Lemhannas RI Luluskan 84 Peserta, Imanuel Cahyadi Jadi Terpaling Muda -->

Lemhannas RI Luluskan 84 Peserta, Imanuel Cahyadi Jadi Terpaling Muda

7 Jun 2026, Minggu, Juni 07, 2026
Lemhannas RI Luluskan 84 Peserta, Imanuel Cahyadi Jadi Terpaling Muda
Ringkasan Berita:
  • Lemhannas RI secara resmi mengakhiri Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII dan menentukan bahwa 84 peserta dinyatakan lulus.
  • Perubahan global yang semakin rumit mengharuskan adanya pemimpin yang mampu berpikir secara strategis, fleksibel, serta mampu memahami perubahan era saat ini.
 

NEWS.COM, JAKARTA - Badan Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Bakhanas RI) secara resmi mengakhiri Pendidikan Pemantapan Kepemimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII dan menentukan bahwa 84 peserta lulus setelah menyelesaikan seluruh proses pendidikan.

Peserta terdiri dari berbagai latar belakang, seperti TNI, Polri, kementerian dan lembaga pemerintah, pemerintahan daerah, BUMN, kalangan akademis, hingga organisasi masyarakat.

Program Penguatan Kepemimpinan Nasional adalah inisiatif strategis Lemhannas RI yang dibuat untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Selama proses pembelajaran berlangsung, peserta diberikan pemahaman yang mendalam tentang geopolitik, geostrategi, ketahanan nasional, kepemimpinan strategis, serta berbagai isu terkini di tingkat nasional maupun internasional.

Selain mendapatkan materi dari para ahli dan pihak terkait strategis, peserta juga diwajibkan menyelesaikan berbagai tugas akademik, seperti analisis kebijakan, laporan kebijakan, diskusi strategis, hingga penyusunan Kertas Kerja Perorangan (KKP) yang membahas isu-isu penting dalam pembangunan nasional.

Di acara penutupan yang diadakan di Jakarta, Kamis (4/6/2026), Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily, menekankan bahwa para lulusan P3N Angkatan XXVII perlu mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya hebat secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas serta karakter nasional yang kuat.

"Para lulusan P3N 27 harus menjadi pemimpin nasional yang memiliki integritas, semangat kebangsaan, dan keteguhan moral dalam menjalankan tugas serta pelayanan," kata Ace kepada wartawan, Minggu (7/6/2026).

Ia menyampaikan, dinamika global yang semakin rumit memerlukan kehadiran pemimpin yang mampu berpikir secara strategis, fleksibel, serta memiliki kemampuan dalam mengenali perubahan era.

Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, perubahan ekonomi digital, serta meningkatnya ketegangan geopolitik global, menurutnya, merupakan tantangan yang memerlukan kepemimpinan yang memiliki visi.

"Semua dinamika ini memerlukan seorang pemimpin nasional yang memiliki kemampuan strategis, berpikir jauh ke depan, mampu mengenali perubahan global, serta tetap menjaga kepentingan bangsa," katanya.

Ace juga menekankan peran penting para alumni sebagai penghubung persatuan bangsa dan penguatan kohesi sosial. Ia mendorong terbentuknya kerja sama lintas sektor serta mengurangi sikap egoistik lembaga demi kepentingan nasional.

"Kolaborasi nasional yang diperkuat melalui jaringan strategis antarlembaga, antarsektor, dan antargenerasi sangat penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," tegasnya.

Selanjutnya, Ace mengucapkan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pendidikan dengan disiplin, dedikasi, dan semangat belajar yang tinggi.

Menurutnya, proses pendidikan yang intensif tersebut menjadi dasar penting dalam menghasilkan pemimpin yang kuat dan berintegritas.

Kelulusan 84 peserta P3N Angkatan XXVII ini merupakan bagian dari upaya terus-menerus Lemhannas RI dalam membentuk calon pemimpin nasional yang memiliki wawasan kebangsaan, kemampuan strategis, serta kesiapan menghadapi tantangan di masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Di tengah kehadiran peserta dari berbagai lembaga penting, kehadiran Imanuel Cahyadi menarik perhatian khusus. Ia menjadi peserta termuda di angkatan ini dengan usia 36 tahun.

Imanuel terkenal sebagai Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) masa jabatan 2019–2025 serta Ketua Bidang Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) periode 2025–2030.

Selain aktif dalam organisasi pemuda, ia juga memegang peran profesional di salah satu Perusahaan Umum Milik Negara (BUMN).

Partisipasinya dalam dunia profesional, organisasi, dan kegiatan nasional menunjukkan kemampuannya sebagai tokoh muda yang mampu menghubungkan berbagai sektor dalam pembangunan bangsa.

Keberhasilan Imanuel menyelesaikan pendidikan di Lemhannas RI menunjukkan bahwa generasi muda yang berasal dari latar belakang aktivisme mampu berkompetisi dalam ruang-ruang strategis kepemimpinan nasional.

Melalui Dokumen Kerja Pribadi (DKP) dengan judul "Peningkatan Kompetensi Vokasi Berbasis Industri Strategis untuk Memanfaatkan Bonus Demografi", Imanuel mengusulkan konsep penguatan keterkaitan antara pendidikan, pelatihan vokasi, dan sektor industri sebagai strategi menghadapi persaingan global serta mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045.

TerPopuler