Hendri Satrio: Seskab Lagi-lagi Bertanggung Jawab Soal Kenaikan Harga Pertamax -->

Hendri Satrio: Seskab Lagi-lagi Bertanggung Jawab Soal Kenaikan Harga Pertamax

16 Jun 2026, Selasa, Juni 16, 2026

bengkalispos.com, JAKARTA - Pakar komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menganggap tindakan Sekretaris KabinetTeddy Indra Wijayapihak yang turun tangan menjelaskan kenaikan harga Pertamax melalui Instagram Sekretariat Kabinet justru menimbulkan dampak keras bagi BUMN.

Sebabnya, kebijakan yang begitu penting seharusnya disampaikan langsung oleh pimpinan BUMN energi tersebut, bukan harus diumumkan oleh pejabat setingkat Sekretaris Kabinet.

"Masalah kenaikan harga Pertamax yang harus dijelaskan oleh Sekretaris Kabinet? Lama-lama citra Teddy bisa rusak karena selalu bertindak sebagai pelindung," kata Hensa kepada wartawan, Selasa (16/6).

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI menganggap bahwa tindakan Teddy memberikan penjelasan tersebut tetap pantas dihargai.

Di tengah kurangnya tanggapan dari kementerian terkait, Hensa melihat setidaknya ada upaya dari pemerintah dalam berkomunikasi dengan masyarakat, meskipun ia merasa tindakan tersebut masih belum cukup.

Apa yang dilakukan Teddy meskipun baik, tetapi sangat minim. Dan sekali lagi, Teddy yang mengambil inisiatif, jika diumumkan melalui Instagram saja, menurut saya tidak etis untuk hal sebesar ini," tegasnya.

Hensa menekankan bahwa kenaikan harga bahan bakar seperti Pertamax seharusnya disampaikan secara lisan dan langsung kepada masyarakat, dilengkapi dengan konferensi pers yang menjelaskan alasan serta dampaknya secara rinci.

Sikap tidak bersuara dari jajaran direksi BUMN, menurut Hensa, menunjukkan ketidakberanian dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Padahal, menurutnya, transparansi merupakan kewajiban pokok perusahaan pelat merah yang produknya dikonsumsi jutaan orang setiap hari.

"Seharusnya kenaikan harga Pertamax diumumkan secara lisan, dengan adanya konferensi pers dan penjelasan mendetail mengapa harganya meningkat serta dampaknya terhadap masyarakat. Bukan hanya sekadar unggah di Instagram," kata Hensa.

Hensa menekankan bahwa pola komunikasi semacam ini perlu diperbaiki ke depannya. Jika ada kebijakan yang memiliki dampak yang luas, para pemangku kepentingan utama seharusnya berani muncul ke publik, bukan menyembunyikan diri di balik unggahan media sosial dan membiarkan pejabat lain yang mengemban tanggung jawab dalam komunikasinya.

Kami mengucapkan terima kasih atas unggahan Mas Seskab. Namun, ini bukanlah solusi yang berkelanjutan. Kali depan, jika terjadi sesuatu, sampaikan langsung kepada masyarakat, secara langsung, lisan, dengan visual, dan jelas. Jangan menunggu sampai Seskab yang turun tangan," tambah Hensa.(cuy/jpnn)

TerPopuler