Kebiasaan Membawa Keberuntungan bagi Orang Sukses -->

Kebiasaan Membawa Keberuntungan bagi Orang Sukses

23 Jun 2026, Selasa, Juni 23, 2026

Banyak orang menganggap keberuntungan sebagai sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Ada yang merasa lahir di bawah "bintang yang benar", bertemu dengan seseorang yang tepat pada waktu yang tepat, atau memperoleh kesempatan besar hanya karena faktor keberuntungan.

Namun, psikologi menunjukkan bahwa keberuntungan sering kali tidak hanya tergantung pada nasib. Pola pikir, tindakan, dan respons seseorang terhadap situasi tertentu dapat meningkatkan peluang-peluang baik dalam kehidupan.

Dengan kata lain, beberapa orang terlihat "beruntung" karena mereka memiliki kebiasaan yang membuat mereka lebih siap mengambil peluang.

Psikolog menggambarkan peristiwa ini sebagai menciptakan keberuntungan — bukan berarti menguasai segala peristiwa dalam kehidupan, melainkan membentuk pola tindakan yang membuat kesempatan positif lebih sering muncul.

Dikutip dari Expert Editor pada Senin (22/6), terdapat 7 kebiasaan yang umum dimiliki oleh orang yang terlihat lebih beruntung menurut perspektif psikologi.

  1. Mereka Selalu Terbuka terhadap Kesempatan Baru

Orang yang merasa tidak beruntung sering kali memiliki cara berpikir yang sempit. Mereka memandang dunia berdasarkan pengalaman negatif yang pernah mereka alami:

Memang saya tidak pernah berhasil.

Peluang yang baik selalu tiba bagi orang lain.

“Tidak ada gunanya mencoba.”

Sebaliknya, individu yang menghasilkan keberuntungan cenderung memiliki sikap terbuka terhadap pengalaman baru (openness to experience).

Mereka terbuka untuk mencoba hal yang berbeda, bertemu dengan orang-orang baru, belajar keterampilan yang baru, serta mengeksplorasi peluang yang belum jelas.

Berdasarkan psikologi, semakin luas lingkungan dan pengalaman seseorang, semakin besar pula "titik-titik kesempatan" yang bisa ditemui.

Contohnya:

Seseorang yang hanya bekerja, pulang, dan mengulangi kegiatan yang sama setiap hari mungkin memiliki peluang lebih sedikit untuk menemukan kesempatan besar dibandingkan dengan seseorang yang aktif berpartisipasi dalam komunitas, belajar hal-hal baru, atau menjalin hubungan dengan orang lain.

Kemujuran sering muncul ketika seseorang berada di lokasi yang memungkinkan kesempatan terjadi.

  1. Mereka Mengamati Hal-Hal Kecil yang Orang Lain Abaikan

Apakah Anda pernah merasa ada seseorang yang selalu menemukan peluang?

Mereka tidak selalu lebih beruntung. Mereka terkadang lebih waspada terhadap informasi di sekitar mereka.

Dalam bidang psikologi, kemampuan perhatian manusia memiliki batasan. Otak kita memfilter sebagian besar informasi yang masuk agar tidak merasa kewalahan. Akibatnya, kita sering melewatkan kesempatan karena tidak menyadari adanya peluang tersebut.

Orang yang merasa beruntung umumnya memiliki kebiasaan:

memperhatikan percakapan,

membaca situasi,

bertanya lebih banyak,

mencari pola,

menangkap perubahan kecil.

Contohnya, seseorang mendengarkan temannya menceritakan tentang usaha yang baru saja dimulai. Orang lain mungkin hanya menganggapnya sebagai cerita biasa. Namun, seseorang dengan pola pikir peluang mungkin berpikir:

Apakah ada metode yang bisa saya gunakan untuk belajar dari ini?

Perbedaan kecil dalam pandangan terhadap dunia bisa menghasilkan perbedaan signifikan dalam hasil kehidupan.

  1. Mereka Berani Mengambil Langkah Meski Tidak Sempurna

Banyak orang kehilangan kesempatan bukan karena tidak ada peluang, melainkan karena mereka terlalu lama menunggu.

Mereka menunggu:

waktu yang sempurna,

kondisi yang sempurna,

kepercayaan diri yang sempurna.

Kendala, peluang sering kali muncul dalam situasi yang tidak jelas.

Orang yang terlihat beruntung umumnya memiliki kebiasaan bertindak lebih cepat. Mereka menyadari bahwa tindakan menghasilkan informasi baru.

Saat mencoba sesuatu, mereka mungkin mengalami kegagalan, namun pengalaman tersebut membantu membuat langkah berikutnya menjadi lebih baik.

Psikologi menggambarkan hal ini terkait dengan self-efficacy, yakni keyakinan seseorang bahwa dirinya mampu menghadapi berbagai tantangan.

Semakin tinggi keyakinan seseorang bahwa tindakannya berdampak, semakin besar kemungkinan ia akan mencoba hal-hal yang membuka kesempatan baru.

  1. Mereka Membentuk Koneksi dengan Banyak Orang

Kebahagiaan sering muncul melalui perantara manusia.

Peluang pekerjaan, gagasan bisnis, informasi penting, atau perubahan besar dalam kehidupan sering kali muncul melalui koneksi sosial.

Orang yang menciptakan keberuntungan biasanya tidak hanya mengandalkan kemampuan sendiri. Mereka membangun jaringan:

menjaga hubungan,

membantu orang lain,

berbagi informasi,

terbuka dalam komunikasi.

Bukan berarti mereka menjalin persahabatan dengan semua orang hanya demi keuntungan pribadi. Mereka menyadari bahwa hubungan yang baik mampu menciptakan suasana yang penuh dengan peluang.

Dalam studi psikologi sosial, jaringan hubungan mampu memperluas kemampuan seseorang dalam mengakses informasi dan peluang yang sebelumnya tidak terlihat.

Kadang-kadang “keberuntungan” hanyalah hasil dari berada dalam lingkaran yang tepat.

  1. Mereka Mengubah Pandangan Terhadap Kegagalan

Perbedaan utama antara seseorang yang merasa tidak beruntung dengan orang yang menghasilkan keberuntungan terletak pada bagaimana mereka memahami kegagalan.

Orang dengan pola pikir negatif sering melihat kegagalan sebagai bukti:

“Saya memang tidak mampu.”

Sementara orang yang lebih adaptif melihat kegagalan sebagai informasi:

“Apa yang bisa saya pelajari dari kejadian ini?”

Dalam bidang psikologi, hal ini berkaitan dengan pola pikir perkembangan atau disebut juga dengan growth mindset.

Mereka memahami bahwa hasil buruk bukan selalu akhir dari cerita. Kadang-kadang kegagalan adalah bagian dari proses menuju peluang yang lebih baik.

Banyak kesuksesan besar muncul setelah beberapa kali cobaan yang tidak berhasil.

Yang membedakan bukanlah siapa yang mengalami kegagalan dan siapa yang tidak, melainkan siapa yang terus bergerak setelah mengalami kegagalan.

  1. Mereka Membawa Keyakinan yang Masuk Akal

Seseorang yang menciptakan keberuntungan tidak berarti memiliki pikiran yang terlalu optimis.

Mereka tidak mengatakan:

“Semua pasti mudah.”

Mereka lebih berpikir:

Ada peluang sukses, dan saya akan mencari cara untuk memperbaikinya.

Pandangan realistis memudahkan seseorang untuk terus mencari jalan keluar saat menghadapi tantangan.

Bila seseorang percaya masih terdapat peluang positif, otaknya lebih giat mencari alternatif.

Sebaliknya, bila seseorang sudah percaya bahwa segalanya akan gagal, ia cenderung berhenti sebelum memulai.

Pikiran bisa mempengaruhi perilaku, dan perilaku berdampak pada kesempatan.

  1. Mereka Menghasilkan Banyak Peluang, Bukan Menunggu Peluang

Ini mungkin kebiasaan yang paling penting.

Orang yang merasa tidak beruntung sering kali menantikan sesuatu terjadi:

menunggu pekerjaan datang,

menunggu seseorang membantu,

menunggu waktu yang tepat.

Sementara orang yang menciptakan kesuksesan bertanya:

Apa yang dapat saya lakukan agar kesempatan muncul?

Mereka mengajukan lebih banyak aplikasi, berkomunikasi dengan lebih banyak orang, mencoba lebih banyak konsep, serta melakukan lebih banyak tindakan kecil.

Semakin banyak tindakan yang diambil, semakin besar peluang munculnya hasil yang baik.

Ini seolah-olah menaburkan lebih banyak "benih". Tidak semua akan berkembang, tetapi tanpa ditanam, tidak ada yang bisa dipanen.

Jadi, apakah keberuntungan dapat diasah?

Dari sudut pandang psikologi, keberuntungan memang mengandung unsur kebetulan. Tidak semua peristiwa bisa diatur.

Namun, seseorang bisa meningkatkan peluang mengalami hal-hal positif dengan membentuk kebiasaan tertentu:

lebih terbuka,

lebih sadar terhadap peluang,

lebih berani bertindak,

lebih banyak membangun hubungan,

lebih mampu mengambil pelajaran dari kegagalan.

Banyak orang yang tampak beruntung sebenarnya tidak selalu hidup tanpa kendala. Mereka hanya memiliki cara berpikir dan kebiasaan tertentu yang membuat mereka lebih siap saat kesempatan muncul.

Pada akhirnya, keberuntungan bukan sekadar sesuatu yang ditemui.

Terkadang, keberuntungan adalah sesuatu yang dihasilkan dari cara kita memandang dunia dan bagaimana kita bergerak di dalamnya.(jpc)

TerPopuler