akan melanjutkan serangan terhadap Iran atau tidak, karena negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri perselisihan dan menyelesaikan program nuklir Iran hingga saat ini belum berhasil mencapai kesepakatan.
Perasaan tersebut menyebabkan harga minyak mentah global kembali meningkat. Meskipun Tiongkok dan Amerika Serikat mencapai beberapa kesepakatan kerja sama, reaksi pasar tidak sekuat kekhawatiran terhadap tingginya harga minyak global.
"Kedua negara serta dunia berharap perang segera berakhir, tetapi tampaknya sulit bagi Iran untuk meninggalkan ambisi nuklir mereka, sehingga dalam pertemuan antara Xi dan Trump lebih banyak membahas hubungan antar kedua negara," ujar Lukman.