
Ringkasan Berita:
- Setelah kembali dari ibadah haji, umat Muslim disarankan untuk melaksanakan sholat sunnah qudum sebanyak dua rakaat sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas perlindungan dan kelancaran dalam perjalanan.
- Selain itu, jemaah haji disarankan untuk meningkatkan doa, menjaga shalat, memperbaiki akhlak, serta memperkuat rasa empati terhadap sesama.
- Kebiasaan menjaga perkataan, menghindari perbuatan maksiat, mempererat tali persaudaraan, serta meningkatkan ibadah sunnah juga menjadi bukti dari kemabruran haji.
NEWS.COM - Sholat Qudum adalah sholat sunnah yang disarankan dilakukan setelah kembali dari perjalanan jauh (safar).
Sholat sunnah ini disarankan bagi umat Islam yang baru kembali dari ibadah haji.
Jumlah rakaat sholat sunnah qiyam yaitu dua rakaat dan dilakukan sama seperti sholat sunnah secara umum.
Nabi Muhammad SAW melaksanakan sholat sunnah qudum ketika beliau kembali dari perjalanan jauh.
Pelaksanaan shalat sunnah qiyam seperti yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW dilakukan di masjid.
Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhu: "Ketika kami tiba di Madinah setelah perjalanan, Nabi SAW bersabda kepadaku: 'Masuklah ke masjid dan shalatlah dua rakaat.'" (HR. Bukhari)
Dari Ka'ab bin Malik, radhiyallahu anhu:Ketika Nabi Muhammad SAW kembali dari perjalanan pada waktu dhuha, beliau masuk ke masjid dan melakukan shalat dua rakaat sebelum duduk.(HR. Bukhari dan Muslim)
Sholat sunnah qiyam merupakan salah satu cara untuk mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT atas kelancaran dan perlindungan yang diberikan selama perjalanan.
Mengutip buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Ustaz Arif Rahman, simak doa dan bacaan sholat qudum.
Cara Melaksanakan Sholat Sunnah Setelah Kembali dari Haji
1. Membaca Niat Sholat Kudum
Saya melaksanakan dua rakaat shalat sunnah qudu' dari perjalanan kepada Allah Ta'ala
Ushalli sunat qudumi minas safari rak'atani lillaahi ta'ala.
Maknanya: "Saya berniat sholat sunnah qudum dua rakaat karena perjalanan (safar) semata-mata karena Allah Ta'ala."
2. Membaca Surat Al-Fatihah
3. Membaca surat pendek
4. Ruku'
5. Itidal
6. Sujud
7. Berada di antara dua ruku'
8. Sujud kedua
9. Berdiri kembali untuk melanjutkan sholat rakaat kedua, hingga sujud yang kedua, kemudian duduk Tahiyat/Tasyahud Akhir.
Bacaan Tasyahud Akhir
Salam-salam kepada Allah, shalawat dan kebaikan, semoga keselamatan tercurah kepada engkau wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah. Semoga keselamatan juga tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarganya. Berkatilah Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkati Ibrahim dan keluarganya. Dalam seluruh dunia, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Salam sejahtera bagi Allah, keberkahan dan keselamatan, Salam sejahtera atas engkau wahai Nabi, serta rahmat dan berkah-Nya, Salam sejahtera bagi kami dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau melimpahkan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya, dan berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberkati Ibrahim dan keluarganya di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Perkasa.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, dan kebaikan adalah milik Allah. Keselamatan atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam."
10. Salam.
Doa Setelah Pulang Haji
اللَّهُمَّ بَارِكْ فِي حَيَاتِي بَعْدَ الْحَجِّ وَاجْعَلْنِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Ya Allah, berkahilah hidupku setelah haji dan jadikanlah aku termasuk orang-orang saleh.
Maknanya: "Ya Allah, berikanlah berkah dalam hidupku setelah melakukan haji dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertakwa."
Amalan yang Bisa Dilakukan Setelah Kembali dari Haji
Perjalanan spiritual seorang muslim tidak berakhir dengan ibadah haji. Justru setelah kembali ke tanah air, seorang haji diharuskan untuk menjaga dan meningkatkan mutu ibadah serta akhlaknya.
Kebiasaan beribadah tidak hanya tampak saat berada di Tanah Suci, tetapi juga terlihat dari perubahan sikap dan tingkah laku setelah kembali ke rumah.
Rasulullah SAW bersabda: Haji yang sempurna tidak akan mendapatkan balasan selain surga. (HR. Bukhari dan Muslim)
Kemudian, amalan apa saja yang bisa dilakukan setelah kembali dari haji agar keberkahan tetap terjaga? Berikut penjelasannya yang dikumpulkan dari lamanKementerian Agama dan Muhammadiyah.
1. Meningkatkan doa dan memohonkan kebaikan bagi orang lain
Orang yang baru selesai berhaji disarankan untuk meningkatkan doa dan memohon pengampunan bagi sesama umat Islam. Bahkan, masyarakat juga dianjurkan meminta doa dari jamaah yang baru kembali dari Tanah Suci.
Rasulullah SAW bersabda: Jika kamu bertemu seseorang yang telah menunaikan ibadah haji, berilah salam kepadanya, jabat tangannya, dan mohonlah ia memintakan ampunan bagimu, karena dosa-dosanya telah diampuni. (HR. Ahmad)
Beberapa ulama menyatakan bahwa keistimewaan memohon doa dari seseorang yang baru kembali dari ibadah haji berlaku selama 40 hari setelah kepulangannya.
2. Memelihara Salat Wajib dan memperkuat ketaatan kepada Tuhan Allah
Salah satu ciri haji yang diterima adalah meningkatnya kualitas ibadah setelah kembali dari Tanah Suci. Shalat lima waktu menjadi lebih terawasi, lebih khidmat, dan semakin tertib.
Allah SWT berfirman: Sebenarnya shalat mencegah seseorang dari perbuatan yang tidak baik dan tercela. (QS. Al-Ankabut: 45)
Jika setelah melakukan ibadah haji seseorang semakin giat beribadah, hal ini menunjukkan tanda baik bahwa hajinya telah membawa perubahan yang positif.
3. Mengendalikan Mulut dan Terbiasa Berbicara Baik
Kebiasaan berhaji tidak hanya diukur dari jumlah ritual ibadah, tetapi juga dari perbaikan akhlak yang semakin baik.
Rasulullah SAW bersabda: Haji yang sempurna tidak akan mendapatkan balasan selain surga." Ketika ditanya mengenai tanda-tanda haji yang sempurna, beliau menjawab: "Memberi makan dan berbicara dengan baik. (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi)
Oleh karena itu, setelah selesai berhaji sebaiknya menjauhi ghibah, fitnah, perpecahan, dan ucapan yang mampu melukai sesama manusia.
4. Senang Beramal dan Membantu Sesama
Pengalaman berjumpa dengan jutaan umat Islam di Tanah Suci seharusnya membangkitkan rasa empati dan perhatian sosial.
Rasulullah SAW bersabda: Memberi makan kepada orang lain sambil mengucapkan kata-kata yang baik. (HR. Ahmad)
Bentuknya bisa berupa amal, membantu orang miskin, memberi dukungan kepada anak yatim, membantu tetangga, atau ikut serta dalam kegiatan sosial masyarakat.
5. Menyebarluaskan Kedamaian dan Memelihara Persatuan
Seorang jamaah haji seharusnya menjadi pengantar perdamaian di lingkungan tempat tinggalnya.
Rasulullah SAW bersabda:Sebarkanlah pesan damai di antara kalian. (HR. Tirmidzi)
Makna salam tidak hanya terbatas pada ucapan salam, tetapi juga menciptakan suasana tenang, menjaga persahabatan, serta mencegah konflik yang bisa memecah belah umat.
6. Melanjutkan Hubungan yang Pernah Terputus
Setelah selesai melaksanakan ibadah haji, seorang umat Islam disarankan untuk memperkuat tali persaudaraan dengan keluarga, kerabat, dan teman dekat.
Rasulullah SAW bersabda: "Sambunglah tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika sebelumnya pernah terjadi perselisihan, maka momen setelah ibadah haji bisa menjadi kesempatan yang tepat untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan.
7. Menghindari Perbuatan Terlarang dan Menjaga Kebersihan Jiwa
Tujuan utama dari ibadah haji adalah menghapus kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh seorang Muslim.
Rasulullah SAW bersabda: Siapa saja yang melakukan haji lalu tidak mengucapkan kata-kata kotor dan tidak melakukan perbuatan terlarang, maka ia kembali seperti saat dilahirkan oleh ibunya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, setelah selesai berhaji sebaiknya lebih waspada dalam menjaga penglihatan, pergaulan, perkataan, dan tindakan agar tidak terjebak dalam perbuatan maksiat.
8. Terbiasa melakukan Salat Malam atau Qiyamul Lail
Salat malam adalah salah satu bentuk ibadah yang mampu memperkuat hubungan hamba dengan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda: Lakukan shalat di malam hari ketika manusia sedang tertidur.(HR. Tirmidzi)
Membiasakan melakukan tahajud, witir, dan ibadah malam lainnya merupakan wujud rasa terima kasih atas karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT selama menjalani ibadah haji.
9. Menjadi Seseorang yang Humble dan Tidak Angkuh
Jabatan haji bukan dimaksudkan untuk dibanggakan atau dijadikan alasan merasa lebih unggul daripada orang lain.
Allah SWT berfirman:Dan janganlah kalian berjalan di permukaan bumi ini dengan penuh keangkuhan. (QS. Al-Isra': 37)
Orang yang hajinya diterima justru semakin rendah hati, menghormati sesama, dan menyadari bahwa segala keberhasilan datang dari bantuan Allah SWT.
10. Menjadi contoh yang baik dan menyebarkan manfaat kepada masyarakat
Gelar haji mabrur seharusnya dapat dilihat dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat sekitar.
Rasulullah SAW mengatakan, "Seorang manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia." (HR. Ahmad)
Seorang jamaah haji seharusnya menjadi teladan dalam kejujuran, kesopanan, rasa empati terhadap sesama, serta aktif dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
(news.com/Yunita Rahmayanti)