Syekh Ahmad Al Misry Dikaitkan dengan Kasus Pelecehan Seksual -->

Syekh Ahmad Al Misry Dikaitkan dengan Kasus Pelecehan Seksual

12 Mei 2026, Selasa, Mei 12, 2026
 

bengkalispos.comSyekh Ahmad Al Misry masih berada di tanah airnya, Mesir, hingga saat ini. Ia dianggap tidak bersikap kooperatif dalam menghadapi proses hukum terkait kasus pelecehan seksual sesama jenis yang masih berlangsung di Bareskrim Polri.

Habib Mahdi mewakili sejumlah korban berkoordinasi dengan Bareskim Polri untuk menanyakan perkembangan kasus yang menimpa Syekh Ahmad Al Misry. Pihak kepolisian telah melakukan pemanggilan terhadap tersangka sebanyak tiga kali.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah mengirimkan surat peringatan untuk mengembalikan Syekh Ahmad Al Misry dari Mesir ke Indonesia.

"Tetapi memang terdapat beberapa hal dari informasi kemarin, jika tidak salah, yaitu adanya informasi mengenai dua kewarganegaraan," ujar Habib Mahdi.

"Saya juga meminta kepada Kedutaan Besar Mesir di Indonesia agar dapat membantu mengembalikan, mendeportasi warga negara Indonesia (Syekh Ahmad Al Misry), yang kita ketahui merupakan warga negara Indonesia," tambahnya.

Habib Mahdi mengakui bahwa dia tidak mengetahui bahwa tersangka memiliki dua kewarganegaraan. Ia hanya mengetahui bahwa Syekh Ahmad Al Misry adalah Warga Negara Indonesia setelah menikah dengan seorang warga Indonesia.

"Saya tidak tahu bahwa dia memiliki dua kewarganegaraan, meskipun hal itu sangat jelas," katanya.

Menurut pandangan Habib Mahdi, Syekh Ahmad Al Misry tidak bersikap kooperatif. Beberapa kali pemanggilan telah dilakukan, namun pihak terkait belum juga hadir.

"Bukan korporatif itu jelas. Selama dia menghindar untuk diperiksa di Mabes Pori, otomatis masalah ini akan semakin memburuk. Jangan sampai mengatakan orang-orang itu bersikap negatif kepadanya, sementara dia sendiri tidak mau bertanggung jawab di hadapan penyidik. Hadapi saja," kata Habib Mahdi.

Syekh Ahmad Al Misry sebelumnya mengatakan bahwa ia kembali ke Mesir untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit. Habib Mahdi menyatakan, pernyataan tersebut adalah sebuah ketipuan.

"Isu tentang orang tua saya sakit saya tolak, memang 6 tahun lalu orang tua saya pernah menjalani operasi tulang belakang. Setelah itu tidak ada lagi," tegasnya.

TerPopuler