4 Tokoh Ini Akan Dilantik Prabowo Besok, Siapa Pengganti Silmy Karim? -->

4 Tokoh Ini Akan Dilantik Prabowo Besok, Siapa Pengganti Silmy Karim?

7 Jun 2026, Minggu, Juni 07, 2026

NEWS.COM, JAKARTA- Istana Presiden akan menjadi tempat pelantikan beberapa pejabat oleh Presiden Prabowo Subianto, besok Senin (8/6/2026).

Pengumuman mengenai agenda pelantikan pejabat negara tersebut segera memicu berbagai perbincangan di kalangan masyarakat tentang kemungkinan adanya perubahan kabinet (reshuffle) yang baru dalam pemerintahan Presiden Prabowo.

Perhatian masyarakat tertuju pada posisi penting Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

 

Kursi panas itu kosong setelah Presiden Prabowo mengambil tindakan tegas dengan mengangkat Silmy Karim dari posisinya karena terlibat dalam kasus dugaan korupsi.

Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa jabatan Wakil Menteri Imigrasi yang ditinggalkan oleh Silmy Karim dipastikan belum akan diisi dalam waktu dekat.

Menurut Prasetyo, penghapusan Silmy tidak mengganggu alur kerja di Kementerian Imipas.

Di sisi lain, Prasetyo membenarkan pelantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN, yang dilakukan oleh Presiden Prabowo pada Senin (8/6/2026).

"Terkait masalah pelantikan (pimpinan BGN) kami akan mengadakan pertemuan minggu depan," ujar Prasetyo.

Prasetyo menjelaskan alasan pengangkatan pimpinan BGN yang baru tidak dilakukan secara langsung setelah penunjukan.

Menurut Prasetyo, Presiden berharap pimpinan BGN yang baru terlebih dahulu melakukan perbaikan.

"Karena kita semua berpikir bahwa beliau pada hari-hari pertama perlu fokus terlebih dahulu pada proses perbaikan di Badan Gizi Nasional kita," katanya.

Selain itu, secara administratif hukum, ketiga pimpinan BGN telah sah menjabat setelah pengangkatan atau Keputusan Presiden ditetapkan.

"Secara administratif dan hukum, ketiganya sah menjabat sebagai pimpinan Badan Gizi Nasional sejak keputusan Presiden ditetapkan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Prasetyo menjelaskan alasan Presiden Prabowo menunjuk Nanik S Deyang sebagai pengganti Dadan Hindayana.

Nanik dianggap memahami segala aspek BGN karena sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala di lembaga tersebut.

"Beliau telah beberapa bulan terakhir menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, sehingga kita yakin beliau sudah memiliki cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berlangsung di Badan Gizi Nasional," katanya.

Selain itu, menurutnya, Nanik adalah sosok yang sabar, keras, dan taat dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Maka itu beberapa pertimbangan dasar yang kita ajukan kepada beliau, yang kemudian didukung oleh dua wakil baru untuk segera melakukan perbaikan dan penyempurnaan," katanya.

Berikut ini adalah profil dan gambaran singkat mengenai tiga pemimpin baru Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto:

1. Nanik S. Deyang (Kepala Badan Nutrisi Nasional)

Latar Belakang: Mantan jurnalis senior yang memiliki hubungan strategis dan pengalaman panjang sebagai tokoh dekat Prabowo Subianto sejak masa pemilu sebelumnya. Ia juga dikenal sebagai wakil ketua di organisasi sayap pendukung pemerintah.

Dikenal sebagai figur yang aktif, setia, dan memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik. Sebagai Kepala BGN, ia akan menjadi wajah utama sekaligus penggerak utama dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.

2. Agustina Arumsari (Wakil Kepala Badan Pangan Nasional)

Latar Belakang: Teknokrat dan birokrat murni yang berasal dari latar belakang pengawasan keuangan negara. Sebelum bergabung dengan BGN, ia memiliki pengalaman panjang sebagai Deputi Kepala Bidang Investigasi di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Tokoh yang kuat, cermat, dan memahami seluruh aspek audit keuangan. Kehadirannya dianggap sebagai "benteng integritas" untuk mengawasi pengelolaan anggaran BGN yang sangat besar, menjamin kejelasan, serta menutup semua celah kebocoran atau praktik korupsi.

3. Letnan Jenderal TNI Trenggono (Wakil Ketua Badan Gizi Nasional)

Latar Belakang: Perwira militer aktif dengan keahlian dan keterampilan kuat dalam bidang logistik, pasokan, serta infrastruktur pertahanan/operasi skala besar.

Komandan yang disiplin, strategis, dan berfokus pada hasil pelaksanaan di lapangan. Kehadirannya mewakili komponen TNI dalam memperkuat rantai pasok (supply chain) pangan, memastikan jalur pendistribusian makanan bergizi tetap aman dan tepat waktu sampai ke wilayah-wilayah terpencil.

Said Iqbal menjadi ajudan Presiden

Ketua Partai Buruh, Said Iqbal disebut akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Presiden di bidang ketenagakerjaan pada hari Senin (8/6/2026) besok.

Berita tersebut diungkapkan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea.

“Pak (Said) Iqbal besok semoga, insyaAllah akan menjadi Penasihat Presiden untuk Bidang Ketenagakerjaan. Kami sepenuhnya mendukung sebagai gerakan buruh,” kata Andi Gani di tengah-tengah Kongres Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026).

Ia percaya bahwa meskipun masuk dalam pemerintahan, Said Iqbal tidak akan meninggalkan kalangan pekerja dalam memperjuangkan kesejahteraan.

“Pak Iqbal, saya yakin komitmennya sangat kuat dalam berjuang untuk para pekerja. Demikian pula dengan Pak Jumhur sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Di tengah kesibukannya, beliau masih bersedia hadir dalam Kongres KBPI,” kata Andi.

"Saya percaya tokoh-tokoh buruh yang masuk ke dalam pemerintahan tidak akan meninggalkan ideologi perlindungan terhadap pekerja dan tidak akan berhenti berjuang meskipun telah menjadi pejabat pemerintah," katanya.

Mengenai berita tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya telah membenarkan bahwa Pemerintah saat ini sedang menyusun rencana untuk mengajak Said Iqbal bergabung dalam kabinet.

"Masih dalam pembahasan," ujar Prasetyo Hadi di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurut Prasetyo, sektor yang akan diisi oleh Said Iqbal sesuai dengan bidang yang telah ia geluti selama ini.

"Kemungkinan terkait dengan perjuangan beliau selama ini, bersama buruh dan tenaga kerja," katanya.

Said Iqbal sendiri tidak menyangkal maupun mengonfirmasi secara langsung mengenai isu dirinya masuk dalam kabinet Prabowo-Gibran.

"Kita tunggu pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama Presiden saja ya bang," ujar Said Iqbal.

Rekam Jejak Said Iqbal

Said Iqbal adalah seorang laki-laki yang lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968.

Saya Iqbal dikenal pernah menempuh pendidikan D3 Teknik Mesin di Politeknik Universitas Indonesia, yang sekarang bernama Politeknik Negeri Jakarta (1988–1991).

Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia mulai bekerja sebagai karyawan di pabrik elektronik di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada tahun 1992.

Ia meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Jayabaya, Jakarta (1992 – 1996). Pendidikan terakhirnya tercatat dalam program Magister Ekonomi di Universitas Indonesia (2003 – 2005).

Dari Karyawan Pabrik Menjadi Aktivis

Saya Iqbal pertama kali bekerja sebagai karyawan pabrik perusahaan elektronik di Kabupaten Bekasi pada tahun 1992.

Sejak kecil, Sadi Iqbal telah terlibat dalam aktivitas serikat buruh. Ia dikenal pernah menjabat sebagai ketua umum organisasi pekerja di sebuah perusahaan elektronik di Bekasi pada tahun 1992.

Selama beberapa dekade, ia bekerja di sebuah perusahaan internasional hingga akhirnya memasuki masa pensiun.

Setelah reformasi, ia kemudian mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Sejak saat itu, Said Iqbal aktif dalam memperjuangkan hak pekerja, khususnya mengenai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Pada tahun 2012, Said Iqbal terpilih sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan kembali terpilih dengan suara bulat untuk masa jabatan 2017–2022.

Perjuangan mereka dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja diakui oleh komunitas internasional.

Pada tahun 2013, Said Iqbal mendapatkan penghargaan internasional sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia, yaitu The Febe Elisabeth Velasquez Award yang diberikan oleh serikat pekerja asal Belanda.

Karir Said Iqbal

  • Ketua Partai Buruh Indonesia, tahun 2021 hingga saat ini,
  • Ketua Serikat Pekerja Nasional Indonesia (SPN), sejak tahun 2012 hingga saat ini,
  • Ketua FSPMI, tahun 2003 hingga 2012,
  • Anggota Komite Upah Nasional, tahun 2004 hingga saat ini,
  • Anggota Komite Nasional LKS, tahun 2004 hingga saat ini,
  • Wakil Ketua Konfederasi Serikat Pekerja ASEAN (ATUC), tahun 2016 hingga saat ini,
  • Anggota Dewan Umum ITUC (International Trade Union Confederation), tahun 2017 hingga saat ini,
  • Anggota Komite Pusat Federasi Buruh Logam Dunia (IMF), tahun 2010 hingga saat ini,
  • Wakil Indonesia dalam Konferensi ILO (International Labour Organization), periode 2021 hingga 2024,
  • Ketua Serikat Pekerja di sebuah perusahaan elektronik di Bekasi, dari tahun 1992 hingga 1999.

Terjun ke Politik

Said Iqbal memasuki dunia politik pada tahun 2009. Ia mengajukan diri sebagai anggota DPR RI dalam Pemilu 2009 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, upayanya untuk masuk ke Senayan pada saat itu tidak berhasil.

Namun demikian, kegiatan politiknya tetap terus berlangsung.

Ia sering mengemukakan kritik dan gagasan terhadap pemerintah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Saya Iqbal dikenal pernah mendukung pencalonan Prabowo Subianto dalam Pemilu Presiden 2019.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Pada Kongres ke-4 Partai Buruh yang diadakan pada 4-5 Oktober 2021 di Jakarta, Said Iqbal terpilih sebagai Presiden Partai Buruh hingga saat ini. 2. Dalam Kongres ke-4 Partai Buruh yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 4 dan 5 Oktober 2021, Said Iqbal terpilih menjadi presiden partai hingga kini. 3. Pemilihan Said Iqbal sebagai Presiden Partai Buruh terjadi dalam Kongres ke-4 Partai Buruh yang diselenggarakan di Jakarta pada 4-5 Oktober 2021, dan ia masih menjabat hingga saat ini. 4. Pada gelaran Kongres ke-4 Partai Buruh di Jakarta pada 4-5 Oktober 2021, Said Iqbal terpilih sebagai presiden partai dan masih menjabat hingga sekarang. 5. Kongres ke-4 Partai Buruh yang diadakan di Jakarta pada 4-5 Oktober 2021 memilih Said Iqbal sebagai Presiden Partai Buruh hingga saat ini.

Pada tahun 2024, Said Iqbal mengantarkan Partai Buruh sebagai peserta dalam pemilu.

TerPopuler