Warga Cimuruy Sumedang Bagikan Daging Kurban dengan Anyaman Bambu dan Daun Jati -->

Warga Cimuruy Sumedang Bagikan Daging Kurban dengan Anyaman Bambu dan Daun Jati

27 Mei 2026, Rabu, Mei 27, 2026
Warga Cimuruy Sumedang Bagikan Daging Kurban dengan Anyaman Bambu dan Daun Jati
Ringkasan Berita:
  • Warga Cimuruy Sumedang memanfaatkan anyaman bambu dan daun jati sebagai wadah untuk daging kurban.
  • Kemasan khas ini dipilih karena ramah lingkungan dan harganya terjangkau (Rp300).
  • Penggunaan bumbu juga membantu menjaga ke segaran daging serta mendukung pengrajin lokal.
 

Laporan Kontributor jabar.id, Kiki Andriana

PRIANGAN.COM, SUMEDANG -Warga di Kampung Cimuruy RW 01, Desa Mekarmulya Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, memilih menggunakan keranjang anyaman bambu dan daun jati saat mendistribusikan daging kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).

Selain dianggap lebih hemat, penduduk di desa tersebut merasa penggunaan wadah tradisional berbahan anyaman bambu lebih aman dalam menjaga kualitas daging dibandingkan dengan kantong plastik.

Di desa tersebut, hewan yang dipotong terdiri dari 3 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Hewan-hewan tersebut dipotong di halaman balai RW.

Hewan-hewan tersebut dibuat menjadi 500 paket daging untuk kurban.

Ato Radianto, Ketua DKM Masjid At-Taqwa, juga Ketua Panitia Kurban, menyampaikan bahwa penggunaan wadah anyaman bambu ini pertama kali diterapkan di Kampung Cimuruy.

Menurutnya, tindakan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan kantong plastik yang berisiko meningkatkan jumlah sampah.

Selain itu, menurutnya, penggunaan anyaman bambu ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap masyarakat yang berprofesi sebagai pengrajin anyaman bambu.

Pemakaian anyaman bambu ini dipilih karena dianggap lebih ramah lingkungan, serta akibat meningkatnya harga plastik di pasar. Harga anyaman bambu hanya Rp 300 per pcs," katanya kepada Jabar.id.

Ato berkata, penggunaan kemasan tradisional tersebut juga merupakan upaya dalam melestarikan budaya lokal yang selama ini terkait dengan masyarakat Sumedang khususnya di Kampung Cimuruy.

Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah plastik semakin bertambah, serta pemanfaatan produk lokal yang dibuat oleh warga terus berkembang.

"Produk ini adalah karya masyarakat setempat. Kami berharap tradisi ini tetap terjaga dan terus dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan sosial," katanya.

Penggunaan wadah anyaman dari bambu juga diterima dengan baik oleh masyarakat, masyarakat menganggap penggunaan wadah anyaman bambu lebih efisien dan alami.

Selain mengurangi limbah plastik, masyarakat mulai menggunakan rinjing juga menciptakan kesan menarik dalam pembagian daging kurban.

"Unik, sangat bagus karena lebih ramah lingkungan dan terlihat lebih tradisional. Selain menerima daging kurban, kami juga turut mendukung karya dari warga setempat," ujar Herni (50), warga setempat.

Fuji Marliyana, warga lainnya menyampaikan, penggunaan wadah anyaman bambu ini dianggap lebih aman karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

"Selain tidak merusak lingkungan, penggunaan wadah anyaman bambu dapat menjaga kualitas daging kurban lebih baik. Daging tetap segar dan tidak mudah berbau," ujarnya. (*)

 

Buka berita-berita Priangan.com di Google News

TerPopuler