
bengkalispos.com, JAKARTA - Tindakan berani Kejaksaan Agung dalam mengungkap dugaan korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) dianggap sebagai contoh penting.
Ketangguhan korps Adhyaksa menggugah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program strategis nasional, menyampaikan pesan tegas bahwa tidak ada tempat bagi siapa pun yang berani menyimpang dari penggunaan anggaran negara.
Kepala Eksekutif Skala Survei Indonesia (SSI) Abdul Hakim menganggap keputusan memasuki program strategis nasional ini sebagai tindakan luar biasa yang menunjukkan pesan yang sangat kuat kepada masyarakat.
"Menurut saya, tindakan ini tidak biasa dan menunjukkan pesan yang sangat jelas. Jika kita melihat beberapa kasus sebelumnya, Presiden Prabowo dalam situasi tertentu masih memilih jalur koreksi administratif atau pemberhentian, tanpa selalu membawa masalah ke ranah hukum, seperti saat menghentikan pimpinan OJK. Namun dalam konteks MBG, tampaknya beliau memilih pendekatan yang lebih keras," kata Abdul Hakim.Ketegasan hukum yang diambil oleh Kejaksaan Agung, dianggap sebagai wujud komitmen kuat dalam menjaga martabat lembaga serta program negara dari tindakan-tindakan yang merusak tujuan utamanya.
"Saya menganggap ini sebagai peringatan tajam kepada seluruh pemangku kepentingan MBG agar tidak mengabaikan tanggung jawabnya. Terlebih lagi, Presiden Prabowo juga meminta lembaga-lembaga seperti Kejaksaan, KPK, PPATK, BPKP, serta institusi pengawas lain untuk turut memantau program ini dengan sungguh-sungguh," ujar Abdul Hakim.
Abdul Hakim menegaskan bahwa MBG bukan hanya sekadar program makanan gratis. Program ini memiliki makna strategis dan filosofis yang sangat penting.
"Sayangnya, nilai ideal tersebut dapat terganggu jika pengelolaannya tidak baik. Oleh karena itu, langkah Kejaksaan Agung perlu diapresiasi sebagai bagian dari perbaikan besar agar MBG kembali pada tujuan utamanya," katanya.Tindakan hukum ini sekaligus membantah anggapan lama bahwa program strategis pemerintah tidak dapat dijangkau oleh lembaga penegak hukum.
"Di tengah kritik tajam terhadap pengelolaan MBG, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap keberanian Presiden Prabowo dalam melakukan perbaikan. Karena selama ini banyak yang menganggap bahwa program MBG terlalu strategis sehingga sulit untuk dikritik," kata Abdul Hakim.
"Langkah hukum ini justru menunjukkan bahwa program strategis tidak boleh menjadi tempat yang aman dari tindakan tidak terkendali. Semakin tinggi nilai strategis suatu program, semakin besar pula tanggung jawab negara dalam menjaganya dari penyimpangan," tutupnya. (dil/jpnn)
Jangan Lebih Jauh Ketinggalan Video Pilihan Redaksi Ini: