Mengenal Gunung Lemah: Wisata Alam dan Sejarah di Wonosobo -->

Mengenal Gunung Lemah: Wisata Alam dan Sejarah di Wonosobo

22 Jun 2026, Senin, Juni 22, 2026
Mengenal Gunung Lemah: Wisata Alam dan Sejarah di Wonosobo

Ikuti keseruan mengunjungi Gunung Lemah: Surga bagi para pendaki pemula dan edukasi sejarah di Wonosobo

Style.com– Liburan sekolah tahun ini membawa suasana yang berbeda di Dusun Pagerota, Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Basecamp Gunung Lemah tiba-tiba ramai dikunjungi pengunjung pada akhir pekan ini, Minggu (21/6/2026). Ratusan kendaraan roda dua dan empat terlihat memenuhi area parkir, menunjukkan antusiasme tinggi dari para wisatawan.

Jika Wonosobo sebelumnya dikenal dengan jalur pendakian yang menantang khas Gunung Sindoro, Sumbing, Prau, atau Kembang, Gunung Lemah hadir sebagai pilihan yang segar. Berada pada ketinggian sekitar 1.640 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung yang baru dibuka pada awal tahun 2026 ini menawarkan rute yang lebih mudah. Tidak heran jika tempat ini langsung menjadi perbincangan di media sosial dan menjadi tujuan utama bagi para pendaki pemula serta pengunjung keluarga.

Pengelola Basecamp Gunung Lemah, Muslih, mengakui adanya peningkatan jumlah pengunjung yang cukup besar seiring datangnya musim liburan sekolah.

"Biasanya, menjelang liburan sekolah, keadaan sudah terlihat ramai dengan banyak anak-anak," ujar Muslih, Minggu.

Menurut Muslih, pada hari biasa (Senin hingga Jumat), jumlah pendaki yang datang berkisar sekitar 30 orang per hari.

"Jika per hari, minimal 30 itu untuk Senin-Jumat atau hari kerja," katanya.

Namun, angka tersebut meningkat signifikan pada akhir pekan (Sabtu-Minggu), di mana lebih dari 100 pendaki dapat memenuhi jalur.

"Jika musim liburan sekolah, semakin ramai lagi. Ini baru saja memulai liburan anak-anak sekolah," kata Muslih.

Pendidikan Sejarah di Balik Keindahan Alam

Gunung Lemah tidak hanya menawarkan pemandangan indah, tetapi juga menyimpan nilai sejarah yang kuat. Selama perjalanan, para pendaki akan melewati Situs Surodilogo yang memiliki hubungan dekat dengan kisah perjuangan Joko Suro. Di tempat ini, pengunjung dapat melihat langsung mata air Sendang Surodilogo yang masih dipelihara dan dianggap suci oleh masyarakat setempat untuk keperluan ritual tertentu. Hal ini membuat Gunung Lemah menjadi sarana pembelajaran alam dan sejarah yang sangat cocok untuk anak-anak.

Saat tiba di puncak, kelelahan perjalanan akan terasa terbayar. Pendaki diberikan pemandangan indah yang menampilkan tiga gunung sekaligus: Gunung Kembang, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing.

"Ada Gunung Kembang, Sindoro, dan Sumbing. Jika cuaca cerah, Gunung Merapi terlihat," ujar Muslih.

Jalur Anak yang Ramah dan Pilihan Jalur Bersepeda

Bagi para pengunjung yang datang bersama keluarga, keamanan jalur pendakian menjadi hal utama yang diperhatikan. Gunung Lemah menawarkan dua jalur pendakian yang menarik:

  • Jalur Gunung Batu: Melintasi area hutan alami yang memiliki permukaan berbatu yang menarik.
  • Jalur Perkebunan: Melintasi area persawahan yang dimiliki oleh penduduk setempat.

Jalur yang datar memungkinkan anak-anak mendaki tanpa mengalami kesulitan yang berarti.

"Anak kecil sangat mampu mendaki, jalannya aman, cukup datar. Terdapat tiga pos," jelas Muslih.

Salah satu anak pendaki yang berhasil mendaki gunung ini adalah Lila, murid kelas 3 SD dari Temanggung. Bersama ibunya, Lila terlihat sangat antusias.

Ya, datang bersama ibu, menyenangkan. Sebelumnya pernah ikut mendaki juga bersama ibu, sekarang mencoba Gunung Lemah," kata Lila dengan penuh semangat.

Fasilitas Penginapan Sepanjang Hari dan Daya Tarik Global

Bagi penggemar kegiatan camping, pihak pengelola menyediakan beberapa lokasi yang bisa digunakan untuk memasang tenda. Namun, daya tampung di area puncak memang terbatas.

"Jika di puncak, paling banyak membuat lima atau sepuluh tenda," ujar Muslih.

Sebagai pilihan lain, area berkemah yang lebih besar tersedia di kawasan guguran batu serta pos 3 jalur gunung batu.

Untuk memberikan kenyamanan tambahan, Basecamp Gunung Lemah beroperasi 24 jam penuh, sehingga sangat membantu para pendaki yang tiba di malam atau pagi hari. Menariknya, pesona Gunung Lemah ternyata sudah diketahui hingga ke luar negeri.

"Wisatawan asal Jerman dan Singapura pernah berkunjung serta menikmati pendakian di Gunung Lemah," tambah Muslih.

Berkombinasi antara jalur yang aman, pemandangan yang menakjubkan, serta nilai pendidikan yang tinggi, Gunung Lemah berhasil menjadi tujuan wisata alternatif yang patut dikunjungi pada liburan kali ini.

(Banyumas.com/Imah Masitoh/Style.com/Ana Vaidatu Zuhda)

TerPopuler